ESDMESDM

Indonesian Journal on GeoscienceIndonesian Journal on Geoscience

Erosi tebing sungai telah menjadi masalah serius di Hulu Terengganu River baru-baru ini. Di beberapa lokasi, sungai gagal sangat berbahaya, terutama di dekat area rekreasi dan perkebunan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai karakteristik litologi yang mengendalikan sungai gagal di Ajil, Hulu Terengganu, Malaysia. Dua lokasi dipilih berdasarkan kondisi berbahaya dan tingkat erosi yang parah di sepanjang tebing sungai. Kedua tebing sungai tersebut dilog secara vertikal untuk membedakan unit litologi. Pengamatan lapangan mengidentifikasi empat horizon litologi, yang ditunjuk sebagai Litho A-D, berdasarkan karakteristik in situ (yaitu struktur, akar tanaman, ukuran butir). Sampel diambil dari horizon yang dipilih untuk Analisis Ukuran Partikel (PSA) dan pengujian Batas Atterberg. Hasil investigasi dari PSA menunjukkan bahwa sampel dari L1S1, L2S1, L1S2, dan L2S2 menunjukkan skewness positif, dengan ukuran sedimen halus yang diidentifikasi sebagai liat-pasir untuk L1S1 dan L1S2, dan pasir-lumpur untuk L2S1 dan L2S2. Sebaliknya, sampel L1S3 dan L2S3 menunjukkan kecenderungan skewness negatif, yang menunjukkan ukuran sedimen kasar. Hasil menunjukkan bahwa komposisi pasir-lumpur menunjukkan penurunan energi aliran air dari tinggi ke rendah. Koefisien seragam (Cu) dalam penelitian ini berkisar antara 3,6 hingga 9,81, dan koefisien kurva (Cc) berkisar dari 0,63 hingga 1,66. Nilai Cc untuk L1S3 dan L2S3 di bawah 1,0 menunjukkan tanah yang terurut dengan baik, sedangkan nilai Cc untuk sampel lainnya di atas 1,0 menunjukkan tanah yang terurut buruk.

Pengamatan awal di tahap awal penelitian menemukan bahwa beberapa lokasi studi telah mengalami erosi sungai dan juga tanah longsor yang cukup parah, terutama di area Air Terjun Belukar Bukit dan sungai di area Desa Belukar Bukit.Selain itu, sudut lereng sungai di Hulu Terengganu menunjukkan erosi dan pergerakan massa yang signifikan, dengan lapisan unit litologi yang mencerminkan proses sedimentasi dinamis yang didorong oleh fluktuasi aliran sungai, terutama selama peristiwa banjir.Sungai 1 menunjukkan urutan gravel berbedak (Litho B), butiran kasar yang tidak terurut (Litho C), dan pasir-lumpur yang terkompaksi dengan akar tanaman yang teroksidasi (Litho D), yang menunjukkan kondisi energi yang bervariasi.Sungai 2, yang berdiri lebih tinggi dan menunjukkan erosi yang lebih luas, menampilkan lapisan yang serupa tetapi dengan pengendapan yang lebih tebal dan dasar erosi yang lebih menonjol, yang menunjukkan pengaruh banjir yang lebih kuat.Analisis uji fisik mengungkapkan dominasi pasir dengan variasi liat dan lempung, yang mempengaruhi stabilitas tanah, dengan tanah yang terurut dengan baik berkontribusi terhadap stabilitas dan tanah yang terurut buruk menunjukkan masalah kompaksi potensial.Erosi dan pergerakan massa yang parah, terutama selama musim hujan, telah berdampak signifikan pada tebing sungai, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menunjukkan kerentanan area terhadap tanah longsor dan erosi lebih lanjut karena lereng yang curam, kekuatan hidrolik, dan karakteristik tanah.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: 1. Mengembangkan model numerik yang lebih canggih untuk memprediksi erosi dan pergerakan massa di tebing sungai, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti sudut lereng, kekuatan tanah, dan karakteristik aliran air. 2. Melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh vegetasi pada stabilitas tebing sungai, terutama di daerah dengan vegetasi yang berbeda, seperti hutan dan perkebunan. 3. Menganalisis dampak perubahan iklim dan peristiwa cuaca ekstrem pada erosi dan stabilitas tebing sungai, serta mengembangkan strategi mitigasi yang sesuai.

Read online
File size8.46 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test