ITNYITNY

KURVATEKKURVATEK

Keterdapatan nikel di Indonesia umumnya sebagai endapan nikel laterit silika hasil pelapukan residual batuan dasar Komplek Ofiolit atau Ultramafik, Pulau Sulawesi dan pulau-pulau kecil di sekitarnya mempunyai potensi nikel yang cukup besar. Hal tersebut diakibatkan oleh kondisi geologi yang kompleks, sehingga perlu dilakukan kajian geologi untuk mengetahui potensi nikel (Ni) dengan melakukan pemetaan permukaan. Daerah penelitian berada pada Sulawesi Tenggara dan masuk izin usaha pertambangan (IUP) PT. Tambang Bumi Sulawesi. Penelitian ini bermaksud untuk melakukan pemetaan geologi permukaan, sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi meliputi data geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi dan estimasi cadangan dari daerah yang memiliki potensi nikel laterit. Hasil penelitian diketahui satuan geomorfologi bergelombang kuat-perbukitan denudasional dan bergelombang lemah-kuat denudasional. Stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda meliputi lherzolit dan hornblende piroksenit Kompleks Ultramafik, kemudian berada tidak selaras di atasnya sekis mika dan marmer Kompleks Pompangeo. Struktur geologi berupa sesar mendatar mengiri dengan arah umum baratlaut-tenggara. Estimasi cadangan dengan menggunakan metode ordinary kriging daerah potensi laterit didapatkan total jumlah volume sumber daya terukur sebesar 518.855 m3 dengan jumlah tonase sebesar 778.283 ton.

Litologi pada daerah penelitian tersusun atas jenis batuan yang berbeda meliputi batuan beku dan metamorf yang dibagi menjadi 3 satuan meliputi satuan Lherzolit Kompleks Ultramafik yang memiliki komposisi olivin dan piroksen dengan penyebaran pada bagian selatan, satuan Hornblende Piroksenit Kompleks Ultramafik memiliki komposisi hornblende dan piroksen dengan penyebaran pada bagian utara, berada tidak selaras di atasnya terdapat satuan Sekis Mika Kompleks Pompangeo, satuan yang memiliki kadar nikel terbaik berada pada Lherzolit Kompleks Ultramafik dengan nilai lebih dari 1,9 ppm.Berdasarkan hasil eksplorasi lanjut potensi nikel pada daerah potensi laterit sebesar 1,5 ton/m3 pada saprolit.Berkaitan dengan hasil estimasi model blok sumber daya terukur menggunakan software surpac menggunakan metode Ordinary Kriging (OK) didapatkan total jumlah volume sumber daya terukur sebesar 518.855 m3 dengan jumlah tonase sebesar 778.Daerah kavlingan memiliki potensi cadangan nikel yang tinggi dengan kadar terbanyak lebih dari 1,9 ppm.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan metode alternatif seperti kriging lognormal untuk meningkatkan akurasi estimasi cadangan nikel laterit. Selain itu, studi tentang dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan nikel laterit di kawasan Puu Nunu perlu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan ekosistem setempat. Terakhir, penelitian lebih lanjut tentang interaksi antara struktur geologi dan distribusi nikel dapat memberikan wawasan baru untuk optimasi eksplorasi dan penambangan.

  1. Collision, rotation, and the initiation of subduction in the evolution of Sulawesi, Indonesia - Silver... doi.org/10.1029/JB088iB11p09407Collision rotation and the initiation of subduction in the evolution of Sulawesi Indonesia Silver doi 10 1029 JB088iB11p09407
Read online
File size1005.12 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test