UNIBOUNIBO

Edukais : Jurnal Pemikiran KeislamanEdukais : Jurnal Pemikiran Keislaman

Digitalisasi pendidikan menjadi permasalahan mendasar ketika pemahamannya hanya menggunakan media pembelajaran teknologi. Tujuan penulisan artikel ini untuk mendapatkan konsep litersi digital sepanjang hayat di lingkungan SD. Penggunaan meta-analisis sederhana digunakan mengkaji literatur, kriteria, dan analisis karakteristik diberbagai literatur. Data base Google Scholar, Eric, Springer lebih digunakan untuk mengkaji 300 lebih artikel dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, guna mencari kata kunci dengan tema literasi digital dan implementasi di SD. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa kebijakan literasi digital harus diadakan dilingkungan SD guna menemukan; 1) Pembelajaran Digital Sepanjang Hayat; 2) Kebutuhan Pembelajaran Digital Disetiap Lembaga; dan 3) Terakhir Khusus Implementasinya pada Satuan Pendidikan Khusus di SD. Hasil dan pembahasan setiap poin dapat lebih lanjut dibaca pada tulisan ini akan digital sepanjang hayat dan menggunakan pendekatan student centered learning. Kedepan hasil dari meta-analisis sederhana ini diharapkan dapat menambah konsep dasar penerapan teknologi literasi digital untuk praktisi dan guru sebagai dasar teoritis dan praktis lebih lanjut.

Perkembangan media teknologi informasi dan komunikasi memasuki era baru pada bidang pendidikan.Siap tidak, pendikan di SD akan memasuki permasalahan pendidikan yang sangat kompleks, dari daya pedagogis, kurikulum digital, proses pembelajaran inovatif dan sumber daya menusia (pendidik dan peserta didik).Maka dua dimensi fokus segera menjadi urgen ingin diselesaikan oleh SD yang mengembangkan pendidikannya, yaitu tentang pendidikan teknologi dan literasi digital.Dalam pengembangan pendidikan teknologi beberapa indikator utama yang perlu dijadikan pengembangan, seperti.1) perlu adanya inovasi pengembangan desain, implementasi, dan evaluasi coding di setiap satuan sekolah utama perkembangan pendidikan digital.2) akan perlu pelatihan keterampilan dan berbagai inovasi pendidikan digital dari pemrosesan data dan analisis data komputasi.3) perlu adanya pengembangan pasar digital yang terkait dengan pendidikan harus berpihak pada masyarakat menengah kebawah.Literasi digital semua ini perlu dipahami oleh kalangan pendidikan yang bukan hanya konsepnya saja namun pada pengaplikasiannya dilingkungan peserta didik.Realia dilapangan banyak sekali para pendidik yang masih menggunakan pembelajaran walaupun medianya tradisional menggunakan digital, penggunaan ini tentu keluar dari literasi digital menggunakan pendekatan keaktifan siswa.Maka dari itu penggunakan harus mencakup beberapa perlu 1) mengimplementasikan pembelajaran digital sepanjang hanyat sebagai dasar dari pendidikan dan literasi digital.2) perlu dukungan dari berbagai lembaga pendidikan dari pemerintahan swasta untuk mensukseskan pembelajaran digital sepanjang hanyat.3) dalam literasi digital perlu menggunakan proses Self-Regulated Learning (SLR), Open Network Learning Evironment (ONLE), dan Personal Learning untuk mengefektifkan literasi digital.Ketika kedua diatas diaplikasikan setiap negara yang ingin atau mengintegrasikan mengikuti perkembangan pada pendidikan, diharapkan prosesnya akan berjalan baik dilihat dari segi kebijakan dan literasi digitalnya itu sendiri.Namun, pastinya dalam tulisan ini tidaklah sempurna dan perlu beberapa perbaikan dari segi kekayaan kajian pustaka, sehingga diharapkan adanya beberapa konsep pendidikan teknologi dan proses literasi digital sesuai teori yang telah disampaikan diatas.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang baru:. . 1. Mengkaji lebih dalam tentang implementasi teknologi literasi digital di sekolah dasar, dengan fokus pada tantangan dan peluang yang dihadapi oleh para pendidik dan siswa dalam mengadopsi dan memanfaatkan teknologi literasi digital secara efektif.. . 2. Meneliti dampak dari kebijakan literasi digital di sekolah dasar terhadap hasil belajar siswa, khususnya dalam hal peningkatan keterampilan digital dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini dapat dilakukan dengan membandingkan hasil belajar siswa sebelum dan setelah penerapan kebijakan literasi digital.. . 3. Menganalisis peran dan kontribusi berbagai pihak, seperti pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua, dalam mendukung dan mendorong penerapan kebijakan literasi digital di sekolah dasar. Penelitian ini dapat dilakukan dengan melakukan studi kasus di beberapa sekolah yang telah menerapkan kebijakan literasi digital dan mengamati bagaimana kolaborasi antar pihak tersebut dalam mendukung proses pembelajaran digital.

  1. #berpikir kritis#berpikir kritis
  2. #peserta didik#peserta didik
Read online
File size278.03 KB
Pages18
Short Linkhttps://juris.id/p-2u4
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test