JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD
Jurnal Akademika KimiaJurnal Akademika KimiaTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan proses sains siswa dengan menerapkan model pembelajaran penemuan (discovery learning) pada materi koloid siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Ampibabo. Metode penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari siswa kelas XI IPA A sebagai kelas eksperimen 1 yang direncanakan 30 siswa, dan kelas XI IPA B sebagai kelas eksperimen 2 yang juga berjumlah 30 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes keterampilan proses sains, lembar observasi aktivitas siswa (diukur menggunakan enam aspek, yaitu observasi, bertanya, membuat hipotesis, klasifikasi, interpretasi data, dan komunikasi) serta kuesioner respon siswa. Hasil penelitian diperoleh dari nilai tes keterampilan proses sains, pretest, dan posttest kedua kelas; yaitu, rata-rata nilai pretest untuk kelas XI IPA A adalah 11,66% dan kelas XI IPA B adalah 13,3%, sedangkan rata-rata nilai posttest diperoleh dari kelas XI IPA A sebesar 75,48% dan kelas XI IPA B sebesar 75,97%. Hasil analisis dari enam aspek keterampilan proses sains siswa di kelas XI IPA A diperoleh rata-rata 75,52% dan kelas XI IPA B diperoleh rata-rata 78,64%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran penemuan dapat meningkatkan keterampilan siswa pada materi koloid di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Ampibabo. Hal ini terlihat dari proporsi rata-rata respon siswa sebesar 90,61% yang sangat setuju dengan model pembelajaran penemuan.
Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning) meningkatkan keterampilan proses sains siswa, yang ditunjukkan oleh persentase rata-rata di enam aspek yang diamati.bertanya, membuat hipotesis, observasi, klasifikasi, interpretasi data, dan komunikasi.Hasil analisis berdasarkan lembar observasi di kelas XI IPA A adalah 75,52%, dan kelas XI IPA B adalah 78,64%.Hasil analisis berdasarkan respon siswa di kelas XI IPA A menunjukkan persentase 90,16%, dan kelas XI IPA B 90,91% dengan kategori Sangat Setuju.
Saran penelitian lanjutan dapat berfokus pada eksplorasi lebih mendalam mengenai efektivitas model pembelajaran Discovery Learning dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan penelitian quasi-eksperimen atau eksperimen sejati dengan kelompok kontrol di SMA Negeri 1 Ampibabo atau sekolah serupa, guna membandingkan secara lebih rigorous dampak model Discovery Learning terhadap keterampilan proses sains siswa dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional atau model lain. Ini akan memberikan bukti kausalitas yang lebih kuat tentang efektivitas model tersebut. Kedua, mengingat bahwa keterampilan proses sains siswa, khususnya dalam membuat pertanyaan dan hipotesis, membutuhkan kehati-hatian, penelitian selanjutnya bisa menyelidiki bagaimana variasi implementasi model Discovery Learning (misalnya, dengan penekanan lebih pada scaffolding guru dalam fase perumusan masalah) dapat secara spesifik meningkatkan aspek-aspek keterampilan tersebut. Mengidentifikasi teknik scaffolding yang paling efektif akan sangat berharga. Ketiga, untuk memahami keberlanjutan dampak positif model ini, penelitian jangka panjang (longitudinal) perlu dilakukan untuk mengukur retensi keterampilan proses sains dan pemahaman konsep koloid siswa dalam periode waktu yang lebih lama setelah intervensi. Hal ini penting untuk mengatasi masalah bahwa konsep kimia seringkali tidak bertahan lama. Selain itu, investigasi tentang bagaimana karakteristik siswa yang berbeda (misalnya, gaya belajar atau tingkat motivasi awal) berinteraksi dengan model Discovery Learning dan memengaruhi hasil pembelajaran juga akan memberikan wawasan yang berharga untuk personalisasi pendidikan.
| File size | 553.91 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dan sampelnya terdiri dari seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sindue, yang mencakup tiga kelas: XI MIAPenelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dan sampelnya terdiri dari seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sindue, yang mencakup tiga kelas: XI MIA
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 dari ekstrak Acalypha indica L adalah 41,259 ppm, sedangkan nilai IC50 dari vitamin C sebagai perbandinganHasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 dari ekstrak Acalypha indica L adalah 41,259 ppm, sedangkan nilai IC50 dari vitamin C sebagai perbandingan
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis nitrogen, fosfor, dan kalium pada pelet dari fermentasi limbah ikan cakalang diperoleh rata-rata 4,2 %, 2,21Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis nitrogen, fosfor, dan kalium pada pelet dari fermentasi limbah ikan cakalang diperoleh rata-rata 4,2 %, 2,21
PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING The analysis focuses on three main themes: the manifestation of majority authoritarianism in Islamic education, the conceptual foundations of multicultural-basedThe analysis focuses on three main themes: the manifestation of majority authoritarianism in Islamic education, the conceptual foundations of multicultural-based
UPBUPB 25 tillers), and J3 resulted in the highest fresh weight (40.25 g). These findings indicate that rice straw compost at 50–60 g/polybag effectively enhances25 tillers), and J3 resulted in the highest fresh weight (40.25 g). These findings indicate that rice straw compost at 50–60 g/polybag effectively enhances
JURNALBKJURNALBK (2-tailed) sebesar 0,000 dan 0,015, sehingga H0 ditolak dan H3 diterima. Penggunaan metode peer teaching memengaruhi pemahaman konsep dan sikap ilmiah(2-tailed) sebesar 0,000 dan 0,015, sehingga H0 ditolak dan H3 diterima. Penggunaan metode peer teaching memengaruhi pemahaman konsep dan sikap ilmiah
USNSJUSNSJ Sumber data penelitian ini adalah pengukuran lembar observasi pada Siklus I, Siklus II, dan Siklus III. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisisSumber data penelitian ini adalah pengukuran lembar observasi pada Siklus I, Siklus II, dan Siklus III. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis
SKILLERINDONESIASKILLERINDONESIA Populasi penelitian adalah siswa kelas VII MTs NW Tebaban. Dengan menggunakan teknik penarikan sampel acak, dua kelas diperoleh sebagai kelas sampel, yaituPopulasi penelitian adalah siswa kelas VII MTs NW Tebaban. Dengan menggunakan teknik penarikan sampel acak, dua kelas diperoleh sebagai kelas sampel, yaitu
Useful /
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Penelitian ini menyoroti potensi pemanfaatan belimbing wuluh, buah yang seringkali terbuang karena umur simpan yang pendek, sebagai sumber asam sitrat.Penelitian ini menyoroti potensi pemanfaatan belimbing wuluh, buah yang seringkali terbuang karena umur simpan yang pendek, sebagai sumber asam sitrat.
JURNALEQUIVALENTJURNALEQUIVALENT Komunikasi interaktif yang melibatkan langsung komunitas, seperti kampanye penelusuran rumah dan pertemuan publik, terbukti memperkuat hubungan antaraKomunikasi interaktif yang melibatkan langsung komunitas, seperti kampanye penelusuran rumah dan pertemuan publik, terbukti memperkuat hubungan antara
JURNALEQUIVALENTJURNALEQUIVALENT Pada metode KP-01, rata-rata kebutuhan irigasi mencapai 0,85 lt/detik/ha, dengan kebutuhan tertinggi sebesar 2,01 lt/detik/ha (November I) dan terendahPada metode KP-01, rata-rata kebutuhan irigasi mencapai 0,85 lt/detik/ha, dengan kebutuhan tertinggi sebesar 2,01 lt/detik/ha (November I) dan terendah
POLTEK STPAULPOLTEK STPAUL Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laporan keuangan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat likuiditas dan profitabilitas sebagai hasil kinerjaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis laporan keuangan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat likuiditas dan profitabilitas sebagai hasil kinerja