JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD

Jurnal Akademika KimiaJurnal Akademika Kimia

Limbah ikan dan feses ayam broiler merupakan limbah organik yang kurang dimanfaatkan; tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kadar nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K) yang terkandung dalam pelet dari limbah ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang difermentasi menggunakan perekat dari feses ayam broiler. Kadar nitrogen ditentukan menggunakan kolorimeter, kadar fosfor ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, dan kadar kalium ditentukan menggunakan fotometer nyala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis nitrogen, fosfor, dan kalium pada pelet dari fermentasi limbah ikan cakalang diperoleh rata-rata 4,2 %, 2,21 %, dan 3,85 %, berturut-turut.

Berdasarkan perhitungan penentuan kadar nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K) pada pelet dari fermentasi limbah ikan cakalang menggunakan perekat feses ayam broiler, dapat disimpulkan bahwa kadar nitrogen adalah 4,2 %, kadar fosfor adalah 2,21 %, dan kadar kalium adalah 3,85 % pada sampel pupuk organik pelet.Penelitian ini menunjukkan potensi limbah ikan sebagai sumber nutrisi yang dapat diolah menjadi pupuk organik.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas pupuk organik pelet ini terhadap pertumbuhan tanaman secara spesifik, dengan mempertimbangkan berbagai jenis tanaman dan kondisi tanah yang berbeda. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada optimasi proses fermentasi dengan variasi parameter seperti jenis mikroorganisme, durasi fermentasi, dan rasio limbah ikan terhadap perekat feses ayam broiler, untuk meningkatkan kandungan nutrisi dan kualitas pupuk organik. Ketiga, penelitian dapat mengkaji potensi penambahan bahan organik lain seperti biochar atau kompos untuk meningkatkan kemampuan pupuk dalam menahan air dan menyediakan nutrisi secara berkelanjutan bagi tanaman.

Read online
File size406.93 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test