SASTRA UNESSASTRA UNES

Jurnal Ilmiah Pendidikan ScholasticJurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic

Penelitian ini membahas tanda-tanda linguistik dalam makna gerakan tarian Uliat Manyang poe South Siberut, Mentawai. Tarian Uliat Manyang masih berfungsi dalam upacara tradisional Mentawai sebagai ritual yang meniru gerakan elang. Tarian ini dipertunjukkan oleh Sikerei pada acara Panunggru, yang menandai akhir periode duka dan sebagai tanda pemisahan abadi antara jiwa orang yang meninggal dan keluarga yang ditinggalkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan signifier dan signified yang terkandung dalam gerakan tarian Uliat Manyang serta makna lirik lagu. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis tanda tubuh gerakan tarian Uliat Manyang. Teori yang digunakan adalah semiotika, merujuk pada teori tanda linguistik yang diusulkan oleh Saussure. Penelitian ini merupakan studi kualitatif deskriptif dalam bentuk catatan lapangan, observasi, wawancara, video, dan foto.

Tarun Uliat Manyang mengisahkan kehidupan elang yang dikejar cacing, namun tetap menjaga kebersamaan dalam menjalankan pola hidupnya.Seiring dengan masyarakat Mentawai, mereka selalu menyelesaikan aktivitas harian secara bersama, seperti bertani, berburu, dan memproses sanga yang menjadi makanan pokok.Tarian ini berfungsi sebagai ritual penting dalam upacara tradisional Mentawai, sekaligus simbol kebersamaan dan keberlanjutan budaya.

1. Meneliti perbandingan makna gerak tarian Uliat Manyang dengan tarian tradisional Mentawai lain untuk memahami dinamika simbolik budaya Mentawai secara lebih luas. 2. Mengembangkan model interaksi semiotik antara gerakan tubuh dan lagu dalam tarian Uliat Manyang menggunakan teknologi analisis video dan suara untuk memvisualisasikan hubungan semantik. 3. Mengevaluasi dampak pembelajaran gerakan Uliat Manyang bagi generasi muda Mentawai dalam mempertahankan identitas budaya dan meningkatkan partisipasi komunitas.

Read online
File size365.21 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test