IJCIEDIJCIED

INTERNATIONAL JOURNAL OF CONTEMPORARY ISLAMIC EDUCATIONINTERNATIONAL JOURNAL OF CONTEMPORARY ISLAMIC EDUCATION

Penelitian ini membahas dampak mental dan spiritual pada anak‑anak korban gempa bumi 2018 di Desa Lompio, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi bentuk mental‑spiritual anak korban gempa 2018 serta strategi pemulihan mental‑spiritual bagi mereka, sekaligus menganalisis faktor‑faktor yang mendukung dan menghambat proses pemulihan. Dengan pendekatan studi kasus, penelitian menemukan bahwa anak‑anak mengalami perasaan negatif berupa trauma, ketakutan, kecemasan, rasa takut beribadah di masjid, serta berkurangnya minat terhadap kegiatan pertanian; di sisi lain, terdapat dampak positif dimana anak‑anak menjadi lebih religius melalui praktik ajaran Islam secara rutin seperti sholat dan membantu teman. Untuk strategi pemulihan mental, pemerintah daerah menerapkan metode Al‑hikmah dengan pendekatan ilahi serta metode Al‑Mauidzatil Hasanah, melibatkan berbagai aktor termasuk pejabat pemerintah, pemerintah desa, LSM, guru formal, guru agama, orang tua, dan pihak masyarakat terkait.

Berdasarkan hasil diskusi, bentuk mental dan spiritual anak korban gempa 2018 di Desa Lompio, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala terdiri atas dua bentuk.negatif (trauma, takut, kecemasan, takut beribadah di masjid, dan kurang minat ke tempat pembuangan) serta positif (konsistensi sholat lima waktu, kepedulian terhadap orang tua, dan membantu sesama).Strategi pemulihan mental yang diterapkan meliputi dua metode, yaitu metode Al‑hikmah dengan pendekatan ilahi dan metode Al‑Mauidzatil Hasanah.Faktor pendukung pemulihan meliputi kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, LSM, guru formal, guru TPA, orang tua, dan masyarakat, sedangkan faktor penghambat meliputi tingkat kesadaran anak dan kondisi ekonomi orang tua.

Penelitian lanjutan dapat menguji efektivitas jangka panjang metode Al‑hikmah dan Al‑Mauidzatil Hasanah dalam meningkatkan kesejahteraan mental‑spiritual anak korban gempa dengan desain studi kohort longitudinal selama tiga tahun. Selain itu, diperlukan studi komparatif yang membandingkan strategi pemulihan berbasis komunitas di wilayah yang berbeda, untuk mengidentifikasi faktor kontekstual yang memperkuat atau melemahkan keberhasilan intervensi. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran ekonomi keluarga orang tua sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara program pemulihan dan tingkat kepatuhan anak terhadap praktik keagamaan. Sebagai langkah inovatif, dapat dikembangkan model intervensi digital yang memanfaatkan aplikasi mobile untuk menyediakan materi psikologis dan religius secara terjangkau kepada anak‑anak di daerah terpencil. Selanjutnya, penelitian kualitatif mendalam dapat menggali persepsi guru TPA dan orang tua mengenai hambatan budaya yang mempengaruhi partisipasi anak dalam kegiatan spiritual pasca‑bencana. Akhirnya, evaluasi biaya‑manfaat dari program kolaboratif antara pemerintah, LSM, dan lembaga pendidikan diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan skalabilitas upaya pemulihan mental‑spiritual.

Read online
File size381.93 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test