STTREALBATAMSTTREALBATAM
REAL DIDACHE: Journal of Christian EducationREAL DIDACHE: Journal of Christian EducationDi era yang ditandai oleh saturasi digital, pendidikan Kristen menghadapi tantangan yang belum pernah ada sebelumnya dalam menumbuhkan pembentukan spiritual yang mendalam. Lingkungan ini kerap memperlakukan perhatian sebagai komoditas, sehingga melemahkan praktik-praktik kontemplatif yang sangat penting bagi pemuridan. Artikel ini mengusulkan asketisme digital, yakni suatu pendekatan yang disengaja dan berakar secara teologis untuk meminimalkan gangguan teknologi, sebagai kerangka yang esensial dalam menggagas ulang pedagogi Kristen. Penelitian ini menggunakan metodologi interdisipliner melalui sintesis sistematis terhadap literatur teologi, yang menggali tradisi asketis dari para Bapa Padang Gurun hingga Bonhoeffer, dikombinasikan dengan kritik filosofis kontemporer tentang teknologi dari Ellul dan Borgmann, serta analisis studi kasus kualitatif dari lembaga pendidikan Kristen yang menerapkan pedagogi tech-fast. Hasil analisis menunjukkan bahwa adopsi alat digital secara tidak kritis berkorelasi dengan perhatian yang terfragmentasi dan melemahnya ibadah komunal. Sebaliknya, studi kasus memperlihatkan bahwa intervensi seperti hafalan Kitab Suci tanpa perangkat digital dan liturgi berbasis analog menghasilkan dampak nyata, mencakup peningkatan daya ingat terhadap teks Alkitab, keterlibatan kognitif yang lebih dalam, dan keintiman relasional yang lebih erat dalam komunitas belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian diri secara digital tidak berfungsi sebagai penolakan terhadap teknologi, melainkan sebagai bentuk perlawanan terhadap penyembahan berhala efisiensi, yang menciptakan ruang penting bagi kepekaan terhadap karya Roh Kudus. Artikel ini diakhiri dengan mengadvokasi via media dan menawarkan prinsip-prinsip aplikatif bagi para pendidik, termasuk kurikulum digital yang terseleksi dan perancangan ruang-ruang sakral yang bebas dari layar.
Christian education stands at a critical juncture in its relationship with digital technology.The exploration of digital asceticism throughout this article has revealed both the urgent need for disciplined technological engagement and the rich theological resources available to guide it.At the heart of this endeavor lies Christs command to love God with all ones mind, a charge that takes on new urgency in an era of unprecedented cognitive fragmentation.The Christian contemplative tradition has long identified deep, undivided attention as among the highest expressions of genuine devotion toward God and neighbor, a spiritual discipline that digital asceticism seeks to recover for contemporary educational contexts.The practical implementations explored throughout this article, from redesigned curriculum and tech-free learning spaces to oral examinations and faculty formation retreats, constitute more than pedagogical adjustments.They represent intentional acts of countercultural witness against technological determinism and consumerist efficiency.When Christian institutions choose formation over convenience and presence over productivity, they bear witness to kingdom values that no algorithm can accelerate.The global dimensions of this conversation require ongoing humility.Faithful adaptations of digital asceticism will look different across contexts, reflecting the Pauline call to test everything and hold fast what is good.This is a call to contextual wisdom, not universal prescription.Majority World expressions of digital asceticism, distinct from Western models, remind us that faithful technological stewardship is both universal in calling and local in expression.Longitudinal research on digitally ascetic graduates in ministry, theological reflection on the Holy Spirits work in contemplative attention, and broader assessment of hybrid pedagogical models all represent promising avenues for deepening our understanding of faithful technological stewardship in Christian formation.Ultimately, digital asceticism points beyond technique toward a vision of Christian maturity.The way we teach is itself the message we teach.Classrooms that prioritize sacred attention become living parables of the focused life to which Christ calls his people, communities where, amid the noise of the digital age, minds fully attentive become hearts fully alive to God.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan strategi praktis yang dapat diterapkan oleh para pendidik dalam mengimplementasikan digital asceticism. Hal ini dapat mencakup penelitian tentang bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang mendukung praktik-praktik kontemplatif, seperti ruang-ruang bebas dari layar atau waktu-waktu khusus untuk refleksi dan meditasi. Selain itu, penelitian tentang bagaimana mengintegrasikan teknologi secara bijak dalam pendidikan Kristen juga dapat menjadi fokus, dengan mempertimbangkan manfaat dan batasan-batasan teknologi dalam pembentukan spiritual. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, seperti studi kasus atau wawancara mendalam, untuk memahami pengalaman dan perspektif para pendidik dan siswa dalam menerapkan digital asceticism. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan sumbangsih yang lebih konkret dalam upaya untuk menciptakan pendidikan Kristen yang lebih bermakna dan mendalam di era digital.
- Reinterpreting Religion in the Digital Age: Theology, Ethics, and Christian Education | Didache: Journal... doi.org/10.46445/djce.v6i2.1075Reinterpreting Religion in the Digital Age Theology Ethics and Christian Education Didache Journal doi 10 46445 djce v6i2 1075
- DOI Name 10.52152 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 02z crossref email support... doi.org/10.52152DOI Name 10 52152 Values doi name values index type timestamp data hs serv 02z crossref email support doi 10 52152
- Online theological education within the South African context | Knoetze | HTS Teologiese Studies / Theological... hts.org.za/index.php/HTS/article/view/7232Online theological education within the South African context Knoetze HTS Teologiese Studies Theological hts za index php HTS article view 7232
| File size | 410.05 KB |
| Pages | 27 |
| DMCA | Report |
Related /
IFRELIFREL Temuan menunjukkan bahwa integrasi IPTEKS yang bermakna berkontribusi positif terhadap pengembangan pemikiran kreatif, praktik mengajar inovatif, dan keterampilanTemuan menunjukkan bahwa integrasi IPTEKS yang bermakna berkontribusi positif terhadap pengembangan pemikiran kreatif, praktik mengajar inovatif, dan keterampilan
MORIAHMORIAH Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pembentukan karakter siswa di SMA Kristen Nehemia Galela, dan menganalisis Pendidikan Agama Kristen sebagai pendekatanTujuan penelitian ini adalah menganalisis pembentukan karakter siswa di SMA Kristen Nehemia Galela, dan menganalisis Pendidikan Agama Kristen sebagai pendekatan
STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU Temuan ini menegaskan bahwa religiusitas berperan penting dalam kehidupan mahasiswa dan dapat menjadi salah satu langkah yang strategis dalam pengembanganTemuan ini menegaskan bahwa religiusitas berperan penting dalam kehidupan mahasiswa dan dapat menjadi salah satu langkah yang strategis dalam pengembangan
PSPINDONESIAPSPINDONESIA Oleh karena itu, integrasi antara teologi penginjilan dan misi digital menjadi kebutuhan mendesak, bukan hanya untuk menjawab tantangan zaman, tetapi jugaOleh karena itu, integrasi antara teologi penginjilan dan misi digital menjadi kebutuhan mendesak, bukan hanya untuk menjawab tantangan zaman, tetapi juga
AFEKSIAFEKSI Dengan demikian, manajemen kurikulum PAK berbasis OBE menjadi pendekatan strategis yang bukan hanya transformatif, tetapi juga kontekstual terhadap zaman.Dengan demikian, manajemen kurikulum PAK berbasis OBE menjadi pendekatan strategis yang bukan hanya transformatif, tetapi juga kontekstual terhadap zaman.
STTMWCSTTMWC Penelitian ini bertujuan menjelaskan praksis Pendidikan Agama Kristen masyarakat di kalangan gen Z GEPKIN se-kabupaten Langkat. Gereja akan selalu beradaPenelitian ini bertujuan menjelaskan praksis Pendidikan Agama Kristen masyarakat di kalangan gen Z GEPKIN se-kabupaten Langkat. Gereja akan selalu berada
PSPINDONESIAPSPINDONESIA Hal inilah yang menjadi edukasi jemaat dalam membangun budaya misi dan membentuk etika digital. walaupun adanya pengaruh penginjilan digital terhadap misiHal inilah yang menjadi edukasi jemaat dalam membangun budaya misi dan membentuk etika digital. walaupun adanya pengaruh penginjilan digital terhadap misi
PSPINDONESIAPSPINDONESIA Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penulis mencoba untuk mengeksplor bagaimana digital religion memberikan implikasi terhadap pendidikan agama KristenMelalui pendekatan kualitatif deskriptif, penulis mencoba untuk mengeksplor bagaimana digital religion memberikan implikasi terhadap pendidikan agama Kristen
Useful /
UNSIKAUNSIKA Adapun berdasarkan pengertian harmonisasi oleh Paisey Catriona. Indonesia juga telah melakukan upaya harmonisasi dengan cukup baik, di mana Indonesia telahAdapun berdasarkan pengertian harmonisasi oleh Paisey Catriona. Indonesia juga telah melakukan upaya harmonisasi dengan cukup baik, di mana Indonesia telah
STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU Hasil penelitian menunjukkan bahwa iman perempuan Siro-Fenisia menjadi indikator penerimaan universalitas keselamatan, yang menegaskan bahwa keselamatanHasil penelitian menunjukkan bahwa iman perempuan Siro-Fenisia menjadi indikator penerimaan universalitas keselamatan, yang menegaskan bahwa keselamatan
STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU Transgender bertentangan dengan rancangan Tuhan, dan karena mereka memiliki trauma masa lalu, gereja harus fokus pada pelayanan holistik dengan konseling.metodeTransgender bertentangan dengan rancangan Tuhan, dan karena mereka memiliki trauma masa lalu, gereja harus fokus pada pelayanan holistik dengan konseling.metode
SASTRA UNESSASTRA UNES Evaluasi kurikulum penting untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, serta memberikan rekomendasi perbaikan berkelanjutan, terutama dalam mengembangkanEvaluasi kurikulum penting untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, serta memberikan rekomendasi perbaikan berkelanjutan, terutama dalam mengembangkan