STTREALBATAMSTTREALBATAM
REAL DIDACHE: Journal of Christian EducationREAL DIDACHE: Journal of Christian EducationGenerasi Alpha menghuni ekosistem digital di mana media sosial bukan sekadar alat komunikasi, melainkan arena utama pembentukan identitas, pembelajaran sosial, dan negosiasi moral. Namun justru kondisi imersi inilah yang melahirkan krisis etika seperti perundungan siber, fragmentasi identitas diri, paparan konten pornografis dan kekerasan, serta pengikisan nilai-nilai spiritual secara berkelanjutan. Meskipun kajian tentang Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan formasi digital semakin berkembang, penelitian yang ada umumnya hanya mengkaji model pedagogis yang mengarah kepada konten etika Kristen yang konkret, atau sekadar mendeskripsikan fenomena media sosial tanpa membangun kerangka etis yang berpijak pada teks Alkitab. Penelitian ini mengisi celah tersebut dengan mengonstruksi kerangka etika alkitabiah dari empat teks normatif, yaitu Kolose 4:5 tentang kebijaksanaan sebagai gaya hidup, Amsal 2:5 tentang takut dan mengenal Tuhan, Matius 5:13-14 tentang menjadi garam dan terang dunia, serta Galatia 5:22-23 tentang hidup menurut buah Roh Kudus. Penelitian juga menjelaskan bagaimana setiap norma dapat diimplementasikan secara konkret dalam kurikulum dan praksis PAK bagi Generasi Alpha. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis analisis hermeneutis, penelitian ini membuktikan bahwa keempat dimensi etika tersebut tidak hanya koheren secara teologis, tetapi juga dapat dioperasionalkan secara pedagogis. Dengan demikian, PAK berperan sebagai agen normatif yang strategis dalam menanamkan etika Kristen dan membentuk karakter digital Generasi Alpha, sehingga mereka mampu berinteraksi di ruang digital secara bertanggung jawab dan berkarakter Kristiani.
Berdasarkan hasil kajian, penelitian ini menegaskan bahwa Pendidikan Agama Kristen memiliki peran yang sangat strategis dan esensial dalam menanamkan etika Kristen bagi Generasi Alpha di tengah masifnya penggunaan media sosial.Generasi Alpha yang hidup dalam ekosistem digital memiliki kerentanan emosional, moral dan spiritual yang muncul akibat dominasi teknologi yang disertai kontrol sosial yang semakin melemah serta paparan konten digital yang tidak terfilter yang terus memengaruhi pola pikir dan perilaku mereka.Dalam situasi ini, Pendidikan Agama Kristen berperan sebagai pedoman normatif yang membentuk karakter dan perilaku mereka sesuai prinsip-prinsip firman Tuhan.Melalui penanaman nilai kebijaksanaan sebagai gaya hidup (Kol.5), identitas sebagai garam dan terang dunia (Mat.13-14), serta hidup menurut buah Roh Kudus (Gal.22–23), generasi ini diperlengkapi untuk menggunakan media sosial secara etis, bertanggung jawab, serta mencerminkan karakter Kristus.Keempat dimensi formasi etika digital tersebut menjadikan Pendidikan Agama Kristen berperan sebagai agen pembentukan identitas digital yang tidak hanya etis secara sosial tetapi juga teologis secara substansial.Dengan demikian, kontribusi orisinal penelitian ini terletak pada perumusan kerangka etika digital berbasis teologi biblika yang dapat diimplementasikan dalam kurikulum dan praksis pendidikan gerejawi maupun keluarga Kristen dalam mendampingi Generasi Alpha di tengah arus digitalisasi.
Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengembangkan model pendidikan agama Kristen yang terintegrasi dengan platform media sosial. Penelitian ini dapat mengeksplorasi cara-cara kreatif untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana pembelajaran etika Kristen bagi Generasi Alpha. Misalnya, dengan memanfaatkan fitur-fitur interaktif seperti live streaming, podcast, atau video pendek untuk menyampaikan pesan-pesan etika secara menarik dan relevan dengan pengalaman sehari-hari generasi muda.. . 2. Menganalisis dampak penggunaan media sosial terhadap pembentukan karakter digital Generasi Alpha. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana media sosial mempengaruhi nilai-nilai, sikap, dan perilaku generasi muda dalam konteks digital. Dengan memahami dinamika ini, pendidikan agama Kristen dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam menanamkan etika Kristen dan membentuk karakter digital yang kuat.. . 3. Meneliti peran keluarga dan gereja dalam mendampingi Generasi Alpha dalam penggunaan media sosial. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana keluarga dan gereja dapat bekerja sama dalam mendampingi generasi muda dalam penggunaan media sosial secara bertanggung jawab dan etis. Dengan melibatkan keluarga dan gereja, pendidikan agama Kristen dapat menciptakan lingkungan yang mendukung dan menguatkan nilai-nilai etika Kristen dalam kehidupan sehari-hari generasi muda.. . Dengan menggabungkan ketiga saran penelitian ini, diharapkan dapat tercipta kerangka kerja yang komprehensif dalam menanamkan etika Kristen dan membentuk karakter digital Generasi Alpha di era digital.
- MEMBIMBING GENERASI Z DAN ALPHA | TEOLOGIS, RELEVAN, APLIKATIF, CENDIKIA, KONTEKSTUAL. membimbing generasi... doi.org/10.61660/track.v3i1.177MEMBIMBING GENERASI Z DAN ALPHA TEOLOGIS RELEVAN APLIKATIF CENDIKIA KONTEKSTUAL membimbing generasi doi 10 61660 track v3i1 177
- Peningkatan Pengetahuan tentang Dampak Negatif Penggunaan Gadget yang Berlebihan bagi Siswa SMP Negeri... ojs.sttrealbatam.ac.id/index.php/coster/article/view/666Peningkatan Pengetahuan tentang Dampak Negatif Penggunaan Gadget yang Berlebihan bagi Siswa SMP Negeri ojs sttrealbatam ac index php coster article view 666
| File size | 566.93 KB |
| Pages | 25 |
| DMCA | Report |
Related /
NEOLECTURANEOLECTURA Pembelajaran berpusat kepada siswa mengharuskan siswa untuk mampu berpikir kritis. Namun, keterampilan berpikir kritis belum banyak dibiasakan di sekolah.Pembelajaran berpusat kepada siswa mengharuskan siswa untuk mampu berpikir kritis. Namun, keterampilan berpikir kritis belum banyak dibiasakan di sekolah.
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Hasil Pearson Product Moment dari kedua instrumen analisis data adalah 0,011. Kategori adalah tidak signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubunganHasil Pearson Product Moment dari kedua instrumen analisis data adalah 0,011. Kategori adalah tidak signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Ketuntasan belajar pada siklus 1 sebesar 62% dan pada siklus II meningkat menjadi 90%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwaKetuntasan belajar pada siklus 1 sebesar 62% dan pada siklus II meningkat menjadi 90%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Dapat disimpulkan bahwa metode ini memenuhi target 75%. Kesimpulannya, metode permainan fish bowl yang digunakan dalam proses pembelajaran di SMP MUHAMMADIYAHDapat disimpulkan bahwa metode ini memenuhi target 75%. Kesimpulannya, metode permainan fish bowl yang digunakan dalam proses pembelajaran di SMP MUHAMMADIYAH
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen, Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah observasi, tes, dan dokumentasi,Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen, Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah observasi, tes, dan dokumentasi,
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Deiksis tempat digunakan untuk menciptakan suasana latar tempat yang realistis dan dramatis. Deiksis waktu digunakan untuk membangun alur cerita yang menarik.Deiksis tempat digunakan untuk menciptakan suasana latar tempat yang realistis dan dramatis. Deiksis waktu digunakan untuk membangun alur cerita yang menarik.
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa ekstrakurikuler yang berada di SMA Negeri 2 Manggelewa yang berjumlah 15 orang siswa. Instrumen untuk mengukurSubjek penelitian ini adalah seluruh siswa ekstrakurikuler yang berada di SMA Negeri 2 Manggelewa yang berjumlah 15 orang siswa. Instrumen untuk mengukur
E JOURNALSANGKAKALAE JOURNALSANGKAKALA Kompetensi yang dimiliki guru menjadi kunci keberhasilan menggerakan siswa pada upaya peningkatan minat belajar. Melalui kompetensi profesional yang dimiliki,Kompetensi yang dimiliki guru menjadi kunci keberhasilan menggerakan siswa pada upaya peningkatan minat belajar. Melalui kompetensi profesional yang dimiliki,
Useful /
NEOLECTURANEOLECTURA Subjek penelitian ini adalah kelas VIII C sebagai kelas Eksperimen yang terdiri dari 23 siswa dan kelas VIII A sebagai kelas Kontrol yang terdiri dariSubjek penelitian ini adalah kelas VIII C sebagai kelas Eksperimen yang terdiri dari 23 siswa dan kelas VIII A sebagai kelas Kontrol yang terdiri dari
UNYUNY Pappaseng adalah nilai lokal masyarakat Bugis-Makassar yang mengandung nilai-nilai kehidupan yang meliputi nilai moral dan etika, yang diharapkan dapatPappaseng adalah nilai lokal masyarakat Bugis-Makassar yang mengandung nilai-nilai kehidupan yang meliputi nilai moral dan etika, yang diharapkan dapat
UNYUNY Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi perilaku sosial loafing diImplikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi perilaku sosial loafing di
UNYUNY Penelitian ini menggunakan metode campuran. Model penelitiannya adalah desain eksploratif sekuensial. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, danPenelitian ini menggunakan metode campuran. Model penelitiannya adalah desain eksploratif sekuensial. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan