FISIKAFISIKA

Journal of the Physical Society of IndonesiaJournal of the Physical Society of Indonesia

Studi ini menganalisis deformasi permukaan yang terkait dengan gempa bumi berkekuatan Mw 4,8 yang terjadi di Padang Panjang, Sumatera Barat, pada tanggal 2 Mei 2025. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan permukaan menggunakan Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (DInSAR) dengan citra Sentinel-1A dari Badan Antariksa Eropa. Analisis mencakup periode pra-gempa (8 April - 2 Mei 2025) dan periode pasca-gempa (2 Mei - 6 Juni 2025). Nilai deformasi mewakili pergeseran sepanjang arah Line of Sight (LOS) satelit. Hasil menunjukkan perubahan spasial yang jelas antara kedua periode. Sebelum gempa, area dekat episentrum menunjukkan nilai pergeseran LOS sekitar 0,45 mm, sedangkan setelah gempa, nilai-nilai tersebut menurun menjadi sekitar -0,045 mm, menunjukkan subsiden relatif sepanjang arah LOS. Perbedaan pergeseran LOS yang diamati sekitar -0,495 mm menunjukkan respons permukaan terhadap aktivitas seismik. Namun, magnitudo deformasi relatif kecil dan mungkin dipengaruhi oleh efek atmosfer, decorrelation, dan noise interferometrik. Oleh karena itu, hasilnya diinterpretasikan dengan hati-hati tanpa atribusi tektonik yang kuat. Studi ini menunjukkan kemampuan DInSAR untuk mendeteksi deformasi permukaan yang halus di daerah seismik.

Studi ini menunjukkan efektivitas Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (DInSAR) sebagai alat metodologis untuk mendeteksi dan memvisualisasikan deformasi permukaan tanah yang halus yang terkait dengan peristiwa seismik moderat.Dengan menerapkan DInSAR ke wilayah Padang Panjang setelah gempa bumi tanggal 2 Mei 2025, penelitian ini berhasil memetakan perubahan vertikal permukaan yang terlokalisasi, dengan deformasi yang paling menonjol terkonsentrasi di area episentral dari peristiwa M 4,8.Deformasi vertikal kumulatif yang terdeteksi sekitar -0,495 mm menunjukkan sensitivitas metode dalam menangkap deformasi skala kecil yang mungkin tidak mudah diamati melalui pengukuran berbasis darat konvensional.Tujuan utama penelitian ini - untuk mendemonstrasikan keterapan DInSAR untuk analisis deformasi permukaan pasca-gempa di pengaturan tektonik aktif - telah dicapai.Daripada memberikan interpretasi kuantitatif yang rinci tentang proses tektonik, hasil penelitian ini menekankan kemampuan metode untuk mengungkapkan pola deformasi spasial dan temporal dan asosiasinya dengan struktur geologi yang diketahui, seperti Sianok Fault.Perbandingan antara kondisi pra- dan pasca-gempa menunjukkan bagaimana DInSAR dapat menangkap perubahan yang terkait dengan akumulasi dan pelepasan stres dalam kerak, sehingga mendukung perannya sebagai pendekatan pemantauan dan analitis.Temuan ini memiliki implikasi penting untuk penilaian bahaya seismik dan pemantauan geofisika, karena DInSAR menawarkan teknik yang efektif biaya dan luas area untuk mengamati deformasi di daerah tektonik aktif seperti Sumatera Barat.Namun, penelitian ini tunduk pada batasan, termasuk jendela observasi temporal yang relatif singkat, magnitudo gempa yang kecil, dan efek atmosfer dan noise yang mungkin mempengaruhi akurasi pergeseran.Penelitian masa depan harus mengintegrasikan data seri waktu yang lebih panjang, dataset SAR resolusi tinggi, dan informasi geodetik atau geologi komplementer untuk memperkuat interpretasi dan meningkatkan kekokohan.Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan signifikansi DInSAR sebagai kerangka metodologis yang andal untuk analisis deformasi permukaan dan kontribusinya yang potensial terhadap studi dan upaya mitigasi risiko terkait gempa bumi.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengintegrasikan data seri waktu yang lebih panjang, dataset SAR resolusi tinggi, dan informasi geodetik atau geologi komplementer untuk memperkuat interpretasi dan meningkatkan kekokohan hasil DInSAR. Selain itu, studi komparatif yang menyelidiki pengaruh atmosfer dan noise pada akurasi pergeseran dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman tentang batasan metode DInSAR. Terakhir, penelitian yang mengeksplorasi potensi DInSAR dalam mendeteksi deformasi permukaan yang terkait dengan peristiwa seismik moderat di daerah tektonik aktif lainnya dapat memberikan wawasan berharga tentang aplikasi metode ini dalam konteks yang berbeda.

  1. Co-Seismic Surface Deformation Associated with the 2 May 2025 Padang Panjang Earthquake Derived from... doi.org/10.35895/jpsi.2.1.1-11.2026Co Seismic Surface Deformation Associated with the 2 May 2025 Padang Panjang Earthquake Derived from doi 10 35895 jpsi 2 1 1 11 2026
  2. ANALISIS DEFORMASI PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE DInSAR (Differential Interferometry Synthetic Aperture... jge.eng.unila.ac.id/index.php/geoph/article/view/68ANALISIS DEFORMASI PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE DInSAR Differential Interferometry Synthetic Aperture jge eng unila ac index php geoph article view 68
  3. Radar interferometry and its application to changes in the Earth's surface - Massonnet - 1998... doi.org/10.1029/97RG03139Radar interferometry and its application to changes in the Earth apos s surface Massonnet 1998 doi 10 1029 97RG03139
Read online
File size940.53 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test