LINKPUBLINKPUB
Jurnal MasyarakatJurnal MasyarakatPendahuluan: Kehamilan risiko tinggi meningkatkan terjadinya bayi lahir premature, Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), abortus, partus lama, Hemorrhagic Post Partum (HPP), eklamsi atau preeklamsi, Intrauterin Fetal Death (IUFD), dan lain sebagainya bahkan kematian. Upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak serta penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi diperlukan kerja sama oleh berbagai sektor, seperti Antenatal Care terpadu, kelas ibu hamil, kolaborasi dengan ahli gizi, dan dokter kandungan. Tujuan: Optimalisasi pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi tentang kehamilan risiko tinggi dalam bentuk kuesioner pre-test, pemberian edukasi, dan post-test. Edukasi ini diikuti oleh 20 ibu hamil di Pustu Kelompang Gubug Kecamatan Tambak Kabupaten Gresik kemudian dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Pengetahuan ibu hamil saat pretest dalam kategori baik yaitu 4 ibu hamil (20%) dan saat posttest 16 ibu hamil (80%) dengan pengetahuan baik. Kesimpulan: Pengetahuan ibu hamil tentang risiko tinggi kehamilan dapat ditingkatkan dengan seringnya diberikan eduksi. Diharapkan dengan adanya penyuluhan ini ibu hamil dapat mengerti pencegahan, faktor risiko, atau deteksi dini kehamilan risiko tinggi.
13 responden (60%) memiliki pengetahuan dalam kategori kurang.3 responden (15%) memiliki pengetahuan dalam kategori cukup.dan 4 responden (20%) memiliki pengetahuan dalam kategori baik.Hal ini menunjukkan bahwa hampir semua responden memiliki pengetahuan dalam kategori baik (16 responden, atau 80%) dan pengetahuan dalam kategori cukup (4 responden, atau 20%).Pemantauan dan evaluasi harus dilakukan secara sistematis dan kooperatif untuk menilai dan mengevaluasi perkembangan kesehatan ibu hamil setelah masyarakat diberi informasi tentang risiko tinggi ibu hamil.
Penelitian selanjutnya dapat menguji dampak jangka panjang program edukasi risiko tinggi kehamilan dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam lokasi Puskesmas, sehingga dapat menilai apakah peningkatan pengetahuan berlanjut pada penurunan komplikasi maternal dan neonatal. Selain itu, studi komparatif antara metode edukasi tradisional tatap muka dengan aplikasi mobile berbasis kecerdasan buatan dapat mengidentifikasi pendekatan paling efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kepatuhan ibu hamil terhadap deteksi dini risiko. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi peran keterlibatan suami atau pasangan dalam program edukasi, dengan merancang intervensi yang melibatkan kedua pihak untuk menilai kontribusi dukungan keluarga terhadap pengetahuan dan perilaku pencegahan risiko tinggi selama kehamilan.
| File size | 257.74 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 32,0% remaja putri mengalami anemia di Indonesia. Anemia menyebabkan dampak negatif jangka pendek dan jangka panjangHasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 32,0% remaja putri mengalami anemia di Indonesia. Anemia menyebabkan dampak negatif jangka pendek dan jangka panjang
STIKMARSTIKMAR Mayoritas responden memiliki pengetahuan yang kurang dan praktik SADARI yang rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengetahuan yang lebih baik berkorelasiMayoritas responden memiliki pengetahuan yang kurang dan praktik SADARI yang rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengetahuan yang lebih baik berkorelasi
UNARUNAR Ibu yang melakukan IMD cenderung memberikan ASI Eksklusif. Oleh karena itu, penting untuk mempertahankan dan meningkatkan praktik IMD untuk mendukung keberhasilanIbu yang melakukan IMD cenderung memberikan ASI Eksklusif. Oleh karena itu, penting untuk mempertahankan dan meningkatkan praktik IMD untuk mendukung keberhasilan
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Ibu hamil yang mengalami anemia mengalami penurunan suplai oksigen ke sel-sel tubuh dan otak. Secara umum, anemia pada ibu hamil disebabkan oleh kurangnyaIbu hamil yang mengalami anemia mengalami penurunan suplai oksigen ke sel-sel tubuh dan otak. Secara umum, anemia pada ibu hamil disebabkan oleh kurangnya
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Hasil: Tidak ada hubungan bermakna antara asfiksia dengan umur ibu (p = 0,424), namun ada hubungan bermakna dengan umur kehamilan (p = 0,000) dan beratHasil: Tidak ada hubungan bermakna antara asfiksia dengan umur ibu (p = 0,424), namun ada hubungan bermakna dengan umur kehamilan (p = 0,000) dan berat
UNIBAUNIBA Latar Belakang: Ikterus neonatorum adalah perubahan warna kuning pada kulit, konjungtiva, dan sklera bayi akibat dari peningkatan kadar bilirubin dalamLatar Belakang: Ikterus neonatorum adalah perubahan warna kuning pada kulit, konjungtiva, dan sklera bayi akibat dari peningkatan kadar bilirubin dalam
UNIGRESUNIGRES Hasil dari penelitian menunjukkan pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil (52 %) cukup baik, pelaksanaan senam hamil (68 %) cukup baik. Berdasar ujiHasil dari penelitian menunjukkan pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil (52 %) cukup baik, pelaksanaan senam hamil (68 %) cukup baik. Berdasar uji
UNIGRESUNIGRES Populasi dalam penelitian ini adalah 30 bayi yang diambil dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dan besar sampel yang digunakan adalah 28 bayi.Populasi dalam penelitian ini adalah 30 bayi yang diambil dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dan besar sampel yang digunakan adalah 28 bayi.
Useful /
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Nutrisi seimbang selama periode ini sangat menentukan kesehatan dan perkembangan anak di masa depan. Ibu memegang peran sentral dalam memenuhi kebutuhanNutrisi seimbang selama periode ini sangat menentukan kesehatan dan perkembangan anak di masa depan. Ibu memegang peran sentral dalam memenuhi kebutuhan
AHMADDAHLANAHMADDAHLAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengalaman berkesan, kepuasan pelanggan, dan loyalitas pelanggan pada penginapan berbasis aplikasiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengalaman berkesan, kepuasan pelanggan, dan loyalitas pelanggan pada penginapan berbasis aplikasi
UBMUBM XP sedikit lebih efisien dalam penyelesaian fungsi per satuan waktu dan lebih adaptif terhadap perubahan. Namun, Scrum tetap unggul dalam stabilitas awalXP sedikit lebih efisien dalam penyelesaian fungsi per satuan waktu dan lebih adaptif terhadap perubahan. Namun, Scrum tetap unggul dalam stabilitas awal
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Metode: Penelitian ini menggunakan Deskriptif Analitik dengan pendekatan cross Sectional. Sampel responden 40 orang, total sampling. Pengumpulan data menggunakanMetode: Penelitian ini menggunakan Deskriptif Analitik dengan pendekatan cross Sectional. Sampel responden 40 orang, total sampling. Pengumpulan data menggunakan