ESDMESDM

Indonesian Journal on GeoscienceIndonesian Journal on Geoscience

Gempa bumi dapat dilihat dari dua perspektif. Yang pertama, sumber gempa, dan yang kedua, tempat di mana manusia tinggal dan melakukan aktivitas. Dari sudut pandang kedua, informasi mengenai sifat fisik tanah menjadi sangat penting, terutama untuk menghitung kerentanannya. Sifat fisik tanah/batuan, sering kali diwakili oleh satu nilai, yaitu Vs30, yang merupakan kecepatan gelombang geser rata-rata pada 30 meter lapisan tanah teratas. Mengukur Vs30 untuk seluruh negara adalah pekerjaan yang hampir mustahil untuk diselesaikan. Akibatnya, diperlukan teknik untuk memperkirakan Vs30 dengan akurat. Pendekatan geomorfologi teknik, yaitu metode yang memanfaatkan geologi dan morfologi untuk memperkirakan Vs30 pada skala nasional, telah diterapkan untuk menciptakan dataset Vs30 yang kuat untuk seluruh wilayah Indonesia. Selanjutnya, Mean Absolute Percentage Error (MAPE) digunakan untuk menilai akurasi Vs30 yang dihasilkan dari teknik geomorfologi teknik untuk dataset Jakarta dan Jayapura. Menurut skor MAPE, yaitu 28,16% dan 37,83%, geomorfologi teknik mampu menghasilkan Vs30 yang masuk akal. Jika perhitungan MAPE dibagi menjadi kelas tanah E dan D, di Jakarta nilai tersebut adalah 39,63% (masuk akal) dan 24,75% (masuk akal). Sedangkan di Jayapura, skor MAPE untuk kelas E, D, dan C adalah 74,22% (tidak akurat), 40,09% (masuk akal), dan 24,00% (masuk akal), masing-masing. Singkatnya, penelitian ini bertujuan untuk menetapkan teknik untuk memperkirakan Vs30 berdasarkan inversi HVSR dan parameter geomorfologi serta untuk menyediakan dataset Vs30 untuk seluruh wilayah Indonesia dengan akurasi yang terkuantifikasi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa geomorfologi teknik dapat digunakan untuk menghasilkan Vs30 yang masuk akal pada skala regional, dengan akurasi rata-rata lebih dari 50% (kelas E.64%) dan MAPE kurang dari 40% (estimasi yang masuk akal).Peta yang dihasilkan dari teknik ini juga sesuai sebagai masukan untuk memodelkan perilaku gelombang seismik yang menyebar melalui lapisan bawah permukaan yang beragam.Kesalahan yang lebih besar pada tanah yang sangat lunak terutama disebabkan oleh kurangnya detail pada peta geologi.Peta geologi yang lebih detail, selain unit dan lingkungan deposisi, juga harus mengandung ketebalan tanah, ukuran butiran, dan tingkat muka air tanah.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan teknik geomorfologi teknik dengan mempertimbangkan lebih banyak parameter geologi dan geomorfologi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk meningkatkan akurasi estimasi Vs30 pada tanah yang sangat lunak dengan menggunakan data geologi yang lebih detail, seperti ketebalan tanah, ukuran butiran, dan tingkat muka air tanah. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengkaji dampak geomorfologi teknik pada pemodelan perilaku gelombang seismik dan bagaimana hal itu dapat meningkatkan akurasi pemodelan tersebut. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengkaji bagaimana geomorfologi teknik dapat diterapkan pada wilayah dengan karakteristik geologi dan geomorfologi yang berbeda, seperti wilayah dengan gunung berapi aktif atau wilayah dengan morfologi yang kompleks.

Read online
File size3.77 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test