RADEN FATAHRADEN FATAH

ALKIMIA : Jurnal Ilmu Kimia dan TerapanALKIMIA : Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan

Kesehatan, nutrisi, kesehatan mental, dan proses lain seperti sistem kekebalan, reproduksi, dan kemampuan kognitif dapat terpengaruh oleh kurang gizi. Penguatan makanan, atau penambahan nutrisi tertentu ke dalam makanan, dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah ini. Bahan makanan seperti tulang ikan patin dan ampas kelapa dapat diperkaya. Bahan-bahan ini dapat diubah menjadi tepung untuk menciptakan sumber nutrisi yang sehat. Tubuh membutuhkan kalsium untuk pertumbuhan, yang tulang ikan patin dan ampas kelapa mengandung dalam jumlah signifikan. Dengan memanfaatkan potensi lokal tulang ikan patin dan ampas kelapa, penelitian ini bertujuan memberikan penguatan gizi pada makanan. Selanjutnya, kandungan kelembapan, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan serat dianalisis. Temuan analisis menunjukkan bahwa tepung tulang ikan patin dan ampas kelapa memiliki kandungan air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan serat masing-masing sebesar 3,02%, 6,29%, 6,21%, 20,89%, 64,08%, dan 6,58%. Berdasarkan temuan penelitian ini, dapat dikatakan bahwa kue yang mengandung tepung tulang ikan patin dan ampas kelapa memiliki nilai gizi tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu inovasi makanan untuk mendukung inisiatif memberikan nutrisi mikronutrien yang diperlukan tubuh.

Substitusi tepung tulang ikan patin dan ampas kelapa berdampak pada kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan serat kasar dalam kue.Formulasi kue dengan rasio 37,5g tepung tulang ikan patin.37,5g tepung ampas kelapa dan 175g tepung terigu merupakan formulasi terpilih dengan kandungan protein tinggi, sehingga memiliki potensi sebagai sumber memenuhi kebutuhan mikronutrien tubuh.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan bahan baku lain seperti tulang ikan laut untuk penguatan gizi kue. Selain itu, studi tentang efek metode pengolahan berbeda terhadap kandungan nutrisi kue yang diperkaya dapat dikembangkan. Riset juga perlu dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang konsumsi kue fortifikasi terhadap kesehatan masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan nutrisi mikronutrien secara berkelanjutan.

  1. Properties of bone from Catfish heads and frames - Bechtel - 2019 - Food Science & Nutrition - Wiley... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/fsn3.974Properties of bone from Catfish heads and frames Bechtel 2019 Food Science Nutrition Wiley onlinelibrary wiley doi 10 1002 fsn3 974
  2. PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG AMPAS KELAPA DENGAN TEPUNG TAPIOKA TERHADAP COOKIES | JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN.... doi.org/10.32520/jtp.v4i2.82PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG AMPAS KELAPA DENGAN TEPUNG TAPIOKA TERHADAP COOKIES JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN doi 10 32520 jtp v4i2 82
  3. Nutritional Content Analysis of Fortified Cookies from "Patin" bone flour waste and coconut... jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/alkimia/article/view/14807Nutritional Content Analysis of Fortified Cookies from Patin bone flour waste and coconut jurnal radenfatah ac index php alkimia article view 14807
Read online
File size486.08 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test