STTKBSTTKB

JURNAL KADESIJURNAL KADESI

Media sosial dan remaja merupakan hal yang tidak terpisahkan. Kecanggihan fitur pada berbagai perangkat telah membuat pemikiran dan kegiatan setidaknya bersentuhan dengan perangkat. Kehidupan rohani jemaat Kristen, termasuk remaja, sering dipengaruhi oleh faktor eksternal, termasuk media sosial. Oleh karena itu, penelitian diperlukan untuk mengetahui intensitas interaksi media sosial bermuatan Kristiani terhadap perkembangan karakter peserta didik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan sumber data primer diperoleh dari hasil kuesioner dari sampel, yaitu seluruh peserta didik beragama Kristen di SMPN 01 Cikampek. Data yang diperoleh dari isian kuesioner dianalisis dengan uji validitas, reliabilitas, dan korelasi antar variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah 22 (61%) sampel sering mengakses konten Kristen. Hasil korelasi menunjukkan hasil 0,369 dengan nilai signifikansi 0,027, hal ini menunjukkan adanya hubungan yang lemah dan signifikan bahwa peserta didik yang sering mengakses konten Kristen memiliki perkembangan karakter yang baik. Jika media sosial digunakan secara bijak dan terarah secara cukup untuk konten Kristen maka perkembangan karakter menjadi baik.

Intensitas interaksi dengan media sosial berisi konten Kristen dapat berpengaruh signifikan terhadap pendidikan karakter, baik secara positif maupun negatif.Pengaruh positif akan lebih dominan jika ada pendampingan, edukasi, dan penyaringan konten secara aktif dari lingkungan keluarga, sekolah, dan gereja.Sebaliknya, tanpa kontrol dan bimbingan, intensitas tinggi justru berpotensi menurunkan kualitas karakter dan spiritualitas peserta didik.Selain itu, peserta didik juga harus meningkatkan keinginan dan motivasi untuk tetap mau belajar secara tatap muka di gereja, bergabung secara nyata hadir secara fisik dalam persekutuan dan pendalaman Alkitab, karena iman butuh timbal balik dan saling mendukung dalam perjumpaan dan persekutuan.Jika media sosial digunakan secara bijak dan terarah terutama dalam melakukan literasi digital konten Kristen, memahami dan bersikap kritis terhadap wawasan yang diterima dapat menjadi sarana yang efektif dalam mendukung perkembangan karakter peserta didik, khususnya dalam membentuk karakter Kristiani yang kuat di era digital.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai jenis konten Kristen di media sosial yang paling efektif dalam membentuk karakter positif pada remaja, dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik individu dan latar belakang sosial budaya. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pendampingan yang efektif bagi orang tua dan guru dalam membimbing remaja menggunakan media sosial secara positif dan bertanggung jawab, termasuk strategi untuk mengatasi dampak negatif seperti kecanduan dan paparan konten negatif. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi peran komunitas gereja dalam memberikan dukungan dan penguatan karakter bagi remaja di era digital, dengan fokus pada pengembangan program-program yang relevan dan menarik bagi remaja, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dan interaksi yang efektif. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembentukan karakter Kristiani yang kuat pada remaja di era digital, serta mengembangkan strategi yang efektif untuk mengatasi tantangan dan memaksimalkan manfaatnya.

Read online
File size552.05 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test