IJCIEDIJCIED

INTERNATIONAL JOURNAL OF CONTEMPORARY ISLAMIC EDUCATIONINTERNATIONAL JOURNAL OF CONTEMPORARY ISLAMIC EDUCATION

Penelitian ini membahas peran pesantren dalam pengembangan keterampilan interpersonal santri di Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Gontor Poso. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis dokumen tertulis. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan pendekatan tematik dengan membangun tema dari hasil observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Pondok Pesantren Modern Ittihadul Ummah Gontor Poso dalam melatih keterampilan interpersonal santri dapat diamati melalui tiga bentuk: Uluumul Islamiyah, Uluumul Lughoh, dan Uluumul Aammah. Peran pesantren juga terlihat dalam kegiatan ko‑kurikuler, seperti pelaksanaan ibadah amal, pelaksanaan praktik dan bimbingan dalam pembentukan organisasi, pramuka, serta pengembangan minat dan bakat intra обязан.

Pelatihan keterampilan interpersonal santri di Pondok Pesantren Modern Ittihadul Ummah Gontor Poso dilakukan melalui tiga jenis kegiatan, yakni intrakurikuler (Uluumul Islamiyah, Uluumul Lughoh, dan Uluumul Aammah), ko‑kurikuler (ibadah amal, belajar luas, dan praktik serta bimbingan), dan ekstrakurikuler (organisasi, pramuka, minat, dan bakat).Semua kegiatan tersebut diawasi dan diatur oleh staf KMI dan manajemen OPPM, sementara metode kepemimpinan Gontor—termasuk pengarahan, pelatihan, penugasan, kebiasaan, escort, Uswah Hasanah, dan pendekatan—digunakan untuk mengembangkan keterampilan tersebut.Dukungan utama terletak pada lingkungan bahasa dan organisasi, serta pengawasan yang efektif.namun, kurangnya kesadaran siswa mengenai tanggung jawab menghambat proses pembelajaran.

Penelitian berikutnya dapat menilai efektivitas metode kepemimpinan Gontor dibandingkan pendekatan tradisional melalui studi longitudinal 12 bulan yang mengukur peningkatan keterampilan komunikasi, pemecahan masalah, dan kerja tim dengan tes portofolio serta observasi partisipatif. Metrik tersebut akan dilacak setiap trimester untuk menilai tren perkembangan kemampuan interpersonal santri. Selanjutnya, perlu diteliti pengaruh lingkungan bilingual (Arab‑Inggris) terhadap ketahanan empati dan kepemimpinan; metode eksperimental dengan kelompok kontrol dapat mengidentifikasi dampak penggunaan bahasa asing pada pengembangan sikap positif. Eksperimen akan meninjau frekuensi dan kualitas penggunaan bahasa asing selama kegiatan kurikuler, ko‑kurikuler, maupun ekstrakurikuler menggunakan kuesioner validitas tinggi. Terakhir, faktor kurangnya kesadaran tanggung jawab siswa yang menghambat kerjasama tim dapat diatasi melalui program pelatihan kewirausahaan sosial selama enam bulan. Evaluasi program akan mencakup kuesioner sikap dan studi kasus, dengan kelompok kontrol yang tidak menerima pelatihan untuk perbandingan. Temuan akan memberikan rekomendasi praktis bagi pengembangan kurikulum pesantren yang lebih holistik. Setiap temuan dapat diadaptasi di pesantren lain yang menggunakan pendekatan serupa. Penelitian ini juga dapat memperluas pemahaman teori kepemimpinan interaktif dalam pendidikan Islam. Keseluruhan rekomendasi akan bersifat komprehensif dan aplikatif.

  1. Leadership in Islam - Mir - 2010 - Journal of Leadership Studies - Wiley Online Library. leadership islam... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/jls.20180Leadership in Islam Mir 2010 Journal of Leadership Studies Wiley Online Library leadership islam onlinelibrary wiley doi 10 1002 jls 20180
Read online
File size394.36 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test