STIKES BHMSTIKES BHM

Mantra BhaktiMantra Bhakti

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global akibat meningkatnya kasus resistensi obat, khususnya terhadap isoniazid. Enzim enoyl-acyl carrier protein reductase (InhA) menjadi target penting karena berperan dalam biosintesis dinding sel Mycobacterium tuberculosis. Senyawa flavonoid seperti naringenin (aglikon) dan naringin (glikosida) berpotensi sebagai inhibitor InhA, namun perbandingan kelayakannya sebagai kandidat obat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan membandingkan afinitas ikatan Delta G Naringenin (aglikon) dan Naringin (glikosida) terhadap InhA PDB ID: 4TZK serta memprediksi profil kelayakan obat (LogP dan kepatuhan Lipinskis Rule) untuk mengidentifikasi kandidat obat yang paling realistis. Hasil molecular docking menunjukkan bahwa Naringin (glikosida) menghasilkan skor afinitas ikatan terbaik. Namun naringenin (aglikon) menunjukkan skor afinitas ikatan yang lebih baik dibandingkan kontrol positif (Isoniazid). Kesimpulan penelitian ini naringin unggul dalam skor binding energy mentah namun naringenin menjadi kandidat inhibitor InhA yang lebih baik karena mematuhi kriteria drug-likeness dan Lipinskis Rule sehingga naringenin menjadi lebih realistis untuk pengembangan obat anti-TBs.

Naringin menunjukkan skor binding energy mentah yang lebih baik, namun naringenin menjadi kandidat inhibitor InhA yang lebih baik karena mematuhi kriteria drug-likeness dan Lipinskis Rule.Dengan demikian, naringenin lebih realistis untuk pengembangan obat anti-TBs.Penelitian ini mengindikasikan potensi naringenin sebagai alternatif terapeutik dalam penanganan tuberkulosis, terutama mengingat tantangan resistensi obat yang semakin meningkat.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi in vitro untuk menguji aktivitas inhibitor InhA dari naringenin dan naringin terhadap berbagai strain Mycobacterium tuberculosis, termasuk strain yang resisten terhadap obat. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada modifikasi struktur naringenin untuk meningkatkan afinitas ikatannya terhadap InhA dan memperbaiki sifat farmakokinetiknya. Ketiga, investigasi mekanisme aksi naringenin sebagai inhibitor InhA pada tingkat molekuler dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang potensi terapeutiknya dan mengidentifikasi target interaksi spesifik yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan obat yang lebih efektif.

  1. DOI Name 10.1021 Values. name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin namespace... doi.org/10.1021DOI Name 10 1021 Values name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin namespace doi 10 1021
  1. #molecular docking#molecular docking
  2. #obat anti hipertensi#obat anti hipertensi
Read online
File size546.13 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-3ma
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test