UNIBAUNIBA

Jurnal Pendekar NusantaraJurnal Pendekar Nusantara

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata melalui implementasi keilmuan kepada masyarakat. Program PKM ini dilaksanakan di Kampung Tua Teluk Mata Ikan, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, yang menghadapi permasalahan keterbatasan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan air, minimnya sistem drainase, serta ancaman pencemaran dan intrusi air laut. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi, penyuluhan, serta pelatihan teknis mengenai pengelolaan air berbasis teknologi sederhana tepat guna berupa sumur resapan dan lubang biopori. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, pemetaan masalah, diskusi partisipatif, sosialisasi, serta pelatihan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman masyarakat terkait hubungan antara pengelolaan air, kualitas air tanah, kesehatan, dan lingkungan. Masyarakat menunjukkan antusiasme kuat dalam belajar aspek teknis konstruksi teknologi sederhana seperti sumur resapan dan lubang biopori, serta telah menginisiasi pembentukan kelompok masyarakat untuk menerapkan konstruksi ini di fasilitas umum. Pendampingan masih diperlukan selama pelaksanaan praktik konstruksi. Hal ini menekankan pentingnya keberlanjutan program edukasi dan pendampingan melalui sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan masyarakat untuk menjaga kualitas lingkungan pesisir, meningkatkan sanitasi, dan mencegah potensi bahaya geologis.

Masyarakat Kampung Tua Teluk Mata Ikan menunjukkan antusiasme tinggi dalam menerima edukasi, sosialisasi, dan pengetahuan teknis mengenai pentingnya menjaga dan mengelola air tanah di daerah pesisir.Diskusi selama sosialisasi meningkatkan pemahaman mereka tentang hubungan antara kualitas dan volume air tanah dengan sanitasi lingkungan serta pencegahan bencana geologis.Selain itu, masyarakat kini mengenal dan dapat menerapkan teknologi sederhana berupa sumur resapan dan lubang biopori untuk menjaga kualitas serta volume air tanah secara mandiri.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki sejauh mana sumur resapan dan lubang biopori tetap berfungsi dalam meningkatkan kualitas air tanah selama periode waktu yang lebih panjang, misalnya dengan melakukan monitoring tahunan selama tiga hingga lima tahun serta menganalisis perubahan parameter kimia dan mikrobiologi air. Selain itu, perlu dikaji model pemeliharaan yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat, sehingga dapat ditemukan strategi partisipatif yang paling efektif untuk menjaga keberlanjutan infrastruktur tersebut, termasuk pelatihan rutin dan pembentukan tim teknis lokal. Selanjutnya, integrasi teknik penyaringan air bersih berbiaya rendah dengan sistem resapan dapat menjadi fokus penelitian, guna menilai potensi kombinasi keduanya dalam menyediakan air minum yang aman bagi penduduk pesisir serta mengurangi risiko kontaminasi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang dampak jangka panjang, memperkuat keterlibatan komunitas, dan meningkatkan manfaat kesehatan publik dari teknologi sederhana yang telah diterapkan. Dengan demikian, hasilnya dapat menjadi dasar kebijakan daerah yang mendukung pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

  1. IDENTIFIKASI MASALAH DAN MODEL PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR: STUDI KASUS PROVINSI DKI JAKARTA | Indrasari... doi.org/10.52447/jkts.v5i1.4114IDENTIFIKASI MASALAH DAN MODEL PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR STUDI KASUS PROVINSI DKI JAKARTA Indrasari doi 10 52447 jkts v5i1 4114
Read online
File size568.44 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test