UNSRATUNSRAT

SSJSSJ

Pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap obat tradisional dan obat modern berperan penting dalam menentukan pilihan pengobatan. Sebagian besar masyarakat memandang obat tradisional sebagai bagian dari warisan budaya yang identik dengan bahan alami dan keamanan empiris, sedangkan obat modern dianggap lebih ilmiah, efektif, dan telah teruji secara klinis. Namun, masih terdapat kesenjangan pengetahuan terkait pengujian klinis, standar dosis, penggunaan teknologi, serta efektivitas pengobatan antara kedua jenis obat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan dan persepsi masyarakat mengenai perbedaan antara obat tradisional dan obat modern di Sulawesi Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap beberapa informan masyarakat yang menggunakan kedua jenis obat. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola pandangan dan pemahaman masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat menilai obat tradisional belum teruji secara klinis, belum tersentuh teknologi modern, serta belum memiliki standar dosis yang pasti, dan efektivitasnya sering kali dikaitkan dengan istilah “kecocokan dan faktor sugesti. Sebaliknya, obat modern dianggap memiliki kepastian efektivitas karena telah melalui uji ilmiah dan didukung teknologi serta pengawasan mutu. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan tradisional dan ilmiah, namun hal ini membuka peluang untuk integrasi antara pengobatan tradisional dan modern. Pemerintah memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui edukasi, standardisasi, serta dukungan penelitian dan kebijakan kesehatan berbasis bukti. Integrasi tersebut diharapkan dapat menciptakan sistem pengobatan yang holistik, rasional, dan berakar pada kearifan lokal.

Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional dan modern masih dipengaruhi oleh budaya, pengalaman empiris, dan kepercayaan pribadi, sehingga terdapat kesenjangan antara tradisi dan ilmu pengetahuan.Kesempatan integrasi dapat diwujudkan melalui pengembangan obat herbal terstandar, kolaborasi antar tenaga medis dan pengobat tradisional, serta peningkatan literasi kesehatan untuk penggunaan obat secara rasional dan aman.Pemerintah berperan penting dengan menetapkan regulasi, program edukasi, dukungan penelitian, dan kerja sama lintas sektor guna menciptakan sistem kesehatan holistik yang berakar pada kearifan lokal.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas obat herbal terstandar (fitofarmaka) dibandingkan dengan obat modern dalam menangani penyakit umum di Sulawesi Utara, sehingga memberikan bukti klinis yang kuat untuk integrasi keduanya. Studi lain dapat menyelidiki faktor-faktor penghalang dan pendorong bagi tenaga kesehatan dalam mengadopsi praktik pengobatan integratif yang mengkombinasikan obat tradisional dan modern, termasuk persepsi profesional dan kebijakan institusional. Penelitian ketiga dapat mengkaji dampak program edukasi kesehatan digital berbasis komunitas terhadap peningkatan pengetahuan dan penggunaan obat tradisional yang aman di berbagai kelompok umur, dengan mengukur perubahan perilaku dan persepsi setelah intervensi. Dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang terintegrasi, ketiga studi ini diharapkan dapat memberikan landasan ilmiah bagi kebijakan yang lebih efektif dalam mengoptimalkan manfaat kedua jenis pengobatan. Selanjutnya, analisis biaya-manfaat dari integrasi obat tradisional dan modern dapat membantu pemerintah dalam alokasi sumber daya kesehatan secara efisien. Penelitian mengenai persepsi pasien terhadap kombinasi terapi tradisional‑modern juga dapat memperjelas kontribusi efek placebo dan faktor budaya terhadap hasil klinis. Akhirnya, pengembangan model pelatihan bagi praktisi tradisional dan medis yang berkolaborasi dapat diuji dalam skala pilot untuk menilai keberhasilan implementasi di lapangan. Semua usaha penelitian ini diharapkan dapat memperkuat fondasi integrasi pengobatan yang holistik, rasional, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

  1. Persepsi Masyarakat Terhadap Pengobatan Tradisional Ayam Ubek di Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah... journals.usm.ac.id/index.php/jdsb/article/view/9561Persepsi Masyarakat Terhadap Pengobatan Tradisional Ayam Ubek di Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah journals usm ac index php jdsb article view 9561
  2. Pemanfaatan Tumbuhan Obat Tradisional oleh Etnis Sangihe di Kepulauan Sangihe Bagian Selatan, Sulawesi... ejournal.unsrat.ac.id/index.php/bioslogos/article/view/21446Pemanfaatan Tumbuhan Obat Tradisional oleh Etnis Sangihe di Kepulauan Sangihe Bagian Selatan Sulawesi ejournal unsrat ac index php bioslogos article view 21446
  3. Persepsi dan Pengetahuan Masyarakat Mengenai Perbedaan Obat Tradisonal dan Obat Modern di Sulawesi Utara:... ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/ssj/article/view/64501Persepsi dan Pengetahuan Masyarakat Mengenai Perbedaan Obat Tradisonal dan Obat Modern di Sulawesi Utara ejournal unsrat ac v3 index php ssj article view 64501
  1. #pengetahuan masyarakat#pengetahuan masyarakat
  2. #persepsi masyarakat#persepsi masyarakat
Read online
File size326.58 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-3pr
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test