STTREALBATAMSTTREALBATAM

REAL DIDACHE: Journal of Christian EducationREAL DIDACHE: Journal of Christian Education

Perkembangan kecerdasan buatan telah membawa transformasi paradigmatis dalam dunia pendidikan, termasuk dalam konteks Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang berorientasi pada pembentukan iman yang holistik, relasional, dan transformatif. Namun demikian, integrasi teknologi ini belum diimbangi dengan kerangka etika pedagogis yang memadai, sehingga memunculkan ketegangan antara inovasi digital dan nilai-nilai teologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi kecerdasan buatan dalam PAK melalui tiga dimensi: peluang pedagogis, tantangan implementasi, dan kerangka etika berbasis teologi Kristen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis kritis terhadap sumber-sumber ilmiah terindeks yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan buatan memberikan peluang nyata dalam peningkatan efektivitas, personalisasi, dan keterlibatan peserta didik. Namun, terdapat tantangan serius berupa potensi reduksi makna spiritual, risiko penyimpangan doktrin, degradasi relasi pedagogis, serta kesenjangan digital. Sintesis teologis menegaskan bahwa kecerdasan buatan harus diposisikan sebagai instrumen pedagogis yang berada di bawah otoritas iman, bukan sebagai pengganti peran guru dalam pembentukan karakter dan spiritualitas. Oleh karena itu, diperlukan kerangka etika pedagogis yang kontekstual dan teologis agar pemanfaatan kecerdasan buatan mendukung pembentukan iman yang autentik di era digital.

Integrasi kecerdasan buatan dalam Pendidikan Agama Kristen menghadirkan transformasi paradigma yang signifikan sekaligus kompleks, yang mencakup peluang pedagogis, tantangan teologis, serta tuntutan etika yang mendalam.Kecerdasan buatan terbukti mampu meningkatkan efektivitas, personalisasi, dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran, namun tetap memiliki keterbatasan dalam menjangkau dimensi spiritual, relasional, dan transformatif yang menjadi inti pendidikan iman.Oleh karena itu, penggunaan AI tidak dapat dilepaskan dari peran sentral guru sebagai pembimbing rohani, penafsir teologis, dan penjaga nilai-nilai iman Kristen.Selain itu, berbagai tantangan seperti risiko penyimpangan doktrin, reduksi relasi pedagogis, serta persoalan etika dalam pengelolaan data dan kesenjangan digital menunjukkan bahwa integrasi teknologi memerlukan pendekatan yang kritis, reflektif, dan bertanggung jawab.Dalam kerangka sintesis teologis, kecerdasan buatan harus diposisikan sebagai instrumen pedagogis yang berada di bawah otoritas iman, bukan sebagai pengganti peran manusia dalam pendidikan.Dengan demikian, keberhasilan pemanfaatan AI dalam Pendidikan Agama Kristen sangat bergantung pada kemampuan pendidik dalam mengintegrasikan teknologi secara bijaksana, kontekstual, dan berlandaskan nilai-nilai teologis, sehingga mampu mendukung pembentukan iman yang autentik, relasional, dan transformatif di tengah dinamika era digital.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan kerangka etika pedagogis yang kontekstual dan teologis dalam pemanfaatan kecerdasan buatan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana kerangka etika tersebut dapat diterapkan dalam berbagai konteks Pendidikan Agama Kristen, seperti di sekolah, gereja, atau komunitas. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki peran guru dalam mengintegrasikan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab, serta bagaimana kecerdasan buatan dapat mendukung pembentukan iman yang autentik dan relasional di era digital. Penelitian juga dapat mengeksplorasi tantangan dan peluang dalam implementasi kecerdasan buatan, termasuk risiko penyimpangan doktrin dan degradasi relasi pedagogis, serta bagaimana mengatasi kesenjangan digital dan memastikan akses yang adil terhadap teknologi. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis yang signifikan dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam Pendidikan Agama Kristen secara efektif dan etis.

  1. Perspektif Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pendidikan Progresivisme | REAL DIDACHE: Journal of Christian... doi.org/10.53547/rdj.v3i1.373Perspektif Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pendidikan Progresivisme REAL DIDACHE Journal of Christian doi 10 53547 rdj v3i1 373
  2. "Studi Perbandingan Peraturan AI Act Eropa" by Oliviani Yanto. studi perbandingan peraturan... doi.org/10.21143/jhp.vol54.no4.1732Studi Perbandingan Peraturan AI Act Eropa by Oliviani Yanto studi perbandingan peraturan doi 10 21143 jhp vol54 no4 1732
  3. Screen Free Parenting  dengan Kegiatan Alternatif yang Kreatif bagi Orang Tua Kristen dalam Membimbing... doi.org/10.53547/jj5b0p50Screen Free Parenting Adengan Kegiatan Alternatif yang Kreatif bagi Orang Tua Kristen dalam Membimbing doi 10 53547 jj5b0p50
  4. Optimalisasi Kurikulum Merdeka Belajar Dalam Pendidikan Agama Kristen: Mengintegrasikan Teknologi Digital... ejurnal.stpkat.ac.id/index.php/lumen/article/view/317Optimalisasi Kurikulum Merdeka Belajar Dalam Pendidikan Agama Kristen Mengintegrasikan Teknologi Digital ejurnal stpkat ac index php lumen article view 317
Read online
File size430.3 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test