STIALANSTIALAN

Jurnal Good GovernanceJurnal Good Governance

Food waste dianggap sebagai suatu permasalahan multidimensi ekonomi, lingkungan dan sosial. Laporan menyebutkan food waste sebagai kontributor terbesar timbulan sampah di Indonesia dengan penghasil utama di tingkat rumah tangga sebagai konsumen akhir dalam rantai pasok makanan. Penelitian terdahulu membahas berbagai faktor perilaku pendorong food waste seperti karakter demografi rumah tangga, kebiasaan berbelanja, mengonsumsi makanan, dan pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi timbulan food waste di tingkat rumah tangga. Pengumpulan data dengan survei kuisioner kepada 257 responden rumah tangga di Kota Depok, studi literatur, dan wawancara dengan pemangku kepentingan, dan dianalisis menggunakan model regresi Ordinary Least Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku memilah sampah, perencanaan berbelanja, serta motivasi ekonomi mempengaruhi timbulan food waste di rumah tangga. Temuan ini juga dapat dijadikan pertimbangan saat menyusun kebijakan dan kampanye pengurangan food waste.

Dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial dari food waste semakin mendapat perhatian global, bermuara pada agenda besar Sustainable Development Goals (SDG) yang salah satu targetnya adalah mengurangi food loss and waste di seluruh dunia pada tahun 2030, untuk memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi timbulan food waste di tingkat konsumen rumah tangga.Hasil menunjukan bahwa food waste yang ditimbulkan rumah tangga didominasi oleh sisa makanan yang tidak dapat dikonsumsi atau unavoidable food waste.Inefisiensi pengelolaan makanan seperti kurangnya pengetahuan terkait metode penyimpanan bahan makanan tertentu, atau label tanggal produk menjadi penyebab utama makanan dibuang.Selain itu perilaku pemilahan sampah, kebiasaan dalam perencanaan berbelanja motivasi ekonomi, serta faktor demografi responden juga mempengaruhi timbunan food waste.

Penelitian selanjutnya sebaiknya memusatkan perhatian pada food waste yang dapat dihindari (avoidable food waste) dengan melakukan survei mendalam di beberapa kota besar yang memiliki karakteristik demografis dan budaya berbeda, sehingga hasilnya lebih representatif secara nasional; selanjutnya, diperlukan uji coba intervensi digital berupa aplikasi mobile yang memberikan panduan perencanaan belanja, pengingat tanggal kedaluwarsa, dan pelaporan pemilahan sampah, menggunakan desain eksperimental terkontrol secara acak untuk mengukur perubahan perilaku rumah tangga; terakhir, studi komparatif mengenai pengaruh standar pelabelan tanggal produk (misalnya best before vs use by) terhadap keputusan konsumen dalam membuang atau mengonsumsi makanan dapat memberikan bukti kebijakan yang lebih kuat untuk regulasi nasional. Semua saran ini diharapkan dapat menutup celah metodologis, meningkatkan akurasi data, dan memberikan dasar ilmiah bagi kebijakan pengurangan food waste yang lebih efektif.

Read online
File size236.97 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test