UNIVPGRI PALEMBANGUNIVPGRI PALEMBANG

Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya PerairanJurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap daya tetas artemia dekapsulasi. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan A artemia dekapsulasi dengan salinitas 20 ppt, perlakuan B artemia dekapsulasi dengan salinitas 25 ppt, perlakuan C artemia dekapsulasi salinitas 30 ppt dan kontrol penetasan artemia non dekapsulasi salinitas 30 ppt. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan antar perlakuan. Daya tetas tertinggi terdapat pada perlakuan C yaitu Artemia dekapsulasi dengan salinitas 30 ppt sebesar 88,55%, daya tetas perlakuan B sebesar 68,51%, daya tetas perlakuan A sebesar 54,98%, dan kontrol menunjukkan daya tetas paling rendah yaitu sebesar 51,51%. Proses dekapsulasi dengan kadar Salinitas berbeda dalam proses penetasan siste artemia mempengaruhi daya tetas artemia. Artemia dekapsulasi dengan media penetasan bersalinitas 30 ppt mampu meningkatkan daya tetas sebesar 37,04% dari perlakuan kontrol.

Simpulan dari penelitian ini adalah proses dekapsulasi dengan kadar Salinitas berbeda dalam proses penetasan sistе artemia mempengaruhi hatching rate artemia.Perlakuan C penetasan artemia dengan proses dekapsulasi dan kadar salinitas 30 ppt mampu meningkatkan hatching rate sebesar 37,04% dari perlakuan kontrol.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh proses dekapsulasi terhadap tingkat kelangsungan hidup (survival rate) serta komposisi nutrisi Artemia setelah menetas, sehingga dapat diketahui apakah metode dekapsulasi meningkatkan kualitas pakan bagi larva udang dan ikan. Selain itu, diperlukan studi untuk menentukan rentang salinitas optimal yang lebih luas, misalnya menguji salinitas 35‑45 ppt serta variasi durasi perendaman dekapsulasi, guna memahami bagaimana kombinasi faktor tersebut memengaruhi laju penetasan dan pertumbuhan awal Artemia. Penelitian selanjutnya juga dapat membandingkan efektivitas bahan kimia dekapsulasi alternatif, seperti variasi konsentrasi kalium persulfat atau penggunaan agen enzimatik, terhadap tingkat hatching dan kesehatan embrio, sehingga dapat ditemukan prosedur yang lebih aman dan efisien. Seluruh penelitian ini sebaiknya menggunakan desain acak lengkap dengan replikasi yang memadai serta mengukur parameter kualitas air secara lebih detail, termasuk suhu, pH, dan kadar oksigen terlarut, untuk mengurangi variabilitas hasil. Dengan mengintegrasikan hasil-hasil tersebut, diharapkan dapat dikembangkan protokol dekapsulasi yang optimal baik dari segi efisiensi penetasan maupun peningkatan nilai gizi Artemia sebagai pakan hidup.

Read online
File size315.61 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test