CENDEKIA UTAMA KUDUSCENDEKIA UTAMA KUDUS

Cendekia Journal of PharmacyCendekia Journal of Pharmacy

Pencernaan dalam tubuh yang bertugas memproses suatu makanan maupun minuman yang masuk ke dalam tubuh untuk kemudian diolah menjadi sebuah energy dibantu oleh bakteri baik. Staphylococcus aureus merupakan salah satu flora normal dalam tubuh manusia bila dalam jumlah yang berlebih dapat mengakibatkan patogen terhadap inangnya sehingga dapat membahayakan manusia. Salah satu penyebab bakteri pathogen adalah inflamasi lapisan mukosa dari struktur pada mulut seperti pipi, gusi, lidah, bibir dan atap atau dasar mulut atau dengan nama lain stomatitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa blimbi Linn.) dan daun belimbing manis (Averrhoa carambola Linn.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang dilakukan dengan cara ekstraksi menggunakan etanol 96% secara maserasi. Skrining fitokimia dilakukan dengan menggunakan metode uji tabung. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 60%, 75% dan 90%. Kontrol positif yang digunakan adalah disk ampicilin 10 μg dan kontrol negatif menggunakan DMSO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa blimbi Linn.) dan daun belimbing manis (Averrhoa carambola Linn.) dengan perbandingan 1:3, 2:2 dan 3:1 memiliki kandungan fenol, saponin, tanin dan flavonoid yang dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Perlu dilakukan pengembangan penelitian selanjutnya terhadap aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun belimbing wuluh.

Kombinasi ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa blimbii Linn.) dan daun belimbing manis (Averrhoa carambola Linn.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus penyebab sariawan dengan perbandingan konsentrasi ekstrak sebesar 1.1 menghasilkan zona hambatan sebesar 10,13 mm, 25,00 mm dan 29,33 mm.

Penelitian selanjutnya dapat diarahkan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa aktif spesifik yang memberikan efek antibakteri pada kombinasi ekstrak belimbing wuluh dan belimbing manis, sehingga dapat dipahami mekanisme kerja molekulnya. Selain itu, diperlukan uji in vivo terhadap keamanan dan efektivitas ekstrak tersebut pada model hewan atau klinis untuk menilai potensi terapi pada infeksi Staphylococcus aureus di jaringan mulut. Selanjutnya, studi formulasi topikal berupa gel atau krim yang mengandung rasio optimal ekstrak dapat dievaluasi kestabilan, daya lepas, serta kemampuan penetrasi pada jaringan mukosa, sehingga menghasilkan produk yang siap dikembangkan menjadi obat tradisional yang terstandarisasi.

Read online
File size127.24 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test