IAIKHOZINIAIKHOZIN

Jurnal Studi Islam dan SosialJurnal Studi Islam dan Sosial

Kepercayaan diri merupakan faktor psikologis krusial bagi guru dan orang tua dalam menjalankan peran edukatif dan pengasuhan. Meskipun doa secara umum diyakini dapat menumbuhkan ketenangan dan kekuatan batin, bukti empiris mengenai hubungannya dengan kepercayaan diri masih terbatas, khususnya di konteks Indonesia. Penelitian eksploratif kuantitatif ini bertujuan menguji hubungan dan kontribusi statistik intensitas doa terhadap kepercayaan diri. Menggunakan desain survei dengan teknik snowball sampling, data dikumpulkan dari 30 responden melalui kuesioner skala Likert 1–5 dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif namun lemah antara intensitas doa dan kepercayaan diri (R = 0,272). Koefisien determinasi (R² = 0,074) mengindikasikan bahwa doa hanya menjelaskan 7,4% variasi kepercayaan diri, sementarandry 92,6% lainnya ditentukan oleh variabel eksternal. Koefisien regresi sebesar 0,181 menunjukkan arah positif, namun tidak mencapai signifikansi statistik (p = 0,146). Temuan ini menantang asumsi hubungan kausal langsung antara praktik spiritual dan kondisi psikologis, sekaligus menegaskan bahwa doa berpotensi sebagai prediktor awal yang memerlukan validasi lebih luas. Studi ini mengisi kesenjangan literatur dengan menyajikan data empiris awal yang kritis bagi pengembangan riset psikologi-keagamaan berskala besar di masa depan.

Berdasarkan analisis regresi sederhana, hubungan antara intensitas doa dan kepercayaan diri di antara guru dan orang tua menunjukkan koefisien korelasi R sebesar 0,272, menandakan hubungan positif yang lemah.Nilai R‑kuadrat 0,074 menunjukkan bahwa intensitas doa hanya menjelaskan 7,4 ways variasi kepercayaan diri, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain.Karena nilai p sebesar 0,146 lebih besar dari 0,05, tidak dapat disimpulkan bahwa intensitas doa secara signifikan memengaruhi kepercayaan diri, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.

Pertama, lakukan studi lanjutan dengan sampel lebih besar dan representatif dari seluruh wilayah Indonesia untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas temuan. Kedua, gunakan metode kuantitatif kombinasi dengan kualitatif, misalnya wawancara mendalam atau studi kasus, untuk memahami nuansa jenis doa (ritual, meditasi, supplication) dan ekspektasi doa yang mempengaruhi kepercayaan diri. Ketiga, lakukan penelitian longitudinal dengan pengukuran berulang waktu untuk menilai perubahan hubungan antara intensitas doa dan kepercayaan diri serta memeriksa penyebab dan akibatnya lebih jelas. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan dapat mengungkap mekanisme psikologis prodisional yang menyalurkan efek doa pada kepercayaan diri serta faktor moderasi yang mempengaruhi hubungan tersebut.

Read online
File size467.24 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test