UMPRUMPR

Anterior JurnalAnterior Jurnal

Lahan gambut memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan manusia, menyimpan karbon, dan menjaga keseimbangan lingkungan. Potensi ekonominya lewat produk berbasis gambut seperti arang, rotan, dan tanaman obat cukup signifikan, namun pemanfaatannya terkendala akses pasar, permodalan, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pemangku kepentingan dalam pengembangan UMKM berbasis lahan gambut di Kota Palangka Raya. Metode penelitian menggunakan mixed method dengan analisis prospektif berbasis perangkat lunak MACTOR, dan data dikumpulkan melalui observasi lapangan serta wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa Dekranasda, lembaga keuangan, pelaku UMKM, dan Dinas Perdagangan berperan strategis, sementara WWF menjaga aspek lingkungan. Tantangan berupa ketergantungan antaraktor dan kurangnya kolaborasi efektif perlu diatasi. Disarankan optimalisasi kolaborasi, dukungan kebijakan, dan integrasi tujuan ekonomi serta lingkungan untuk mendukung keberlanjutan UMKM berbasis gambut.

Pengembangan UMKM berbasis lahan gambut di Palangka Raya melibatkan pemangku kepentingan dengan peran dan tingkat pengaruh berbeda.aktor seperti Dekranasda, Dinas Perdagangan, pelaku UMKM, dan lembaga keuangan memiliki pengaruh kuat namun ketergantungan rendah, memungkinkan jaringan sinergis.Kementerian Perdagangan dan akademisi memainkan peran penting dalam kebijakan dan dukungan ilmiah, sementara WWF fokus pelestarian lingkungan.Diperlukan harmonisasi antara kepentingan ekonomi dan pelestarian lingkungan agar lahan gambut tetap lestari dan produk lokal tetap kompetitif.

Pertama, meneliti bagaimana model kepemimpinan kolaboratif yang melibatkan lembaga keuangan, institusi pemerintah, dan pelaku UMKM dapat meningkatkan akses pasar dan pemanfaatan teknologi bagi produk berbasis gambut; kedua, mengeksplorasi efektivitas kebijakan berbasis bukti yang mengintegrasikan tujuan ekonomi dan lingkungan melalui studi longitudinal tentang dampak regulasi, dan ketiga, menganalisis peran WWF serta lembaga non‑pemerintah dalam mengembangkan platform berbagi pengetahuan dan sumber daya untuk memfasilitasi praktik bisnis ramah lingkungan di kalangan UMKM gambut.

  1. Environmental governance: participatory, multi‐level – and effective? - Newig - 2009... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/eet.509Environmental governance participatory multiyAAAalevel yAAAe and effective Newig 2009 onlinelibrary wiley doi 10 1002 eet 509
  2. The conflicting effects of multi-level governance and the partnership principle:Evidence from the Italian... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0969776413493631The conflicting effects of multi level governance and the partnership principle Evidence from the Italian journals sagepub doi 10 1177 0969776413493631
Read online
File size339.64 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test