UnimorUnimor

JASJAS

Telur ayam merupakan bahan pangan hewani yang banyak dikonsumsi karena nilai gizi tinggi dan harga terjangkau. Potensi kontaminasi mikroorganisme patogen seperti Salmonella sp. dan koliform pada telur menjadi perhatian utama dalam keamanan pangan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas mikrobiologis telur yang dijual di Pasar Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, menggunakan parameter Total Plate Count (TPC), koliform, dan keberadaan Salmonella sp. Hasil menunjukkan rata-rata TPC <1,0 × 10² CFU/gram dan koliform <3,6 CFU/gram, sesuai standar SNI 3926:2008, mengindikasikan bahwa telur berada dalam kondisi higienis selama distribusi dan penyimpanan. Semua sampel negatif terhadap Salmonella sp., mencerminkan praktik penanganan yang baik oleh para pedagang telur sehingga rendah dari potensi risiko terhadap penyakit bawaan makanan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa telur yang dijual di Pasar Tamiang Layang memenuhi standar keamanan pangan SNI 3926.2008, dengan TPC <1,0 × 10² CFU/gram dan koliform <3,6 CFU/gram, menandakan kondisi higienis dan risiko kontaminasi rendah.Pengujian menggunakan Kit Compact Dry SL juga menunjukkan bahwa semua sampel negatif terhadap Salmonella sp.Meskipun demikian, monitoring rutin dan edukasi bagi pedagang serta konsumen tetap diperlukan untuk menjaga kualitas mikrobiologis dan mencegah potensi kontaminasi di rantai distribusi.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang praktik biosekuriti di peternakan ayam dan pengaruhnya terhadap kualitas mikrobiologis telur. Selain itu, penelitian tentang efektivitas metode pembersihan telur sebelum dijual juga dapat menjadi fokus, terutama dalam mengurangi kontaminasi koliform. Terakhir, studi tentang pengaruh suhu penyimpanan terhadap pertumbuhan bakteri patogen seperti Salmonella sp. pada telur dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang strategi pengendalian kontaminasi mikrobiologis.

Read online
File size234.04 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test