SISFOKOMTEKSISFOKOMTEK

Jurnal Media InformatikaJurnal Media Informatika

Data keluarga miskin sangat berpengaruh terhadap sistem penerima peserta KIS (Kartu Indonesia Sehat) atau fakir miskin yang disebut dengan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan. SPK merupakan sistem yang sangat membantu Menteri Sosial dalam penentuan keluarga miskin dalam mendapatkan bantuan, SPK yang digunakan dengan metode AHP. AHP merupakan sistem yang fleksibel dalam penentuan dan perhitungan prioritas yang paling tinggi. Kriteria kemiskinan yang dilakukan berdasarkan Penetapan kriteria fakir miskin di Dinas Sosial berupa Sumber mata pencarian, Pengeluaran makanan pokok, Kesulitan untuk berobat, Tidak mampu membeli pakaian, Kemampuan menyekolahkan anak sampék tingkat SMP, Dinding rumah tidak baik, Lantai rumah tidak baik, Atap rumah tidak baik, Penerangan rumah sederhana, Luas rumah kecil kurang dari 8𝑚2/ orang Sumber air minum dari sumur. Dan subkriteria dari kriteria nya menggunakan Layak, Cukup layak, Kurang layak, dan Tidak layak. Hasil pengujian sistem ini dapat lebih mudah mengetahui penerima peserta KIS (Kartu Indonesia Sehat). Sistem ini berguna dalam pengambilan keputusan penerima bantuan di Dinas Sosial.

Sistem yang dibangun dapat digunakan untuk menentukan peserta KIS (Kartu Indonesia Sehat) di Dinas Sosial.Peserta KIS (Kartu Indonesia Sehat) hasil penelitian yang layak mendapatkan kartu adalah Udin dengan nilai AHP tertinggi yaitu 0.Peserta yang tidak layak mendapatkan KIS (Kartu Indonesia Sehat) adalah Budiman, Agung, Bambang dan Dedi dengan nilai bobot terendah.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan sistem ini dengan memperluas kriteria penilaian, seperti menambahkan indikator kesejahteraan digital atau akses internet, yang mungkin relevan dalam era digital saat ini. Selain itu, sistem bisa dikembangkan untuk memproses data secara real-time dengan integrasi database dinamis agar lebih responsif terhadap perubahan kondisi sosial. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk memvalidasi sistem ini di daerah dengan karakteristik demografi yang berbeda, seperti daerah perkotaan atau pedesaan, untuk memastikan akurasinya dalam berbagai konteks.

  1. #sumber air#sumber air
  2. #era digital rumah#era digital rumah
Read online
File size1.81 MB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2eO
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test