UNIVPGRI PALEMBANGUNIVPGRI PALEMBANG

Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya PerairanJurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan

Lobster pasir (Panulirus homarus) adalah jenis lobster dengan nilai ekonomi penting di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kedalaman lokasi penangkapan puerulus lobster pasir (P. homarus) terhadap kualitas benih di perairan Labangka, Nusa Tenggara Barat. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor, yaitu lokasi penangkapan dan kedalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lokasi penangkapan tidak memiliki pengaruh signifikan (P>0,05) terhadap tingkat kelangsungan hidup dan perubahan bobot biomassa lobster. Namun, faktor kedalaman dan waktu pengamatan memiliki pengaruh signifikan (P<0,05) terhadap TKH dan perubahan bobot biomassa lobster. TKH tertinggi terdapat pada pantai Semara (tengah) dengan kelangsungan hidup mencapai 60-100%. Biomassa terendah terdapat pada pantai Semara (pinggir) dengan nilai 0.198±0,001 gram. Benih lobster yang berkualitas baik berada pada pantai Semara dengan TKH 60-100% dan biomassa 0,001 gram, serta berada pada kedalaman 28-30 meter (tengah) dengan TKH berkisar 31,1%-95,5%.

Lokasi benih lobster yang berkualitas baik berada pada pantai Semara dengan nilai TKH mencapai 60-100% dan biomassa terendah 0,198±0,001 gram.Lokasi penangkapan yang baik untuk benih lobster berada pada kedalaman 28-30 meter (tengah), dengan nilai TKH berkisar 31,1% hingga 95,5%.Dengan demikian, kedalaman menengah di pantai Semara memberikan kondisi optimal untuk produksi benih lobster pasir.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh variasi konsentrasi formalin terhadap tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih lobster pada kedalaman yang berbeda, guna menentukan dosis optimal yang meminimalkan stres namun tetap efektif dalam pengendalian patogen. Selain itu, studi jangka panjang tentang pertumbuhan dan produksi benih lobster yang diambil dari kedalaman 28-30 meter dibandingkan dengan kedalaman lain dapat memberikan wawasan mengenai potensi peningkatan produksi budidaya secara berkelanjutan. Selanjutnya, penelitian mengenai dampak perubahan iklim, khususnya variasi suhu dan salinitas, terhadap distribusi optimal lokasi dan kedalaman penangkapan puerulus lobster pasir di perairan Labangka akan membantu dalam merumuskan strategi adaptif untuk menjaga kualitas benih di masa depan.

Read online
File size479.46 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test