UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI

Jurnal Mahasiswa KesehatanJurnal Mahasiswa Kesehatan

Masalah gizi pada hakekatnya adalah masalah kesehatan masyarakat, dan penyebabnya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terkait satu dengan yang lainnya. Selain kebutuhan dalam aspek fisik, anak juga memerlukan bimbingan dan kasih sayang dari orang tua sehingga anak berhak untuk mendapatkan pengasuhan yang sebaik-baiknya karena salah satu faktor yang berperan penting dalam pemenuhan status gizi anak adalah pola asuh. Hasil survey pendahuluan pada 8 ibu yang memiliki balita, menunjukkan 62,5% balita mengalami gizi kurang karena di antara mereka tidak memperhatikan gizi pada makanan dan bersikap acuh ketika anak sulit makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pola asuh dengan status gizi pada balita. Metode penelitian yang digunakan yaitu analitik korelasional dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu sampel jenuh dengan jumlah 47 sampel. Pengolahan data menggunakan uji rank spearman dengan tingkat kemaknaan (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (70,2%) mempunyai pola asuh cukup baik dan sebagian besar responden (89,4%) mempunyai status gizi baik. Hasil uji rank spearman didapatkan nilai ρ = 0,001 < 0,05, berarti ada hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi pada balita. Semakin baik pola asuh orang tua, semakin normal status gizi anak. Diharapkan tenaga kesehatan memberikan penyuluhan tentang pentingnya pola asuh yang sesuai kebutuhan gizi anak dan melakukan penimbangan secara teratur untuk memantau status gizi anak.

Pola asuh pada balita di Posyandu Mennur Kelurahan Bujel Kota Kediri Tahun 2019 sebagian besar memiliki pola asuh makan cukup baik.Status gizi pada balita di lokasi yang sama sebagian besar berada dalam kategori baik.Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan status gizi pada balita di lokasi penelitian.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh keterlibatan ayah dalam pola asuh terhadap status gizi balita, mengingat penelitian ini lebih menekankan peran ibu, sehingga studi lanjutan dapat mengungkap kontribusi ayah dalam pengasuhan dan pemenuhan gizi. Kedua, perlu dikaji lebih dalam mengenai jenis makanan yang diberikan oleh pengasuh non-orang tua, seperti kakek/nenek atau asisten rumah tangga, karena hasil penelitian menyebutkan adanya penitipan anak yang mungkin memengaruhi pola asuh dan asupan gizi anak. Ketiga, penting untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan gizi yang diberikan di posyandu terhadap perubahan perilaku pengasuhan dan status gizi balita secara berkala, agar dapat diketahui apakah intervensi kesehatan masyarakat tersebut benar-benar mampu meningkatkan kualitas pola asuh dan gizi balita dalam jangka panjang. Studi-studi ini dapat memperdalam temuan saat ini dan menghasilkan strategi intervensi yang lebih komprehensif dan inklusif.

Read online
File size490.61 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test