IWIIWI
jurnal widyaiswara indonesiajurnal widyaiswara indonesiaPenelitian ini menganalisis peran Widyaiswara dalam pelaksanaan pembelajaran terintegrasi di Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan model pendekatan Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). Tujuannya adalah menjadikan pelatihan Coaching, Mentoring, dan Counseling (CMC) sebagai model pembelajaran terintegrasi di tingkat antar instansi yang berdampak nasional. Penelitian kualitatif dilakukan melalui studi kasus program pelatihan CMC, dengan wawancara terhadap enam informan kunci dan tiga kelompok diskusi terfokus dengan 41 peserta antara lain Widyaiswara, pengelola pembelajaran, dan alumni pelatihan. Aplikasi NVIVO versi 10 digunakan untuk analisis data. Untuk memastikan validitas, reliabilitas, dan transferabilitas, hasil penelitian direview dan diuji oleh para ahli. Temuannya mengungkap peran penting Widyaiswara dalam tahapan ADDIE, yaitu sebagai konsultan pembelajaran, perancang, pengembang, fasilitator, coach, mentor, dan evaluator yang menjamin kualitas pembelajaran. Kajian ini juga mensintesis peran Widyaiswara, unit pengelola pembelajaran, unit pengguna, dan sekretaris Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah. Rekomendasinya antara lain menumbuhkan komitmen kepemimpinan, mensertifikasi kompetensi Widyaiswara di bidang CMC, dan memotivasi widyaiswara untuk berperan dalam transformasi pembelajaran.
Temuan penelitian membuktikan bahwa peran Widyaiswara dalam implementasi pembelajaran terintegrasi CMC sangat krusial pada setiap tahap proses ADDIE.Pada tahap Analysis, Widyaiswara sebagai learning consultant dan coach secara aktif dalam menggali kebutuhan unit pengguna dan mendampingi dalam penyusunan Analisis Kebutuhan Pembelajaran (AKP).Pada tahap Design, peran Widyaiswara merancang program secara komprehensif.Pada tahap Development, Widyaiswara berperan menyusun materi dan mencari referensi terkini serta mencari kasus-kasus riil yang relevan untuk dieksplorasi dalam pembelajaran CMC.Selama tahap Implementation, Widyaiswara menjadi fasilitator yang baik, mentor, coach, memberikan contoh-contoh, simulasi, dan memperbanyak diskusi di kelas dan dalam CoP.Tahap Evaluation, peran Widyaiswara sangat penting untuk menjamin kualitas pembelajaran dan memastikan keberlanjutan terciptanya budaya CMC dalam organisasi.Menjawab tujuan penelitian kedua, untuk melihat peluang dan tantangan pelatihan Coaching, Mentoring and Counseling sebagai model pembelajaran terintegrasi pada lingkup antar instansi dan berdampak pada tingkat nasional diperoleh temuan bahwa implementasi pembelajaran terintegrasi CMC menawarkan peluang signifikan seperti pertukaran pengetahuan dan pengalaman, kolaborasi antar instansi, dan pengembangan standar bersama, namun juga dihadapkan pada beberapa tantangan, seperti perbedaan kebijakan dan proses bisnis di setiap K/L/D, keterbatasan sumber daya, perbedaan budaya dalam konteks organisasi, serta komitmen, kesadaran dan keterlibatan pimpinan pada pihak terkait.Oleh karena itu, keberhasilan implementasi ini memerlukan komitmen dan upaya bersama untuk mengatasi tantangan serta memaksimalkan peluang yang ada.
Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan strategi Corporate University yang jelas dan terintegrasi, dengan fokus pada pengembangan kompetensi ASN melalui pembelajaran terintegrasi dan pengelolaan pengetahuan. Hal ini dapat mencakup pengembangan pedoman kerja komprehensif dalam pembelajaran terintegrasi yang dapat diimplementasikan secara nasional.. . 2. Meningkatkan peran Widyaiswara sebagai learning consultant dengan memperkuat kerjasama tim, mengadakan kegiatan pembelajaran antar instansi dengan tim gabungan, dan membuka komunikasi untuk kolaborasi dan pemanfaatan sumber daya pembelajaran di setiap instansi. Kemudahan akses belajar antar instansi juga menjadi hal penting yang perlu ditingkatkan.. . 3. Menyiapkan program sertifikasi bagi Widyaiswara sebagai coach dan mentor sesuai bidang keahlian teknisnya, sehingga dapat mengoptimalkan peran mereka sebagai mitra pengembangan SDM Indonesia. Hal ini dapat dilakukan oleh Kementerian Keuangan sebagai contoh bagi instansi lainnya.
| File size | 362.24 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
EJOURNALSEJOURNALS It is advisable to put into practice the following recommendations related to further increasing the flow of investments through the further developmentIt is advisable to put into practice the following recommendations related to further increasing the flow of investments through the further development
PENERBITGOODWOODPENERBITGOODWOOD Namun, Intensitas Modal menunjukkan pengaruh positif. Ketiga variabel ini secara kolektif berkontribusi terhadap tingkat agresivitas pajak perusahaan.Namun, Intensitas Modal menunjukkan pengaruh positif. Ketiga variabel ini secara kolektif berkontribusi terhadap tingkat agresivitas pajak perusahaan.
UKSWUKSW Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran perkembangan finansial dalam memengaruhi diversifikasi bauran energi, dengan fokus pada bagaimana kemajuanStudi ini bertujuan untuk menganalisis peran perkembangan finansial dalam memengaruhi diversifikasi bauran energi, dengan fokus pada bagaimana kemajuan
ECOJOINECOJOIN Penelitian ini menghadirkan kebaruan melalui peran good corporate governance sebagai moderasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi bisnis tidakPenelitian ini menghadirkan kebaruan melalui peran good corporate governance sebagai moderasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi bisnis tidak
GOODWOODPUBGOODWOODPUB Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan positif antara ESE dan EG (β =0. 198, t = 1. 284, p < 0. 00). Hubungan positif signifikan antara ESE danHasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan positif antara ESE dan EG (β =0. 198, t = 1. 284, p < 0. 00). Hubungan positif signifikan antara ESE dan
UHBUHB Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan penguatan koherensi hukum, peningkatan kapasitas institusi, dan pengembangan mekanisme yang lebih transparanUntuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan penguatan koherensi hukum, peningkatan kapasitas institusi, dan pengembangan mekanisme yang lebih transparan
FAPERTA UNRASFAPERTA UNRAS The study recommends targeted interventions to enhance fiscal policy effectiveness, including increased investment in human capital development, tax reforms,The study recommends targeted interventions to enhance fiscal policy effectiveness, including increased investment in human capital development, tax reforms,
UINMADURAUINMADURA Demikian pula dengan perusahaan yang harus mengungkapkan tanggung jawab sosial atau yang disebut Corporate Social Responsibility (CSR) melalui amanat Undang-Undang.Demikian pula dengan perusahaan yang harus mengungkapkan tanggung jawab sosial atau yang disebut Corporate Social Responsibility (CSR) melalui amanat Undang-Undang.
Useful /
ECOJOINECOJOIN Dengan menggunakan pendekatan penelitian eksplanatori kuantitatif, penelitian ini menganalisis data sekunder dari laporan keuangan 41 perusahaan manufakturDengan menggunakan pendekatan penelitian eksplanatori kuantitatif, penelitian ini menganalisis data sekunder dari laporan keuangan 41 perusahaan manufaktur
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai investasi mata uang kripto, dan diharapkan mereka dapat menyebarkanKegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai investasi mata uang kripto, dan diharapkan mereka dapat menyebarkan
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Penanganan sampah harus segera dilakukan di setiap daerah dan masyarakat. Salah satu penanganan yang penting adalah pemilahan sampah dari warga agar dapatPenanganan sampah harus segera dilakukan di setiap daerah dan masyarakat. Salah satu penanganan yang penting adalah pemilahan sampah dari warga agar dapat
UIRUIR R-square menunjukkan 79,04% variasi prestasi atlet dijelaskan oleh variabel independen yang diteliti. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya organisasiR-square menunjukkan 79,04% variasi prestasi atlet dijelaskan oleh variabel independen yang diteliti. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya organisasi