UNSIKAUNSIKA
BAROMETERBAROMETERTujuan dari penelitian ini adalah menganalisis rancangan pemarut kelapa dengan sistem manual yang akan digunakan petani kelapa di dusun Air Pepaya Negeri Haruru Maluku Tengah yang daerahnya belum teraliri listrik dan terisolir. Proses produksi minyak kelapa di daerah pedesaan masih dilakukan dengan cara tradisional, yaitu diparut kemudian diperas, berikutnya proses itu masih dilakukan dengan alat dan cara yang relatif masih lambat dan tidak efisien. Pemilihan ini tentunya didasarkan karena ketersediaan alat dan menghindarkan penggunaan motor bensin yang dirasa cukup mahal dalam biaya operasionalnya. Proses produksi alat pemarut kelapa dilakukan tanpa melapas batok dengan menggunakan penggerak manual, sehingga waktu dan tenaga yang dibutuhkan manusia lebih singkat, selain itu pada alat ini juga dikombinasikan dengan alat pemeras santan dengan sistem ulir tekan dengan hasil perasan yang lebih baik dari sisi kapasitas dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan pada putaran poros yang digerakkan n5 = 5,233 rad/s atau 0,83 kali putaran, akan menghasilkan putaran pada pisau parut sebesar 114 rad/s atau = 18,143 kali putaran dengan kecepatan potong 0,358 m/s atau memiliki perbandingan putaran yang terjadi antara putaran pada poros penggerak dengan putaran pada poros pisau parut adalah i = 21,785, sehingga daya atau energi yang dikeluarkan manusia jauh lebih kecil dan efisien dalam melakukan kegiatan proses produksi. Dengan tinggi sadel hingga pengayuh adalah 70 cm da lebar 35 cm.
Dari tahap perencanaan sampai pada proses dan selesainya pembuatan alat ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan putaran pedal 5,235 rad/s atau 0,83 kali putaran per sekonnya yang dipakai dalam mengoperasian alat, akan menghasilkan putaran yang tinggi pada poros pisau parut yaitu 114 rad/s atau 18,143 kali putaran per sekonnya dengan kecepatan potong 0,358 m/s, sehingga daya atau energi yang dikeluarkan manusia jauh lebih kecil dan efisien dalam melakukan kegiatan proses produksi.Dengan tinggi sadel hingga pengayuh adalah 70 cm dan lebar 35 cm.
Untuk pengembangan penelitian ini ke depan, disarankan beberapa arah studi lanjutan yang dapat memperkaya manfaat alat pemarut kelapa manual ini. Pertama, perlu dilakukan analisis antropometri yang lebih mendalam dan ekstensif, tidak hanya terbatas pada satu dusun, tetapi mencakup variasi demografi pengguna (misalnya, rentang usia, jenis kelamin, dan kondisi fisik) di berbagai daerah pedesaan yang terisolir. Penelitian ini dapat mengeksplorasi dan membandingkan desain penggerak manual alternatif, seperti sistem engkol tangan atau tuas, untuk mengidentifikasi konfigurasi yang paling ergonomis dan minim kelelahan untuk penggunaan jangka panjang, serta mempertimbangkan adaptasinya untuk fungsi pemeras santan yang juga disebutkan. Kedua, penting untuk melakukan studi komprehensif mengenai optimasi sistem terintegrasi antara alat pemarut dan pemeras santan, fokus pada peningkatan efisiensi hasil perasan dan kualitas santan yang dihasilkan, termasuk analisis kandungan nutrisi dan potensi daya simpannya. Hal ini akan memastikan alat tidak hanya efisien dalam memarut, tetapi juga menghasilkan produk akhir yang berkualitas tinggi dan bernilai ekonomis. Ketiga, penelitian lanjutan dapat berfokus pada eksplorasi material alternatif yang lebih tahan lama, mudah diperoleh secara lokal, dan berbiaya rendah, dengan mempertimbangkan ketahanan terhadap korosi dan keausan akibat penggunaan berkelanjutan dengan kelapa. Aspek ini krusial untuk memfasilitasi produksi alat secara mandiri di tingkat komunitas dan memastikan keberlanjutan alat dalam jangka panjang dengan pemeliharaan yang sederhana, sehingga masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pengolahan kelapa.
| File size | 1.13 MB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIMEDUNIMED Selanjutnya uji coba Tahap I yang berjumlah 20 orang menunjukkan angka 94,4% dengan Sangat Layak, kemudian uji coba Tahap II yang terdiri dari 30 orangSelanjutnya uji coba Tahap I yang berjumlah 20 orang menunjukkan angka 94,4% dengan Sangat Layak, kemudian uji coba Tahap II yang terdiri dari 30 orang
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung mocaf dan tepung tempe terhadap karakteristik biskuit. Hasil penelitian menunjukkanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung mocaf dan tepung tempe terhadap karakteristik biskuit. Hasil penelitian menunjukkan
ARITEKINARITEKIN Sistem ini dilengkapi dengan empat jenis sensor utama. Pemantauan kondisi tanah melibatkan sensor kelembapan tanah tipe FC-28 dan sensor pH tanah, pengukurSistem ini dilengkapi dengan empat jenis sensor utama. Pemantauan kondisi tanah melibatkan sensor kelembapan tanah tipe FC-28 dan sensor pH tanah, pengukur
JITERAJITERA Oleh karena itu, keberhasilan penerapan AI memerlukan kolaborasi antara pendidik, pembuat kebijakan, dan pengembang teknologi, serta pelatihan berkelanjutanOleh karena itu, keberhasilan penerapan AI memerlukan kolaborasi antara pendidik, pembuat kebijakan, dan pengembang teknologi, serta pelatihan berkelanjutan
SALNESIASALNESIA Hasil ini terbukti dari nilai posttest dengan rata-rata 95,71 yang mengalami peningkatan sebesar 15,71 dari rata-rata hasil pretest 80,00. Hal ini merupakanHasil ini terbukti dari nilai posttest dengan rata-rata 95,71 yang mengalami peningkatan sebesar 15,71 dari rata-rata hasil pretest 80,00. Hal ini merupakan
STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah Siswa kelas III SDN 4 Kotakarang. Pengumpulan data ini meliputiPenelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah Siswa kelas III SDN 4 Kotakarang. Pengumpulan data ini meliputi
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Kegiatan sosialisasi dan pelatihan bertujuan memberdayakan masyarakat dalam pemanfaatan limbah tanaman nangka menjadi produk makanan rempeyek biji nangkaKegiatan sosialisasi dan pelatihan bertujuan memberdayakan masyarakat dalam pemanfaatan limbah tanaman nangka menjadi produk makanan rempeyek biji nangka
STIKES BETHESDASTIKES BETHESDA search. ebscohost.com, www. proquest.com, www. pubmed. gov, satu jurnal sistematik review, dan empat buku tentang stroke dengan tahun publikasi 2005-2013.search. ebscohost.com, www. proquest.com, www. pubmed. gov, satu jurnal sistematik review, dan empat buku tentang stroke dengan tahun publikasi 2005-2013.
Useful /
UNIMEDUNIMED Metode dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Instrument penelitian yang digunakan yaitu penilaian teknik dasar passing bawah bola voli.Metode dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Instrument penelitian yang digunakan yaitu penilaian teknik dasar passing bawah bola voli.
STIBAIEC JAKARTASTIBAIEC JAKARTA Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis teks untuk menyelidiki status ambigu Santiago. Temuan menunjukkan bahwa meskipun Santiago tampakPenelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis teks untuk menyelidiki status ambigu Santiago. Temuan menunjukkan bahwa meskipun Santiago tampak
BTPBTP Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproses limbah cangkang menjadi produk dengan nilai jual sepertiHasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproses limbah cangkang menjadi produk dengan nilai jual seperti
STIKES BETHESDASTIKES BETHESDA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program Bina Keluarga Lansia (BKL) dalam membina lansia di Kecamatan Godean, Sleman, Yogyakarta.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program Bina Keluarga Lansia (BKL) dalam membina lansia di Kecamatan Godean, Sleman, Yogyakarta.