USIUSI
Jurnal Regional PlanningJurnal Regional PlanningTujuan penelitian adalah mengetahui bagaimana kondisi eksisting komoditas kentang sebagai potensi pengembangan wilayah di Kabupaten Simalungun, dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penawaran komoditas kentang sebagai potensi pengembangan wilayah di Kabupaten Simalungun. Metode analisis data yang digunakan adalah metode regresi linear berganda menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan produksi kentang tertinggi terjadi pada tahun 2008 yaitu 89.749 ton, dan produksi terendah terjadi pada tahun 2017 yaitu 35.474 ton. Harga kentang terendah terjadi pada tahun 2008 yaitu Rp. 3.122/kg dan tertinggi pada tahun 2017 yaitu Rp. 7.590/kg. Luas areal (LA), harga kentang (Pk), harga pupuk (Pu), dan harga bibit kentang (Pb) memiliki hubungan positif dengan penawaran kentang (QS), sedangkan harga wortel (Pw) memiliki hubungan negatif. Secara parsial, variabel luas areal (LA) dan harga pupuk (Pu) berpengaruh signifikan terhadap penawaran kentang, sedangkan harga kentang (Pk), harga wortel (Pw), dan harga bibit kentang (Pb) tidak berpengaruh signifikan. Hasil estimasi OLS menunjukkan bahwa harga pupuk memberikan respon paling besar terhadap penawaran kentang, diikuti oleh luas areal, harga bibit kentang, dan harga kentang.
Produksi kentang tertinggi terjadi pada tahun 2008 sebesar 89.749 ton dan terendah pada tahun 2017 sebesar 35.474 ton, dengan harga kentang berkisar antara Rp3.Luas areal dan harga pupuk berpengaruh signifikan terhadap penawaran kentang, sedangkan harga kentang, harga wortel, dan harga bibit kentang tidak berpengaruh signifikan.Faktor harga pupuk memiliki respons terbesar terhadap penawaran kentang, diikuti oleh luas areal, harga bibit, dan harga kentang, sementara harga wortel tidak memengaruhi penawaran.
Pertama, perlu diteliti bagaimana perubahan iklim memengaruhi fluktuasi luas areal dan produksi kentang di Kabupaten Simalungun, mengingat budidaya kentang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan tren penurunan produksi dalam beberapa tahun terakhir. Kedua, penting untuk mengevaluasi efektivitas subsidi pupuk terhadap keputusan petani dalam menawarkan kentang di pasar, terutama karena kenaikan harga pupuk justru berkorelasi positif dengan penawaran, yang secara teori tidak lazim dan perlu dikaji lebih dalam. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang preferensi konsumen terhadap kentang olahan dibandingkan kentang segar, untuk memahami bagaimana pergeseran pola konsumsi industri pangan dapat memengaruhi permintaan dan penawaran kentang di tingkat petani, serta peluang pengembangan komoditas unggulan berbasis pasar modern.
| File size | 828.03 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Dari 114 artikel yang teridentifikasi, diperoleh 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan EMS terhadap bencanaDari 114 artikel yang teridentifikasi, diperoleh 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan EMS terhadap bencana
UNAIRUNAIR JIPK hanya menerima naskah yang ditulis dalam bahasa Inggris secara penuh dan memproses naskah asli yang terkait dengan lingkup ilmu perikanan dan kelautanJIPK hanya menerima naskah yang ditulis dalam bahasa Inggris secara penuh dan memproses naskah asli yang terkait dengan lingkup ilmu perikanan dan kelautan
LARPAINSTITUTELARPAINSTITUTE Keandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan fasilitas fisik pelayanan kefarmasian mendapatkan respon positif dari konsumen. Penelitian selanjutnya dapatKeandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan fasilitas fisik pelayanan kefarmasian mendapatkan respon positif dari konsumen. Penelitian selanjutnya dapat
USIUSI Otonomi daerah menggunakan prinsip otonomi seluas-luasnya, yang berarti DPRD memiliki hak inisiatif untuk mengajukan rancangan peraturan daerah. PenelitianOtonomi daerah menggunakan prinsip otonomi seluas-luasnya, yang berarti DPRD memiliki hak inisiatif untuk mengajukan rancangan peraturan daerah. Penelitian
DINASTIPUBDINASTIPUB Pertama, faktor tempat (Place) berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Kedua, faktor harga (Price) memengaruhi keputusan pembelian. Ketiga, kualitasPertama, faktor tempat (Place) berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Kedua, faktor harga (Price) memengaruhi keputusan pembelian. Ketiga, kualitas
UMJAMBIUMJAMBI Untuk menjawab tujuan penelitian kedua digunakan model Analisis Regresi berganda. Kemudian untuk menjawab tujuan penelitian ketiga dan keempat digunakanUntuk menjawab tujuan penelitian kedua digunakan model Analisis Regresi berganda. Kemudian untuk menjawab tujuan penelitian ketiga dan keempat digunakan
DCCDCC Peningkatan tersebut memicu penganggaran biaya tenaga kerja langsung dalam produksi, dimana biaya tenaga kerja langsung merupakan bagian yang sangat berperanPeningkatan tersebut memicu penganggaran biaya tenaga kerja langsung dalam produksi, dimana biaya tenaga kerja langsung merupakan bagian yang sangat berperan
DCCDCC Putri Beauty Salon dan Spa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa kecantikan. Kelemahan yang ada terletak pada proses pencatatan transaksi,Putri Beauty Salon dan Spa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa kecantikan. Kelemahan yang ada terletak pada proses pencatatan transaksi,
Useful /
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan kebidanan Continuity of Care pada Ny. D, usia 25 tahun, di PMB Siti Nur Azizah, Wonoayu,Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan kebidanan Continuity of Care pada Ny. D, usia 25 tahun, di PMB Siti Nur Azizah, Wonoayu,
UHNSUGRIWAUHNSUGRIWA Dengan implementasi rekomendasi ini, diharapkan tata kelola TI sistem Keluargaku.id dapat mencapai tingkat kematangan yang lebih tinggi dan mendukung tujuanDengan implementasi rekomendasi ini, diharapkan tata kelola TI sistem Keluargaku.id dapat mencapai tingkat kematangan yang lebih tinggi dan mendukung tujuan
USIUSI Dari hasil analisis secara kualitatif diperoleh gambaran bahwa kinerja, tingkat pendidikan dan sumber daya manusia berada dalam kategori cukup. SedangkanDari hasil analisis secara kualitatif diperoleh gambaran bahwa kinerja, tingkat pendidikan dan sumber daya manusia berada dalam kategori cukup. Sedangkan
USIUSI Sedangkan sisa 35,9%, yang tidak masuk kedalam penelitian ini. Jadi dapat disimpulkan bahwa Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima dan Kinerja Perusahaan DaerahSedangkan sisa 35,9%, yang tidak masuk kedalam penelitian ini. Jadi dapat disimpulkan bahwa Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima dan Kinerja Perusahaan Daerah