STTREALBATAMSTTREALBATAM

REAL DIDACHE: Journal of Christian EducationREAL DIDACHE: Journal of Christian Education

Artikel ini ditulis berdasarkan pengamatan peneliti bahwa penelitian yang berkaitan dengan evaluasi Pendidikan Agama Kristen masih cenderung fokus pada aspek terkait kurikulum, metode mengajar, dan pendidik. Namun, aspek evaluasi PAK dalam landasan Biblika masih sangat jarang diteliti, hal ini mendorong penulis mengkaji topik ini. Rumusan pertanyaan penelitian utama yang diajukan dari topik ini adalah: apa kongkrit dari konstruksi landasan biblika bagi evaluasi PAK di era digital? Di dalam menguraikan tulisan ini, penulis menggunakan pendekatan studi literatur sebagai strategi utama untuk melakukan konstruksi landasan Biblika dalam evaluasi Pendidikan Agama Kristen (PAK) di era digital. Pendekatan metodologis itu dipilih bukan pada pengumpulan data numerik melainkan pemahaman makna konseptual. Temuan kajian ini mengemukakan konsep evaluasi dalam Alkitab tidak pernah dipahami sekadar sebagai pengukuran intelektual, melainkan sebagai penilaian terhadap autentisitas iman yang termanifestasi dalam kehidupan konkret. Oleh sebab itu, konseptual evaluasi (PAK) berbasis konstruksi biblika perlu dirancang sebagai suatu kerangka integratif yang memadukan dimensi normatif-teologis dan dimensi pedagogis kontekstual.

Temuan kajian ini menekankan bahwa evaluasi Pendidikan Agama Kristen pada konteks digital tidak lagi memadai jika dipandang hanya sebagai perangkat teknis untuk menilai aspek kognitif.Evaluasi perlu ditata ulang secara teologis dengan berpijak pada fondasi biblika yang kuat.Hasil kajian memperlihatkan bahwa dalam perspektif Kitab Suci, evaluasi berakar pada pedagogi Allah yang membentuk, membangun relasi, dan membawa perubahan hidup.Karena itu, evaluasi tidak berhenti pada konfirmasi penguasaan materi, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan iman.Dalam Perjanjian Baru, keaslian iman tercermin melalui buah kehidupan, pertumbuhan karakter, serta keterlibatan dalam persekutuan orang percaya.Berdasarkan pemahaman ini, model evaluasi PAK yang direkonstruksi secara biblika menempatkan pembentukan karakter, refleksi diri yang sadar, dan dimensi eklesial sebagai titik sentral.Pemanfaatan teknologi digital tetap diakomodasi, namun dilakukan secara kritis dan selektif agar tetap selaras dengan tujuan transformasi iman.Pemanfaatan platform daring, learning analytics, dan asesmen berbasis data dapat memperluas akses dan efektivitas pembelajaran, tetapi berpotensi mereduksi peserta didik menjadi sekadar data kuantitatif.Oleh karena itu, rekonstruksi landasan biblika menegaskan dimensi antropologis bahwa manusia adalah Imago Dei yang bermartabat dan relasional, sehingga evaluasi harus menghormati keunikan personal dan dinamika pertumbuhan iman yang tidak selalu terukur secara statistik.Berdasarkan temuan tersebut, peneliti rekomendasikan perlunya dilakukan kajian lanjutan pengembangan instrumen evaluasi PAK berbasis digital yang secara empiris mengintegrasikan indikator transformasi karakter dan partisipasi komunitas.Dengan demikian, rekonstruksi ini tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi berkontribusi nyata pada praksis evaluasi PAK yang setia pada Alkitab dan relevan bagi konteks digital kontemporer.

Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Kajian mendalam tentang integrasi dimensi teologis dan pertumbuhan iman dalam evaluasi PAK di era digital. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana mengukur dan menilai aspek afektif dan spiritual dalam pembelajaran agama, serta bagaimana teknologi dapat mendukung proses evaluasi tersebut tanpa mereduksi makna iman.. . 2. Pengembangan model evaluasi PAK yang responsif terhadap kebutuhan zaman dan keutuhan misi iman. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana merancang kerangka evaluasi yang menggabungkan dimensi normatif-teologis dan dimensi pedagogis kontekstual, serta bagaimana teknologi dapat menjadi sarana untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih substansial.. . 3. Analisis kritis terhadap logika teknologi digital dalam konteks pendidikan agama. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana teknologi digital dapat digunakan secara kritis dan selektif untuk mendukung tujuan transformasi iman, serta bagaimana teknologi dapat membantu atau menghambat proses pembentukan karakter dan partisipasi dalam komunitas iman.

  1. The Contribution of Christian Religious Education Teachers in Nurturing Confidence of Students with Disabilities... journal.sttni.ac.id/index.php/SDJT/article/view/149The Contribution of Christian Religious Education Teachers in Nurturing Confidence of Students with Disabilities journal sttni ac index php SDJT article view 149
  2. Evidence based Teaching: changes in teaching decisions in the era of big data | Proceedings of the 2023... doi.org/10.1145/3660043.3660059Evidence based Teaching changes in teaching decisions in the era of big data Proceedings of the 2023 doi 10 1145 3660043 3660059
  3. Ecologies of Faith in a Digital Age: Spiritual Growth through Online Education - Bryce Ashlin-Mayo, 2019.... doi.org/10.1177/2056997118822963Ecologies of Faith in a Digital Age Spiritual Growth through Online Education Bryce Ashlin Mayo 2019 doi 10 1177 2056997118822963
Read online
File size393.88 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test