WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS
West Science Law and Human RightsWest Science Law and Human RightsTerjadinya berbagai kasus pencemaran lingkungan merupakan cerminan kurangnya tanggung jawab korporasi terhadap lingkungan, sehingga penegakan hukum lingkungan sangat dibutuhkan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1). Bagaimana penegakan hukum pidana lingkungan terhadap korporasi setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup?; 2). Apa saja kendala hukum yang muncul dalam praktik pidana jika korporasi mencemari lingkungan setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup? Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi penegakan hukum masih lemah, yang berarti kebijakan subjektif penegak hukum untuk melanjutkan tindak pidana ke proses selanjutnya. Kondisi seperti ini dimanfaatkan sebagai peluang bagi korporasi untuk bertindak semau mereka dan mencari keuntungan maksimal. Oleh karena itu, penegakan hukum harus tegas dan konsisten. Kendala utama yang terjadi dalam praktik penegakan hukum yang dihadapi ketika korporasi melakukan kejahatan lingkungan adalah tujuh kendala yang memengaruhi penegakan hukum pidana lingkungan, meliputi: a). Keterbatasan Kapasitas Sumber Daya Manusia Penegak Hukum; b). Penegakan Hukum Lingkungan Belum Menjadi Prioritas; c). Kendala koordinasi antarlembaga dalam penanganan kejahatan lingkungan; d). Kendala Profesionalisme Penegak Hukum; e). Kendala Fasilitas atau Sarana Pendukung Penegakan Hukum; f). Ketergantungan Penerapan Penegakan Hukum Pidana Lingkungan pada Hukum Administrasi; g). Hukum Pidana masih menjadi ultimum remedium dalam penegakan hukum lingkungan.
Penegakan hukum pidana lingkungan terhadap korporasi masih lemah dan belum maksimal, sebagian besar karena kebijakan subjektif penegak hukum yang memungkinkan korporasi mencari keuntungan maksimal.Terdapat tujuh kendala utama dalam praktik penegakan hukum, termasuk keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya prioritas penanganan kasus lingkungan, serta koordinasi antarlembaga yang belum optimal.Selain itu, profesionalisme penegak hukum, fasilitas pendukung, ketergantungan pada hukum administrasi, dan pandangan hukum pidana sebagai ultimum remedium juga menjadi tantangan.
Saran penelitian lanjutan yang inovatif dapat berfokus pada beberapa area krusial guna memperkuat penegakan hukum lingkungan terhadap korporasi. Pertama, perlu adanya studi mendalam mengenai kelayakan dan efektivitas pembentukan pengadilan lingkungan khusus atau panel yudisial yang berdedikasi dalam sistem peradilan umum Indonesia. Penelitian ini dapat menganalisis bagaimana spesialisasi di tingkat hakim dapat meningkatkan kecepatan, konsistensi, dan keahlian dalam menangani kasus pencemaran lingkungan korporasi, serta mengidentifikasi potensi tantangan legislatif dan administratif dalam implementasinya. Kedua, investigasi lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi strategi penguatan mekanisme partisipasi publik dan pelaporan pelanggaran (whistleblowing) dalam kasus kejahatan lingkungan. Studi ini harus mengidentifikasi cara-cara untuk secara hukum melindungi pelapor, mengintegrasikan informasi dari masyarakat secara efektif ke dalam proses penegakan hukum, dan menilai sejauh mana pemberdayaan masyarakat sipil dapat mengatasi kendala pengumpulan bukti serta keengganan beberapa pihak berwenang dalam menindak pencemar. Ketiga, perlu diteliti penerapan sanksi non-pidana yang lebih inovatif dan pendekatan keadilan restoratif dalam konteks kejahatan lingkungan oleh korporasi. Penelitian ini dapat mengevaluasi efektivitas perintah remediasi lingkungan, mandat tanggung jawab sosial perusahaan yang mengikat, atau kampanye publikasi pelanggaran (name and shame) sebagai alternatif atau pelengkap hukuman pidana. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan pemulihan lingkungan yang komprehensif dan perubahan perilaku korporasi secara berkelanjutan, daripada hanya berfokus pada aspek penghukuman.
| File size | 357.09 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Selain itu, tingginya tingkat kebutuhan akan barang konsumtif dan keterbatasan kemampuan atau daya beli sebagian besar masyarakat untuk membeli secaraSelain itu, tingginya tingkat kebutuhan akan barang konsumtif dan keterbatasan kemampuan atau daya beli sebagian besar masyarakat untuk membeli secara
ADPETIKISINDOADPETIKISINDO Practically, the debate on the principles of Islamic jurisprudence (maqasid) has a direct impact on legislative practices, religious courts, and religiousPractically, the debate on the principles of Islamic jurisprudence (maqasid) has a direct impact on legislative practices, religious courts, and religious
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kerangka hukum di Indonesia terkait ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas dengan menilai kesesuaiannya terhadapPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji kerangka hukum di Indonesia terkait ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas dengan menilai kesesuaiannya terhadap
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Temuan menunjukkan bahwa meskipun terdapat komitmen konstitusional yang kuat, implementasi di lapangan masih tidak konsisten karena penegakan hukum yangTemuan menunjukkan bahwa meskipun terdapat komitmen konstitusional yang kuat, implementasi di lapangan masih tidak konsisten karena penegakan hukum yang
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang didukung oleh kuesioner mahasiswa dan wawancara dengan narasumber. Objek material dalam penelitianPenelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang didukung oleh kuesioner mahasiswa dan wawancara dengan narasumber. Objek material dalam penelitian
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Objek material penelitian adalah kebijakan, sedangkan objek formalnya adalah filsafat moral. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana paradigmaObjek material penelitian adalah kebijakan, sedangkan objek formalnya adalah filsafat moral. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana paradigma
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS plafon anggaran yang terbatas akibat pengurangan anggaran untuk kegiatan tahun 2020 yang dilakukan berdasarkan Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 tentangplafon anggaran yang terbatas akibat pengurangan anggaran untuk kegiatan tahun 2020 yang dilakukan berdasarkan Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 tentang
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Proses perizinan yang rumit dan berbelit-belit, penegakan yang tidak konsisten, dan perilaku rent-seeking dan korupsi yang tidak jarang terjadi, semuanyaProses perizinan yang rumit dan berbelit-belit, penegakan yang tidak konsisten, dan perilaku rent-seeking dan korupsi yang tidak jarang terjadi, semuanya
Useful /
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Penelitian ini mengungkap bahwa Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja keuangan berkelanjutan BUMN di Indonesia,Penelitian ini mengungkap bahwa Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja keuangan berkelanjutan BUMN di Indonesia,
UNDIRAUNDIRA Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan motivasi dan pelatihan dalam menjadi produser berita untuk siswa SMK PKP Jakarta Islamic School. Kegiatan iniPengabdian ini dilakukan dengan memberikan motivasi dan pelatihan dalam menjadi produser berita untuk siswa SMK PKP Jakarta Islamic School. Kegiatan ini
UNDIRAUNDIRA KJ karena merasa perlunya mencegah sebelum terjadi. Peserta merasakan bahwa yang dipaparkan terkait perencanaan memiliki dana khusus kesehatan bagi keluarga,KJ karena merasa perlunya mencegah sebelum terjadi. Peserta merasakan bahwa yang dipaparkan terkait perencanaan memiliki dana khusus kesehatan bagi keluarga,
SISFOKOMTEKSISFOKOMTEK Sistem ini berguna dalam pengambilan keputusan penerima bantuan di Dinas Sosial. Sistem yang dibangun dapat digunakan untuk menentukan peserta KIS (KartuSistem ini berguna dalam pengambilan keputusan penerima bantuan di Dinas Sosial. Sistem yang dibangun dapat digunakan untuk menentukan peserta KIS (Kartu