UNDIKMAUNDIKMA

Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan PembelajaranJurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran

Penelitian evaluatif ini dilakukan karena pentingnya menanamkan pendidikan moral sejak dini pada diri peserta didik. Dalam proses kegiatan belajar mengajar maupun diluar kelas pendidikan karakter perlu untuk di tanamkan karena untuk mengetahui dan mengerti mana hal yang baik untuk dilakukan dan mana hal yang tidak baik atau tidak boleh dilakukan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana strategi penanaman pendidikan karakter MSI Al Amin Mataram. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, bahwa strategi penerapan pendidikan moral di MIS Al Amin melalui : 1. Program pengembangan diri meliputi kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan kepala sekolah dan guru dalam mendukung pelaksanaan pendidikan moral. 2. Pengintegrasian dalam mata pelajaran atau pengembangan proses pembelajaran dilakukan guru dengan cara mengaitkan pendidikan moral dengan materi mata pelajaran. 3. Pengembangan Luar sekolah dengan kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, Berhitung Membaca dan Menulis untuk kelas 1, drumband, tahfidz, dan TIK serta mengadakan perkemahan bagi siswa kelas IV dan V setiap satu tahun sekali. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa pendidikan moral di MIS Al Amin sudah termasuk baik.

Penelitian menyimpulkan bahwa strategi penerapan pendidikan moral di MIS Al Amin melibatkan tiga program utama.pengembangan diri, pengintegrasian dalam mata pelajaran, dan pengembangan di luar sekolah melalui ekstrakurikuler.Program pengembangan diri meliputi kegiatan rutin, spontan, serta keteladanan kepala sekolah dan guru.Secara keseluruhan, pendidikan moral di MIS Al Amin dinilai sudah berjalan dengan baik.

Mengingat bahwa penelitian ini telah mengevaluasi strategi penerapan pendidikan moral dan menyatakan hasilnya baik, studi lanjutan dapat mendalami aspek efektivitasnya secara lebih spesifik dan terukur. Sebagai contoh, sebuah penelitian bisa dirancang untuk mengukur secara kuantitatif dampak nyata dari setiap strategi utama—baik program pengembangan diri, pengintegrasian dalam mata pelajaran, maupun kegiatan ekstrakurikuler—terhadap perubahan perilaku dan perkembangan penalaran moral siswa. Hal ini dapat dilakukan melalui instrumen penilaian yang valid dan membandingkan hasil antara kelompok siswa yang terpapar intensif pada strategi tertentu dengan kelompok kontrol atau dengan data sebelum implementasi. Selanjutnya, penting juga untuk memahami perspektif dari berbagai pemangku kepentingan, seperti siswa sendiri, orang tua, dan bahkan masyarakat sekitar. Bagaimana mereka merasakan dan menilai efektivitas serta relevansi program pendidikan moral yang diterapkan? Apakah ada kesenjangan antara implementasi di sekolah dengan harapan dan observasi di lingkungan rumah atau sosial? Pemahaman ini akan memberikan gambaran komprehensif mengenai keberhasilan program dari berbagai sudut pandang. Terakhir, mengingat pentingnya keteladanan yang disebutkan, studi mendalam tentang peran spesifik dan efektivitas keteladanan guru dan kepala sekolah dalam membentuk karakter moral siswa akan sangat bermanfaat. Bagaimana keteladanan tersebut diinternalisasi oleh siswa, dan faktor-faktor apa yang meningkatkan atau menghambat dampaknya? Penelitian ini dapat mengidentifikasi praktik terbaik dalam menumbuhkan keteladanan yang efektif dan relevan dalam konteks pendidikan moral di sekolah.

Read online
File size352.82 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test