UCYUCY

Academy of Education JournalAcademy of Education Journal

Kemerotan moral mendera bangsa kita saat ini, antara lain tingginya tingkat kriminalitas, kasus korupsi, kolusi dan penegakan hukum yang sepertinya masih jauh dari harapan nilai keadilan. Kejadian tersebut memberi kesan seakan-akan bangsa kita sedang mengalami krisis etika dan krisis kepercayaan diri yang berkepanjangan. Berdasarkan kenyataan tersebut, pendidikan nilai/moral memang sangat diperlukan atas dasar argumen adanya kebutuhan nyata dan mendesak. Dalam Permendiknas N0.45/2006 setiap rumusan SKL secara implisit dan eksplisit termuat substansi nilai/karakter. Pendidikan unggah-ungguh di sekolah diberikan merupakan pelaksanaan mata pelajaran Seni Budaya karena keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatannya terhadap perkembangan siswa melalui pengalaman etik dan estetika dalam bentuk kegiatan berekspresi/berkreasi dan berapresiasi.

Pendidikan unggah-ungguh dapat menjadi sarana efektif untuk membangun karakter siswa melalui kegiatan sekolah dan proses pembelajaran, sehingga siswa terbiasa berperilaku sopan, santun, dan beretika dalam interaksi sosialnya.Upaya kurikuler yang mengintegrasikan nilai‑nilai karakter ke dalam mata pelajaran Seni Budaya telah menunjukkan kontribusi positif dalam pembentukan insan yang berkualitas.Oleh karena itu, penerapan pembelajaran unggah-ungguh secara konsisten dan terintegrasi diperlukan untuk menumbuhkan generasi yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak jangka panjang penerapan model pembelajaran unggah-ungguh terhadap perilaku moral siswa kelas dasar selama satu tahun ajaran, sehingga dapat mengukur perubahan sikap secara kuantitatif dan kualitatif. Selanjutnya, studi kualitatif dapat menggali tantangan yang dihadapi guru dalam mengintegrasikan unggah-ungguh ke dalam kurikulum yang sudah ada, serta menilai efektivitas program pelatihan profesional bagi guru untuk mengatasi hambatan tersebut. Terakhir, penelitian tindakan dapat menguji peran aktif orang tua dan komunitas dalam kegiatan unggah-ungguh di luar sekolah, dengan membandingkan hasil pengembangan karakter siswa yang terlibat dalam program kolaboratif keluarga‑sekolah versus yang hanya mendapat intervensi di lingkungan sekolah.

Read online
File size166.55 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test