UNCMUNCM

Jurnal Genta MuliaJurnal Genta Mulia

Kemajuan teknologi digital telah memengaruhi cara orang tua membimbing kemampuan berbahasa anak, terutama melalui peran media sosial yang semakin kuat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pola pengasuhan bahasa anak antara seorang ibu yang dikenal sebagai tokoh publik di media sosial dan dua ibu dari generasi yang berbeda, dalam rangka mendukung perkembangan bahasa anak di era digital. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi terhadap tiga orang informan yang masing-masing mewakili tokoh publik di media sosial, generasi milenial, dan generasi z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh publik di media sosial menerapkan pola pengasuhan yang menekankan penggunaan bahasa formal dan sopan secara konsisten. Ibu dari generasi milenial lebih fleksibel dan membolehkan penggunaan bahasa tidak baku selama tetap menjaga kesantunan. Sementara itu, ibu dari generasi z memadukan ketegasan dan kebebasan, mengajarkan kepekaan terhadap konteks penggunaan bahasa serta membatasi akses anak terhadap media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola pengasuhan bahasa anak sangat dipengaruhi oleh latar belakang generasi, nilai-nilai pribadi, dan perkembangan teknologi digital.

Dapat disimpulkan, pola asuh bahasa di era digital sangat dipengaruhi oleh latar belakang, nilai-nilai pribadi, dan pandangan orang tua terhadap perkembangan zaman dan teknologi.Dalam artikel ini, tiga sosok ibu memperlihatkan pendekatan yang beragam namun memiliki tujuan yang sama.membentuk anak-anak yang dapat berkomunikasi dengan baik dan sopan.Ibu Lala menekankan pentingnya penggunaan bahasa formal dan sopan sejak usia dini, dengan pendekatan yang konsisten dan disiplin dalam lingkungan keluarga.Di sisi lain, Ibu Vera mengadopsi gaya pengasuhan yang lebih fleksibel, mengizinkan penggunaan bahasa gaul selama tetap menjaga tata krama, sembari aktif memanfaatkan media digital untuk mendukung proses belajar anak.Sementara itu, Ibu Hana berpadu antara ketegasan dan kebebasan, mengajarkan kepekaan konteks dalam berbahasa, serta membatasi akses media sosial pada usia dini agar anak lebih fokus pada pengembangan diri dan komunikasi langsung.Ketiga pendekatan ini menunjukkan bahwa tidak ada satu pola asuh bahasa yang benar atau salah.Setiap orang tua memiliki metode sendiri yang disesuaikan dengan nilai-nilai yang mereka anut dan tantangan yang dihadapi.Yang terpenting adalah bagaimana orang tua dapat menumbuhkan kesadaran berbahasa yang sopan, adaptif, dan kontekstual pada anak-anak, sehingga mereka siap menghadapi dinamika sosial di era digital.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut dampak penggunaan media sosial dalam pola asuh bahasa anak, khususnya dalam hal pembentukan kesadaran kontekstual dan adaptif dalam berbahasa. 2. Meneliti bagaimana pengaruh peran influencer parenting dalam membentuk praktik pengasuhan bahasa anak di era digital, serta dampak jangka panjangnya terhadap perkembangan bahasa dan komunikasi anak. 3. Mengkaji strategi pengasuhan yang efektif dalam era digital, dengan mempertimbangkan tantangan dan peluang yang ditawarkan oleh teknologi, serta bagaimana orang tua dapat menyeimbangkan antara penggunaan bahasa formal dan kebebasan berekspresi dalam berbahasa.

  1. FAMILY-SCHOOL PARTNERSHIPS OF INDONESIAN FAMILIES ENGAGED IN POSTGRADUATE STUDY: KEMITRAAN SEKOLAH-KELUARGA... doi.org/10.21009/jiv.1601.1FAMILY SCHOOL PARTNERSHIPS OF INDONESIAN FAMILIES ENGAGED IN POSTGRADUATE STUDY KEMITRAAN SEKOLAH KELUARGA doi 10 21009 jiv 1601 1
  2. Peran Parent Influencers Media Sosial pada Pola Asuh Orang Tua Milenial | Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan... obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/6025Peran Parent Influencers Media Sosial pada Pola Asuh Orang Tua Milenial Jurnal Obsesi Jurnal Pendidikan obsesi index php obsesi article view 6025
Read online
File size173.15 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test