SAINTISPUBSAINTISPUB
Electronic Journal of Education, Social Economics and TechnologyElectronic Journal of Education, Social Economics and TechnologyPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik komunikasi yang digunakan oleh kepemimpinan Pondok Pesantren Modern Daarul Muhsinin Janjimanaan Kawat Labuhanbatu dalam membentuk karakter kepemimpinan siswa melalui program Catur Mantap yang terdiri dari empat aspek inti: Mantap Ibadahku, Mantap Akhlakku, Mantap Belajarku, dan Mantap Bahasaku. Dengan menggunakan pendekatan penelitian lapangan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa pemimpin pesantren menerapkan teknik komunikasi multi-strategis, termasuk komunikasi antar pribadi, kelompok, simbolik, dan instruksional. Pendekatan-pendekatan ini selaras dengan prinsip-prinsip komunikasi Islam yaitu shidq (kebenaran), tabligh (klarifikasi pesan), amanah (kepercayaan), dan fathonah (kebijaksanaan) serta teori komunikasi modern, khususnya model komunikasi efektif DeVito (kebukaan, empati, dukungan, positif, dan kesetaraan). Strategi komunikasi terbukti efektif dalam membangun ikatan emosional, meningkatkan partisipasi siswa, dan menginternalisasi nilai-nilai moral dan spiritual. Selain itu, strategi ini berfungsi sebagai alat transformasional dalam pendidikan karakter dan pengembangan kepemimpinan. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman praktis dan teoritis tentang komunikasi kepemimpinan pendidikan Islam dan menawarkan model yang dapat ditiru untuk institusi Islam lainnya.
Berdasarkan hasil penelitian di Pondok Pesantren Modern Daarul Muhsinin Janjimanaan Kawat Labuhanbatu, dapat disimpulkan bahwa teknik komunikasi yang diterapkan oleh pemimpin pesantren diterapkan secara strategis dan terstruktur untuk mendukung pengembangan karakter siswa melalui program Catur Mantap, yang mencakup Mantap Ibadahku, Mantap Akhlakku, Mantap Belajarku, dan Mantap Bahasaku.Teknik komunikasi kepemimpinan mencakup komunikasi antar pribadi (dialog harian dan bimbingan spiritual), komunikasi kelompok (halaqah dan pertemuan siswa), komunikasi simbolik (pemodelan peran dalam ibadah, disiplin, dan etika), serta komunikasi instruksional (nasihat Islam dan cerita).Teknik-teknik ini tidak hanya digunakan sebagai metode penyampaian informasi, tetapi lebih penting lagi, berfungsi sebagai alat transformasional untuk menginternalisasi nilai-nilai Islam, menumbuhkan kedekatan emosional, mendorong partisipasi siswa, dan membentuk karakter kepemimpinan.Dalam menjawab pertanyaan penelitian pertama, temuan menunjukkan bahwa komunikasi digunakan secara sengaja untuk membentuk karakter dan kapasitas kepemimpinan siswa melalui interaksi, bimbingan, dan contoh moral yang berkelanjutan.Terkait dengan pertanyaan penelitian kedua, teknik komunikasi yang diterapkan oleh pemimpin pesantren sangat selaras dengan prinsip-prinsip komunikasi Islam, yaitu shidq (kebenaran), tabligh (penyampaian yang jelas), amanah (kepercayaan), fathonah (kebijaksanaan), serta ihsan dan rahmah (kasih sayang dan keunggulan).Prinsip-prinsip ini didukung oleh teori komunikasi efektif Joseph DeVito, khususnya dalam hal kebukaan, empati, dan dukungan, serta teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead, yang menekankan pembentukan identitas melalui interaksi yang bermakna.Oleh karena itu, komunikasi kepemimpinan di Daarul Muhsinin tidak hanya membangun iklim pesantren yang religius dan penuh kasih sayang, tetapi juga menjadi pilar utama dalam membentuk santri yang berakar kuat secara spiritual, memiliki moral yang baik, dan mampu menjadi pemimpin di masa depan.Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi kepemimpinan adalah faktor kritis dalam kesuksesan pendidikan karakter di lingkungan pesantren, dan model komunikasi yang ditemukan dalam penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pesantren lainnya.Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk melakukan studi komparatif di antara institusi pesantren dan mengembangkan instrumen kuantitatif untuk mengukur dampak spesifik komunikasi terhadap pembentukan karakter siswa, termasuk menjelajahi peran komunikasi digital dalam konteks pesantren modern.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan penelitian komparatif yang menyelidiki teknik komunikasi kepemimpinan di berbagai pesantren dengan program-program pengembangan karakter yang berbeda, untuk memahami variasi dan efektivitas teknik komunikasi dalam konteks-konteks yang berbeda.. . 2. Menjelajahi peran komunikasi digital dalam konteks pesantren modern, terutama dalam hal bagaimana media sosial dan teknologi komunikasi dapat digunakan untuk memperkuat karakter dan kepemimpinan siswa. Penelitian ini dapat menyelidiki dampak positif dan negatif dari komunikasi digital, serta strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk memaksimalkan manfaatnya.. . 3. Mengembangkan instrumen kuantitatif yang valid dan andal untuk mengukur dampak spesifik komunikasi kepemimpinan pada pembentukan karakter siswa. Instrumen ini dapat digunakan untuk mengukur perubahan perilaku, sikap, dan nilai-nilai moral siswa sebelum dan setelah paparan teknik komunikasi tertentu. Penelitian ini akan memberikan wawasan berharga tentang efektivitas teknik komunikasi dalam konteks pendidikan karakter.
- Women, Islamic Boarding Schools, and Communications: Interpersonal Approach of Islamic Boarding School... innovatio.pasca.uinjambi.ac.id/index.php/INNOVATIO/article/view/127Women Islamic Boarding Schools and Communications Interpersonal Approach of Islamic Boarding School innovatio pasca uinjambi ac index php INNOVATIO article view 127
- Formation of Self-Concept through Interpersonal Communication of Ustadz and Santri at Islamic Boarding... ijis.umsida.ac.id/index.php/ijis/article/view/1632Formation of Self Concept through Interpersonal Communication of Ustadz and Santri at Islamic Boarding ijis umsida ac index php ijis article view 1632
| File size | 475.09 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
PTIQPTIQ Pembentukan kepribadian dapat dimulai sejak usia dini hingga dewasa. Tulisan ini mengingatkan tentang pentingnya kompetensi guru dalam berkomunikasi denganPembentukan kepribadian dapat dimulai sejak usia dini hingga dewasa. Tulisan ini mengingatkan tentang pentingnya kompetensi guru dalam berkomunikasi dengan
UIADUIAD Penalaran berlangsung lewat argumen sebagai kelompok proposisi. Proposisi tersusun dari premis ke konklusi lewat generalisasi yang diperoleh dari sejumlahPenalaran berlangsung lewat argumen sebagai kelompok proposisi. Proposisi tersusun dari premis ke konklusi lewat generalisasi yang diperoleh dari sejumlah
SAGITASAGITA Salah satu contoh yang menarik adalah film Merindu Cahaya de Amstel, yang menggabungkan kisah cinta dengan nilai-nilai Islam yang disampaikan melalui narasiSalah satu contoh yang menarik adalah film Merindu Cahaya de Amstel, yang menggabungkan kisah cinta dengan nilai-nilai Islam yang disampaikan melalui narasi
STIK KENDALSTIK KENDAL Di dunia digital, prinsip-prinsip ini sangat relevan untuk menghadapi tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah yang sering terjadiDi dunia digital, prinsip-prinsip ini sangat relevan untuk menghadapi tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah yang sering terjadi
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara semi-struktural, observasi langsung,Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara semi-struktural, observasi langsung,
SANGADJIMEDIAPUBLISHINGSANGADJIMEDIAPUBLISHING Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah metode ceramah dalam bentuk penyuluhan dan sosialisasi, serta pembentukkan jejaringMetode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah metode ceramah dalam bentuk penyuluhan dan sosialisasi, serta pembentukkan jejaring
ASIANPUBLISHERASIANPUBLISHER Media sosial merupakan salah satu tren berbasis Teknologi Informasi (TI) pada era Information Age atau Digital Era, dan kegunaan teknologi media sosialMedia sosial merupakan salah satu tren berbasis Teknologi Informasi (TI) pada era Information Age atau Digital Era, dan kegunaan teknologi media sosial
IAIN GORONTALOIAIN GORONTALO Untuk mengatasi perbedaan budaya dan agama di Indonesia, diperlukan pemahaman dalam berkomunikasi yang baik. Hal ini dapat membantu menghindari sikap stereotip,Untuk mengatasi perbedaan budaya dan agama di Indonesia, diperlukan pemahaman dalam berkomunikasi yang baik. Hal ini dapat membantu menghindari sikap stereotip,
Useful /
UIADUIAD ; dan Bagaimana. Dalam hasil pembahasan dikemukakan bahwa Etika dalam Islam (bisa dikatakan) identik dengan ilmu akhlak, yakni ilmu tentang keutamaan-keutamaan; dan Bagaimana. Dalam hasil pembahasan dikemukakan bahwa Etika dalam Islam (bisa dikatakan) identik dengan ilmu akhlak, yakni ilmu tentang keutamaan-keutamaan
USIUSI Luas areal dan harga pupuk berpengaruh signifikan terhadap penawaran kentang, sedangkan harga kentang, harga wortel, dan harga bibit kentang tidak berpengaruhLuas areal dan harga pupuk berpengaruh signifikan terhadap penawaran kentang, sedangkan harga kentang, harga wortel, dan harga bibit kentang tidak berpengaruh
USIUSI Dari hasil penelitian diketahui bahwa hasil koefisen determinasi pemberdayaan pedagang kaki lima sebesar 0,556 atau 55,6 hasil koefisen determinasi kinerjaDari hasil penelitian diketahui bahwa hasil koefisen determinasi pemberdayaan pedagang kaki lima sebesar 0,556 atau 55,6 hasil koefisen determinasi kinerja
USIUSI Perlu dibentuknya Tenaga Ahli pada DPRD Kabupaten Toba Samosir yang didukung dari segi jumlah maupun kualifikasi yang berlatar belakang keilmuan bidangPerlu dibentuknya Tenaga Ahli pada DPRD Kabupaten Toba Samosir yang didukung dari segi jumlah maupun kualifikasi yang berlatar belakang keilmuan bidang