UNIVPGRI PALEMBANGUNIVPGRI PALEMBANG

Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya PerairanJurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan

Perbedaan kondisi lingkungan tempat hidup ikan putak Notopterus notopterus dapat mempengaruhi distribusi dan variasi morfologi ikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik morfometrik, meristik dan nisbah kelain Ikan putak di Sumatera Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang bersifat deskriptif dengan menggunakan Ikan putak sebagai objek penelitian. Pengambilan sampel ikan putak dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling pada 3 stasiun tempat pengambilan sampel, yaitu stasiun 1 penampungan ikan putak yang ada di desa Epil Kabupaten Musi Banyuasin, Stasiun 2 terletak di BBI Sukarela Kabupaten Banyuasin, dan Stasiun 3 tengkulak ikan putak yang terletak di Sianjur 3 Kota Palembang. Sampel yang diperoleh diamati mengunakan acuan penelitian terdahulu dan diolah dengan analisis sederhana hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga stasiun tersebut, ada 11 karakter yang sama yang menunjukkan status alometrik positif, yaitu lebar kepala (HW), jarak antara sirip anal dan perut (PEFL), panjang sirip punggung (DFL), lebar sirip dubur bagian atas (NAFL), lebar sirip punggung (NPF), kedalaman kepala (HD), lebar sirip dubur (AFW), tinggi badan (BD), jarak linea lateralis ke tubuh bagian bawah (DLB), jarak linea lateralis bagian atas (DLU), dan lebar tulang sirip punggung (DSW). Disamping itu 3 stasiun tersebut ada 3 karakter yang dengan status hubungan kuat, yaitu panjang standar (SL), panjang sirip punggung (DFL), dan lebar sirip punggung (NPF). Berdasarkan data tersebut pada stasiun 1 dan 3 menunjukkan perbandingan jenis kelamin didominasi oleh ikan putak jantan sehingga dapat dikatakan populasi ikan putak di stasiun 1 dan 3 tidak ideal.

Karakteristik morfometrik ikan putak di ketiga stasiun menunjukkan adanya variasi status pertumbuhan, termasuk alometrik positif, negatif, dan isometrik, dengan korelasi yang bervariasi antara kuat, sedang, dan lemah.Karakteristik meristik tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar stasiun.Rasio jenis kelamin tidak seimbang di stasiun 1 dan 3 (1.0,25), sementara di stasiun 2 rasio mendekati keseimbangan (1.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana variasi morfometrik dan meristik ikan putak berubah sepanjang tahun pada setiap stasiun, sehingga dapat mengidentifikasi pengaruh musiman terhadap pertumbuhan dan struktur tubuh ikan. Selain itu, penggunaan teknik DNA barcoding bersama analisis genetik populasi dapat membantu mengungkap struktur genetik serta tingkat diversitas antar populasi ikan putak di tiga kabupaten, memberikan wawasan tentang konektivitas dan potensi isolasi genetik. Selanjutnya, studi komprehensif mengenai faktor lingkungan seperti suhu, pH, salinitas, dan kecepatan aliran air dapat dianalisis secara kuantitatif untuk menentukan hubungan sebab‑akibat antara kondisi habitat dan karakteristik morfometrik, sehingga memberikan dasar ilmiah bagi upaya konservasi dan pengelolaan stok ikan putak yang lebih efektif.

Read online
File size416.95 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test