RADEN FATAHRADEN FATAH

ALKIMIA : Jurnal Ilmu Kimia dan TerapanALKIMIA : Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan

Daun telang adalah tanaman yang mudah ditemukan dan mengandung flavonoid, flavanol, kaempferol, quercetin, dan myrisetin. Dari hasil berbagai penelitian, daun telang memiliki pengaruh farmakologis sebagai antimikroba, salah satunya untuk pengobatan demam tifoid (tifus). Demam tifoid masih merupakan penyakit endemik di Indonesia dan penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas ekstrak dan fraksi telang terhadap pertumbuhan Salmonella typhi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium. Pengujian dilakukan dengan cara mengekstrak daun telang dengan metode makerasion, kemudian diuapkan dengan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak yang pekat dan kemudian difraksinasi menggunakan pelarut organik n-heksana, kloroform, dan asetat etil. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi terhadap bakteri Salmonella typhi dilakukan dengan metode difusi cakram. Hasil menunjukkan bahwa fraksi asetat etil menunjukkan zona hambat yang paling kuat dibandingkan ekstrak etanol terhadap Salmonella typhi. Fraksi asetat etil mampu menghasilkan daya hambat sebesar 18,4 mm, sedangkan ekstrak daun telang hanya menghambat 15,5 mm pada kategori sedang. Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa fraksi asetat etil dan ekstrak etanol efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi, sedangkan fraksi n-heksana, air, dan kloroform menunjukkan aktivitas antibakteri yang lemah.

Fraksi asetat etil daun telang memiliki aktivitas antibakteri tertinggi terhadap S.typhi dibandingkan fraksi heksana, kloroform, air, dan ekstrak etanol.Keberadaan sifat sinergis antara metabolit sekunder pada fraksi asetat etil menyebabkan fraksi memiliki aktivitas antibakteri tertinggi pada S.Oleh karena itu, skrining fitokimia harus dilakukan menggunakan metode kromatografi lapisan tipis (TLC) sebagai uji lanjutan untuk memastikan kehadiran kelas senyawa dalam ekstrak dan fraksi daun telang.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan skrining fitokimia menggunakan kromatografi lapisan tipis (TLC) untuk mengidentifikasi kelas senyawa dalam ekstrak dan fraksi daun telang. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada mekanisme aksi senyawa individu atau kombinasi mekanisme senyawa yang terkandung dalam ekstrak dan fraksi daun telang. Studi lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi sinergis antara metabolit sekunder dalam fraksi asetat etil daun telang dan mengidentifikasi senyawa aktif yang bertanggung jawab atas aktivitas antibakteri yang kuat terhadap S. typhi.

  1. SKRINING FITOKIMIA DAN UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) TERHADAP BAKTERI... journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/263SKRINING FITOKIMIA DAN UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN BUNGA TELANG Clitoria ternatea L TERHADAP BAKTERI journal ubpkarawang ac mahasiswa index php buanafarma article view 263
  2. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kacapiring (Gardenia augusta Merr.) dan Fraksinya Terhadap... pji.ub.ac.id/index.php/pji/article/view/194Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kacapiring Gardenia augusta Merr dan Fraksinya Terhadap pji ub ac index php pji article view 194
Read online
File size335.22 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test