LENTERADUALENTERADUA
JNANALOKAJNANALOKAEstimasi sumberdaya sangat berperan dalam menentukan kuantitas serta kualitas suatu endapan. Pada penambangan nikel laterit diperlukan estimasi untuk dapat menghitung sumberdaya sebelum proses penambangan berlangsung hal ini dikarenakan sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah layak untuk dilakukan proses penambangan atau tidak, selain itu hasil estimasi yang baik dan akurat yang sesuai dengan keberadaannya di lapangan dapat menentukan cara penambangan yang akan dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sumberdaya nikel laterit di PT. Genba Multi Mineral. Pada penelitian ini penentuan estimasi sumberdaya nikel laterit menggunakan metode Inverse Distance Weighting. Berdasarkan estimasi sumberdaya nikel laterit menggunakan metode IDW, estimasi sumber daya nikel laterit ini dilakukan pada zona saprolit dengan Cut of Grade yang digunakan yaitu kadar Ni ≥ 1,6 % dengan densitas 1,5 ton/m3 diperoleh tonase sumber daya sebesar 233.738 ton dengan kadar rata-rata Ni 1,81%.
Estimasi sumberdaya nikel laterit pada zona saprolit di PT Genba Multi Mineral menggunakan metode Inverse Distance Weighting (IDW) menghasilkan tonase sebesar 233.738 ton dengan kadar rata-rata nikel 1,81%.Perhitungan dilakukan berdasarkan Cut of Grade (CoG) sebesar Ni ≥ 1,6% dan densitas material 1,5 ton/m3.Hasil ini menunjukkan potensi sumberdaya nikel laterit yang layak untuk dieksploitasi pada lokasi penelitian.
Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan membandingkan metode IDW terhadap metode geostatistik lain seperti kriging untuk mengevaluasi tingkat akurasi dan ketepatan estimasi sumberdaya nikel laterit di wilayah yang sama, mengingat kriging dapat mempertimbangkan variabilitas spasial secara lebih baik. Kedua, penelitian dapat dikembangkan dengan menganalisis distribusi vertikal dan lateral kandungan nikel pada zona lain seperti limonit dan saprock untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang potensi cadangan yang belum dieksplorasi secara maksimal. Ketiga, diperlukan studi tentang pengaruh densitas pemboran yang lebih rapat (misalnya 10 meter) terhadap akurasi estimasi, guna mengevaluasi apakah peningkatan jumlah data bor dapat meningkatkan keandalan model blok dan efisiensi ekonomi penambangan dalam jangka panjang.
| File size | 2.51 MB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UNRAMUNRAM Namun pada aktivitas intensitas rendah seperti berjalan, terjadi perbedaan signifikan yang menunjukkan kecenderungan overestimasi oleh smartwatch, sehinggaNamun pada aktivitas intensitas rendah seperti berjalan, terjadi perbedaan signifikan yang menunjukkan kecenderungan overestimasi oleh smartwatch, sehingga
UWMYUWMY Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta. TerdapatTerdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta. Terdapat
ASIANPUBLISHERASIANPUBLISHER Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformulasi kebijakan manajemen SDI berbasis syariah yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi jugaPenelitian ini merekomendasikan perlunya reformulasi kebijakan manajemen SDI berbasis syariah yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga
UMNUMN Faktor pendukung utama dalam implementasi strategi digital marketing PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk KCP Stabat meliputi citra BSI sebagai bank syariahFaktor pendukung utama dalam implementasi strategi digital marketing PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk KCP Stabat meliputi citra BSI sebagai bank syariah
UMNUMN Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi MSDI yang komprehensif dan adaptif merupakan kunci bagi organisasi untuk membangun daya saing dan keberlanjutanPenelitian ini menyimpulkan bahwa strategi MSDI yang komprehensif dan adaptif merupakan kunci bagi organisasi untuk membangun daya saing dan keberlanjutan
UINMADURAUINMADURA Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi praktik CWLS yang telah diterbitkan oleh pemerintah, kemudian mengusulkan perbaikan yang dapat dilakukanTujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi praktik CWLS yang telah diterbitkan oleh pemerintah, kemudian mengusulkan perbaikan yang dapat dilakukan
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Setiap siklus meliputi empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tesSetiap siklus meliputi empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes
EJOURNALUNIGOROEJOURNALUNIGORO serta tidak berbeda jauh dengan nilai evapotranspirasi refrensi sebesar 3,1 mm/hari perbedaan nilai estimasi evapotranspirasi rata-rata 0,57 mm/hari –serta tidak berbeda jauh dengan nilai evapotranspirasi refrensi sebesar 3,1 mm/hari perbedaan nilai estimasi evapotranspirasi rata-rata 0,57 mm/hari –
Useful /
UNIMALUNIMAL Faktor pertama adalah letak posisi eksplan yaitu letak abaksial /luka menghadap media (L1) dan adaksial /luka membelakangi media (L2). Faktor kedua adalahFaktor pertama adalah letak posisi eksplan yaitu letak abaksial /luka menghadap media (L1) dan adaksial /luka membelakangi media (L2). Faktor kedua adalah
EJOURNALUNIGOROEJOURNALUNIGORO Perubahan tersebut menimbulkan konsekuensi berupa kehilangan lahan pertanian dan kawasan hijau, beban infrastruktur berlebih, serta dampak sosial‑ekologisPerubahan tersebut menimbulkan konsekuensi berupa kehilangan lahan pertanian dan kawasan hijau, beban infrastruktur berlebih, serta dampak sosial‑ekologis
UNIMALUNIMAL Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sekam padi pada berbagai media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih (PleurotusPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sekam padi pada berbagai media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih (Pleurotus
UNIMALUNIMAL Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, faktor yang diteliti terdiri dari 2 perlakuan yaitu P1 (pola tanam konvensional)Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, faktor yang diteliti terdiri dari 2 perlakuan yaitu P1 (pola tanam konvensional)