ARESTEARESTE

Applied Research in Science and TechnologyApplied Research in Science and Technology

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik abu terbang (fly ash) yang dihasilkan di PLTU Tarahan dan mengevaluasi potensinya untuk didaur ulang melalui tiga jalur pemanfaatan: produksi biosilika, aplikasi sebagai agen penstabil tanah, dan penggabungan ke dalam campuran kompos. Sampel diambil dari tiga lokasi berbeda dan dianalisis di laboratorium bersertifikasi menggunakan prosedur standar. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa abu terbang termasuk kelas F, dengan kandungan silika (SiO₂) tinggi dan kalsium oksida (CaO) rendah, menjadikannya bersifat pozzolanik tetapi tidak semen. Setiap jalur pemanfaatan dinilai dalam hal kompatibilitas teknis, kesiapan infrastruktur, persyaratan pra-perlakuan, potensi pasar, dan mitigasi risiko lingkungan. Temuan menunjukkan bahwa produksi biosilika menawarkan nilai tambah tinggi tetapi memerlukan teknologi ekstraksi kimia tingkat lanjut. Stabilisasi tanah menggunakan abu terbang dan kapur secara teknis layak untuk proyek infrastruktur internal dan reklamasi lahan, menawarkan manfaat langsung dengan perawatan minimal. Ketika dicampur dengan bahan organik seperti press mud atau dikombinasikan dengan enzim sampah, abu terbang juga meningkatkan kematangan kompos, kandungan nutrisi, dan aktivitas enzimatis.

Penelitian ini menunjukkan bahwa abu terbang yang dihasilkan oleh PLTU Tarahan memiliki karakteristik yang menjanjikan untuk digunakan sebagai bahan amandemen tanah, terutama karena kandungan silika yang tinggi, sifat alkali, dan tekstur yang mendukung proses dekomposisi.Tiga metode pemanfaatan yang diteliti—produksi biosilika, penggabungan ke dalam campuran kompos, dan aplikasi sebagai agen penstabil tanah—menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam meningkatkan ketersediaan nutrisi dan kualitas tanah.Diperlukan penelitian lebih lanjut melalui pengujian skala laboratorium dan pilot untuk mengevaluasi kinerja praktis dan keberlanjutan jangka panjang dari metode-metode ini.Selain itu, diperlukan penilaian komprehensif untuk menentukan pendekatan pemanfaatan yang paling tepat, dengan mengintegrasikan berbagai faktor teknis, lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk mengembangkan strategi pengelolaan abu terbang yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi potensi penggunaan abu terbang dalam kombinasi dengan mikroorganisme tertentu untuk meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi oleh tanaman. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode pra-perlakuan abu terbang yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk meningkatkan reaktivitasnya dalam proses stabilisasi tanah atau produksi biosilika. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi penggunaan abu terbang dalam sistem pertanian vertikal atau hidroponik, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti pH, kandungan nutrisi, dan potensi toksisitas logam berat. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat menghasilkan solusi inovatif dan berkelanjutan untuk pengelolaan abu terbang, yang tidak hanya mengurangi dampak lingkungan tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Read online
File size836.78 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test