ITENASITENAS

Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah LingkunganRekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan

American Hospital Association menyatakan bahwa rumah sakit adalah lembaga yang mencakup tenaga medis profesional dan fasilitas kesehatan tetap yang mengelola berbagai layanan kesehatan, termasuk pemeriksaan, diagnosis, dan pengobatan. Aktifitas rumah sakit berpotensi menghasilkan limbah cair, padat, dan gas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi hubungan antara aktivitas rumah sakit dan karakteristik pH, suhu, serta COD dalam limbah yang dihasilkan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik secara deskriptif, menggunakan uji korelasi Pearson untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH memiliki hubungan signifikan dengan jumlah pasien rawat inap (r = -0,840, p = 0,018). Karakteristik suhu tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan variabel lain, sementara COD menunjukkan hubungan signifikan dengan jumlah karyawan (r = -0,905, p = 0,005), yang berarti peningkatan jumlah karyawan berkorelasi dengan penurunan COD.

Nilai rata-rata pH air limbah di Rumah Sakit Mutiasari pada titik inlet adalah 9.8, yang melebihi batas standar pH limbah cair, yakni 6 hingga 9, menunjukkan bahwa limbah belum memenuhi persyaratan lingkungan.9°C, yang berada dalam batas maksimum yang diizinkan, menunjukkan bahwa suhu tidak menghambat efisiensi proses pengolahan.Namun, kadar Chemical Oxygen Demand (COD) pada inlet adalah 179 mg/l, melebihi ambang batas maksimum 100 mg/l, yang menunjukkan pencemaran organik signifikan dan perlunya pengolahan lebih lanjut untuk memenuhi standar lingkungan.Kandungan lemak dan minyak dari unit Laundry dan instalasi Gizi juga berkontribusi pada tingginya nilai COD.Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson, ditemukan bahwa hanya Jumlah Karyawan yang memiliki hubungan signifikan dengan konsentrasi COD (r = -0.Hubungan ini bersifat negatif, menunjukkan bahwa peningkatan jumlah karyawan berkorelasi dengan penurunan nilai COD.Sebaliknya, variabel Penggunaan Air Bersih (r = -0.375), Pasien Rawat Jalan (r = -0.141), dan Pasien Rawat Inap (r = 0.745) tidak menunjukkan adanya korelasi yang signifikan dengan COD.Oleh karena itu, dari keempat variabel yang diuji, hanya Jumlah Karyawan yang memiliki dampak signifikan terhadap kadar COD.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam tentang dampak lingkungan dan kesehatan dari kadar logam berat dalam air limbah rumah sakit. Pengukuran kadar logam berat seperti merkuri, timbal, kadmium, dan kromium dapat dilakukan dengan metode analisis yang tepat seperti AAS atau ICP-MS. Selain itu, pemantauan berkala dari berbagai titik sampel juga penting untuk memastikan hasil yang akurat. Berdasarkan hasil pengukuran, evaluasi dampak kesehatan dan lingkungan serta peningkatan sistem pengolahan limbah dapat dilakukan untuk memastikan limbah yang dibuang memenuhi standar lingkungan. Penelitian ini juga dapat dikembangkan dengan menganalisis hubungan antara aktivitas rumah sakit dan karakteristik lainnya dalam air limbah, seperti BOD (Biochemical Oxygen Demand) atau TSS (Total Suspended Solids), untuk memahami lebih lengkap tentang kualitas air limbah rumah sakit.

  1. Analisis Perubahan Karakteristik pH, Suhu dan COD Pada Air Limbah Rumah Sakit Terhadap Perubahan Jumlah... ejurnal.itenas.ac.id/index.php/rekayasahijau/article/view/12444Analisis Perubahan Karakteristik pH Suhu dan COD Pada Air Limbah Rumah Sakit Terhadap Perubahan Jumlah ejurnal itenas ac index php rekayasahijau article view 12444
  2. Rancang Bangun Mesin Pencacah Sampah Organik Rumah Tangga | Nugraha | Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi... doi.org/10.26760/jrh.v3i3.3428Rancang Bangun Mesin Pencacah Sampah Organik Rumah Tangga Nugraha Rekayasa Hijau Jurnal Teknologi doi 10 26760 jrh v3i3 3428
Read online
File size474.75 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test