IAIKHOZINIAIKHOZIN

Jurnal Studi Islam dan SosialJurnal Studi Islam dan Sosial

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi di SMA Negeri 1 Ngawen; mengetahui upaya kepala sekolah dalam menjamin keektifan jalannya Program supervisi; mengetahui pelaksanaan supervisi di SMA Negeri 1 Ngawen; mengetahui tujuan pelaksanaan Supervisi di SMA Negeri 1 Ngawen; dan mengetahui persepsi Guru SMA Negeri 1 Ngawen terhadap pelaksanaan supervisi di SMA Negeri 1 Ngawen. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Ngawen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua tenaga pendidik dan kependidikan SMA Negeri 1 Ngawen. Sampel penelitian ini adalah kepala Sekolah dan Guru-guru SMA Negeri 1 Ngawen sejumlah 50 orang. Sampel penelitian ditetapkan dengan menggunakan teknik sampling purpose sampling dan snowball sampling. Data dikumpulkan dengan mempergunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitaian ini adalah teknik analisis data kualitatif, penelitian kualitatif data diperoleh secara terus menerus (triangulasi) dan dilakukan secara terus menerus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelaksanaan supervisi di SMA Negeri 1 Ngawen di dahului dengan proses pemantauan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan supervisi setelah supervisi dilaksanakan dilakukan proses evaluasi dan tindak lanjut, program Supervisi di SMA Negeri 1 Ngawen bertujuan untuk pemantauan/pengawasan, pembinaan dan perbaikan proses pembelajaran, kepala sekolah SMA Negeri 1 Ngawen memegang peranan penting dalam kegiatan supervisi, dan persepsi guru SMA Negeri 1 Ngawen tentang supervisi yaitu memiliki setidaknya tiga pandangan yaitu supervisi sebagai alat penilaian, supervisi sebagai alat pembinaan dan supervisi sebagai alat refleksi.

Penelitian menunjukkan bahwa program supervisi di SMA Negeri 1 Ngawen dirancang untuk pemantauan, pembinaan, dan perbaikan proses pembelajaran, di mana kepala sekolah memainkan peran sentral dalam melaksanakan aktivitas ini melalui monitoring, penyampaian berulang‑ulang, dan pembentukan tim Garuda.Guru SMA Negeri 1 Ngawen memiliki tiga pandangan terhadap supervisi, yaitu sebagai alat penilaian, pembinaan, dan refleksi, sekaligus masih mengalami ketegangan dan penyesuaian dalam pelaksanaannya.Hasilnya menyoroti pentingnya pemahaman dan penerimaan supervisi oleh guru agar kegiatan supervisi dapat mencapai tujuan peningkatan mutu pendidikan.

Berikut penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: (1) Mengkaji efektivitas pelatihan supervisi interaktif yang dirancang khusus untuk menumbuhkan pemahaman kritis guru tentang fungsi supervisi, sehingga dapat mengurangi persepsi negatif dan meningkatkan partisipasi aktif; (2) Mengevaluasi dampak jangka panjang supervisi terhadap pencapaian belajar siswa dengan memanfaatkan data longitudinal sebelum dan sesudah implementasi supervisi, serta faktor-faktor penyerta seperti kepuasan guru dan kualitas kelas; (3) Mengimplementasikan studi eksperimental dengan kelompok kontrol yang memperkenalkan model supervisi berbasis teknologi (misalnya aplikasi catatan supervisi real‑time), untuk meninjau kecepatan respon, akurasi umpan balik, dan perubahan persepsi guru secara kuantitatif. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas pemahaman konseptual dan praktikal supervisi, sekaligus memberikan dasar bagi kebijakan peningkatan mutu pendidikan di tingkat sekolah menengah.

  1. PERSEPSI GURU TERHADAP SUPERVISI OLEH KEPALA SEKOLAH DAN KETERKAITANNYA DENGAN KINERJA GURU SMPN 99 JAKARTA... doi.org/10.21009/jmp.01105PERSEPSI GURU TERHADAP SUPERVISI OLEH KEPALA SEKOLAH DAN KETERKAITANNYA DENGAN KINERJA GURU SMPN 99 JAKARTA doi 10 21009 jmp 01105
Read online
File size265.26 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test