PERHAPIPERHAPI

IMPJIMPJ

Pada suatu lereng tambang akan bekerja gaya pendorong dan gaya penahan. Lereng tambang akan runtuh apabila gaya pendorong lebih besar dari gaya penahan. Dengan demikian, prinsip penanggulangan keruntuhan tambang adalah mengurangi gaya pendorong atau memperbesar gaya penahan. PT Adimitra Baratama Nusantara bermaksud untuk mengembangkan area penambangan baru di area Barat-Laut dalam wilayah IUP. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian geoteknik yang berfokus pada analisis kemantapan lereng untuk mendukung rencana penambangan Batubara sistem tambang terbuka berdasarkan data hasil penyelidikan geoteknik di lapangan, data sekunder dan data uji laboratorium geoteknik. Pemodelan geoteknik untuk analisis kemantapan lereng dilakukan dengan menggunakan Metode Elemen Hingga (Finite Element Method) dikarenakan batuan sedimen overburden dan interburden lapisan batubara dianggap mempunyai perilaku mendekati elasto-plastic, sehingga akan memberikan hasil yang mendekati keadaan sebenarnya di lapangan. Pemodelan dan analisis stabilitas lereng terhadap desain bukaan tambang yang diwakili oleh section-01 dan section-03 dengan tinggi masing-masing bukaan adalah 126 m dan 119 m menunjukkan desain lereng high-wall dan low-wall belum stabil, sehingga perlu dilakukan re-design dengan lantai bukaan tambang disimulasikan berada pada level -110 dan level -90.

Dari hasil analisis kestabilan lereng yang disimulasikan dapat disimpulkan bahwa desain awal yang telah dibuat belum stabil yakni memiliki nilai faktor keamanan di bawah 1 sehingga perlu dilakukan redesign.Perilaku batuan pada lereng tergolong ke dalam batuan sedang hingga sangat lemah yang ditentukan menggunakan pendekatan klasifikasi massa batuan dan hasil uji kuat tekan (0,1 Mpa – 2,0 Mpa).Hasil simulasi pada section-01 dengan elevasi lantai berada pada -110 mdpl dan sudut kemiringan lereng keseluruhan 129 m diperoleh SF sebesar 1,28.Kemudian simulasi kedua dengan menaikkan elevasi lantai dari elevasi -110 mdpl menjadi -90 mdpl dengan kenaikan lantai sebesar 20 m dan sudut kemiringan lereng sebesar 25° diperoleh nilai SF sebesar 1,37.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai kestabilan lereng di area pertambangan ini. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi parameter geoteknik, seperti kohesi dan sudut geser dalam, terhadap faktor keamanan lereng. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pemodelan sensitivitas untuk mengidentifikasi parameter yang paling berpengaruh terhadap kestabilan lereng. Kedua, penelitian mengenai penerapan metode stabilisasi lereng yang lebih inovatif, seperti penggunaan geogrid atau grouting, dapat dilakukan untuk meningkatkan faktor keamanan lereng secara efektif. Studi ini dapat mencakup analisis biaya-manfaat untuk menentukan metode stabilisasi yang paling ekonomis dan efisien. Ketiga, penting untuk melakukan pemantauan deformasi lereng secara berkala menggunakan alat-alat seperti inclinometer dan extensometer. Data pemantauan ini dapat digunakan untuk memvalidasi model numerik dan memberikan peringatan dini jika terjadi pergerakan lereng yang signifikan, sehingga tindakan pencegahan dapat diambil dengan cepat.

  1. EVALUASI ANALISIS GEOTEKNIK PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA PIT NORTH WEST PT ANAK TAMBANG INDONESIA JOB... jurnal.perhapi.or.id/index.php/impj/article/view/128EVALUASI ANALISIS GEOTEKNIK PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA PIT NORTH WEST PT ANAK TAMBANG INDONESIA JOB jurnal perhapi index php impj article view 128
  1. #analisis stabilitas lereng#analisis stabilitas lereng
  2. #perubahan perilaku#perubahan perilaku
Read online
File size1.15 MB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-3dv
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test