UIMUIM

UIM | Qanuni : Journal of Indonesian Islamic Family LawUIM | Qanuni : Journal of Indonesian Islamic Family Law

Tradisi bhan-ghiban atau seserahan pernikahan di Desa Ombul, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang mengalami perubahan yang semakin menuntut kemewahan, sehingga menimbulkan beban bagi masyarakat, khususnya Generasi Z dengan kondisi ekonomi rendah. Penelitian ini berfokus pada dua permasalahan utama, yaitu praktik pelaksanaan adat bhan-ghiban dan persepsi Generasi Z terhadap tradisi tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan data primer melalui wawancara dan dokumentasi, serta data sekunder melalui kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik bhan-ghiban saat ini cenderung memberatkan pihak laki-laki karena menuntut seserahan yang mahal, sehingga sering menimbulkan hutang atau penundaan pernikahan, padahal sejatinya seserahan seharusnya tidak memberatkan demi terciptanya keluarga harmonis. Sementara itu, persepsi Generasi Z terhadap tradisi bhan-ghiban memperlihatkan adanya pergeseran nilai, meskipun mereka tetap menghargai dan menghormati tradisi tersebut sebagai bagian dari warisan budaya lokal.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik bhan-ghiban di Desa Ombul masih kuat, namun menimbulkan beban ekonomi bagi keluarga yang kurang mampu.Persepsi Gen Z terhadap tradisi ini menunjukkan adanya pergeseran nilai, di mana mereka menghargai tradisi namun juga mempertimbangkan aspek ekonomi dan kesederhanaan.Oleh karena itu, diperlukan adanya penyesuaian dalam pelaksanaan tradisi bhan-ghiban agar tidak memberatkan pihak laki-laki dan tetap menjaga nilai-nilai budaya lokal.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai dampak ekonomi dari tradisi bhan-ghiban terhadap kesejahteraan keluarga di Desa Ombul, dengan fokus pada analisis pengeluaran dan potensi utang yang timbul. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada bagaimana Gen Z mengkonstruksi makna baru dari tradisi bhan-ghiban, dengan mempertimbangkan nilai-nilai modern seperti kesetaraan gender dan keberlanjutan ekonomi. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam mengedukasi dan memfasilitasi dialog mengenai tradisi bhan-ghiban yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sehingga tradisi ini dapat tetap lestari namun tidak memberatkan masyarakat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan dan program yang mendukung kesejahteraan keluarga dan pelestarian budaya lokal di Desa Ombul dan daerah sekitarnya.

Read online
File size456.01 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test