STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK

PROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAANPROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAAN

Moderasi beragama tidak hanya terbatas pada konsep belaka, dalam pelaksanaannya program ini harus diaplikasikan dengan cara memberi ruang dan waktu kepada semua umat yang ada pada saat adanya kegiatan-kegiatan keagamaan. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengkaji penguatan moderasi beragama yang sudah ada dilakukan di lingkungan sekolah SDN 05 Setabar jauh sebelum istilah moderasi beragama muncul. Salah satunya adalah dengan melaksanakan Natal Bersama di lingkungan sekolah dengan sistem bergantian antara agama Katolik dan agama Kristen sebagai pelaksana (host) acara secara berkesinambungan. Namun demikian, kegiatan tersebut perlu disempurnakan agar dapat menjadi kegiatan bersama yang utuh tanpa memandang perbedaan agama. Seperti melibatkan kelompok agama lain diluar dari agama yang menjadi pelaksana Natal Bersama dalam kegiatan hiburan atau ice breaking. Metode yang dilakukan dalam penulisan ini adalah studi kepustakaan dan deskriptif kualitatif, melalui observasi dan wawancara. Ditemukan adanya partisipasi aktif anggota sekolah yang beragama di luar agama pelaksana Natal Bersama, seperti ikut ambil bagian pada saat persiapan kegiatan, ikut ambil bagian pada saat sesi acara hiburan dan ice breaking. Tulisan ini memiliki implikasi nilai keberagaman dan keterlibatan semua umat manusia dalam suatu perayaan keagamaan seperti Natal Bersama yang dilaksanakan di lingkungan sekolah.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan Natal Bersama di SDN 05 Setabar merupakan wujud nyata penguatan moderasi beragama, jauh sebelum istilah ini populer.Melalui kegiatan ini, sekolah berhasil menanamkan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan kepada siswa dan guru, tanpa memandang perbedaan agama.Partisipasi aktif dari berbagai kalangan agama dalam persiapan dan pelaksanaan Natal Bersama menjadi bukti nyata harmoni dan inklusivitas di lingkungan sekolah.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai dampak jangka panjang kegiatan Natal Bersama terhadap pembentukan karakter siswa yang toleran dan inklusif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran moderasi beragama yang lebih inovatif dan kontekstual, yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain. Ketiga, penting untuk mengkaji peran serta orang tua dan masyarakat dalam mendukung program moderasi beragama di sekolah, serta bagaimana membangun sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan generasi muda yang moderat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya memperkuat moderasi beragama di Indonesia, khususnya di lingkungan pendidikan, sehingga tercipta masyarakat yang harmonis, toleran, dan saling menghargai.

Read online
File size452.62 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test