RADEN FATAHRADEN FATAH

ALKIMIA : Jurnal Ilmu Kimia dan TerapanALKIMIA : Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi senyawa aktif daun teh hijau (Camellia sinensis) sebagai kandidat antibakteri terhadap Streptococcus mutans menggunakan metode in silico. Studi ini melibatkan docking molekuler dengan PyRx dan visualisasi interaksi ligand-protein dalam 3D menggunakan Biovia. Protein target yang digunakan adalah 3AIC, sementara senyawa yang diuji mencakup epicatechin gallate (ECG), epigallocatechin gallate (EGCG), dan epicatechin (EC). Hasil menunjukkan bahwa ECG menunjukkan afinitas pengikatan terkuat (-9,5 kcal/mol) dan memenuhi aturan Lipinski. Prediksi toksisitas mengklasifikasikan derivat katekin ke dalam kelas toksisitas 4 dan 6. Berdasarkan aktivitas biologis, senyawa katekin menunjukkan sifat antibakteri. Kesimpulannya, epicatechin gallate menunjukkan hasil menjanjikan sebagai kandidat antibakteri alami terhadap Streptococcus mutans.

Berdasarkan hasil penelitian, interaksi antara senyawa aktif daun teh hijau (Camellia sinensis) dan reseptor Glucosucrase (3AIC) dari Streptococcus mutans menunjukkan pembentukan ikatan kimia.Ikatan ini mencakup ikatan hidrogen, interaksi hidrofobik, dan interaksi elektrostatik, yang semuanya berkontribusi pada stabilitas kompleks antara senyawa aktif dan protein target.Hal ini menunjukkan bahwa senyawa dari daun teh hijau (Camellia sinensis) memiliki potensi sebagai agen antibakteri terhadap Streptococcus mutans.Senyawa epicatechin gallate (ECG) menunjukkan afinitas pengikatan tertinggi (-9,5 kcal/mol) dibandingkan dengan senyawa lainnya.Senyawa ini memenuhi aturan Lipinski, dikategorikan dalam kelas toksisitas IV, dan tidak bersifat hepatotoksik maupun karsinogenik.Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa senyawa dari daun teh hijau, khususnya epicatechin gallate (ECG), memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap Streptococcus mutans.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menguji efektivitas senyawa epicatechin gallate (ECG) secara in vivo untuk memastikan aktivitas antibakterinya pada kondisi biologis nyata. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi senyawa lain dalam daun teh hijau yang mungkin memiliki potensi antibakteri serupa atau lebih tinggi. Terakhir, penelitian juga sebaiknya mengevaluasi toksisitas jangka panjang dari senyawa tersebut untuk memastikan keamanannya sebagai alternatif pengobatan alami. Dengan menggabungkan pendekatan in silico dan eksperimen laboratorium, peneliti dapat mengembangkan formulasi obat yang lebih efektif dan aman untuk mengatasi resistensi bakteri Streptococcus mutans.

  1. Dentin - An Illustrated Guide to Oral Histology - Wiley Online Library. dentin illustrated guide histology... doi.org/10.1002/9781119669616.ch3Dentin An Illustrated Guide to Oral Histology Wiley Online Library dentin illustrated guide histology doi 10 1002 9781119669616 ch3
  2. Molecular interaction analysis and visualization of protein-ligand docking using Biovia Discovery Studio... doi.org/10.24198/ijcb.v2i1.46322Molecular interaction analysis and visualization of protein ligand docking using Biovia Discovery Studio doi 10 24198 ijcb v2i1 46322
Read online
File size456.96 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test