SASTRA UNESSASTRA UNES

Jurnal Ilmiah Pendidikan ScholasticJurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic

Penelitian ini memusatkan perhatian pada karakter Carrie serta elemen‑elemen yang membentuk kepribadiannya. Teori kepribadian Carl Jung, yang mencakup arketipe seperti Persona dan Shadow, digunakan untuk memperoleh wawasan tentang pikiran Carrie. Penelitian ini memakai pendekatan deskriptif dan kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa ibu yang taat beragama serta teman‑teman sekelas yang memperlakukan Carrie dengan buruk dan menolaknya secara signifikan memengaruhi kepribadiannya. Selanjutnya, kecenderungan karakter Carrie mulai terbentuk dan menjadi tampak, di mana (1) Carrie bersikap tenang dan hati‑hati di sekitar teman‑temannya serta mengikuti perintah ibunya secara tepat, serta (2) bayangan Carrie ditandai dengan pemberontakan, kemarahan, balas dendam, kekerasan fisik, dan tindakan kekerasan, yang muncul dari rasa tidak aman dan tekanan bullying serta celaan yang menghalangi pengakuan akan kualitas baiknya. Kedua fase ini dipicu oleh keinginan kuat Carrie untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik, sedangkan kegagalan mencapai tujuan tersebut menyebabkan penurunan harga diri.

Bayangan Carrie berasal dari kualitasnya yang tidak menarik dan tidak sempurna, serta kesulitan mengakui keunggulannya karena terus‑menerus diejek dan dibully selama masa sekolah.Kecenderungan gelapnya muncul ketika ia melanggar perintah ibunya dan menolak nasihat guru, yang dipicu oleh kelelahan, kebosanan, dan rasa tidak dihargai.Akibatnya, kemarahan dan kepahitan Carrie semakin intens, menandakan perkembangan metaforis bayangan yang memengaruhi perilakunya.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana interaksi antara arketipe Persona dan Shadow memengaruhi dinamika psikologis remaja dalam konteks novel horor, dengan menguji apakah pola serupa muncul pada tokoh‑tokoh lain dalam karya Stephen King. Selanjutnya, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan pengaruh lingkungan keluarga dan sekolah terhadap pembentukan bayangan karakter, menggunakan pendekatan mixed‑methods untuk mengkuantifikasi faktor‑faktor sosial yang paling signifikan. Terakhir, penelitian dapat memperluas penggunaan teori Jung dengan memasukkan konsep Conscious, Personal Unconscious, dan Collective Unconscious untuk menganalisis transformasi identitas karakter secara longitudinal, sehingga memberikan kerangka teoretis yang lebih komprehensif bagi studi literatur psikologis.

Read online
File size344.71 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test