STAI ALHIDAYAHSTAI ALHIDAYAH

al-Urwatul Wutsqo : Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikanal-Urwatul Wutsqo : Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan

Uang sejak zaman kuno memiliki nilai historis yang signifikan, karena mencerminkan budaya dari berbagai periode. Aksara Jawi/Pegon telah ada sejak penyebaran Islam ke kepulauan Nusantara pada abad ke-7 Masehi. Aksara ini dapat ditemukan pada koin kuno Indonesia yang berasal dari abad ke-13 hingga awal Republik Indonesia pada paruh pertama abad ke-20. Oleh karena itu, penting untuk meneliti keberadaan aksara Arab-Melayu melalui koin. Selain itu, diperlukan penelitian yang lebih mendalam untuk mengetahui peran sebenarnya dalam sejarah. Hal ini sangat diperlukan karena aksara Arab Jawi/Pegon sebagai bagian dari warisan budaya Nusantara telah “terlupakan dalam waktu yang lama. Dalam mempelajari keberadaan aksara Arab Jawi/Pegon dan perannya dalam sistem moneter Indonesia kuno, penulis lebih memilih menggunakan kajian literatur, artinya artikel ini akan fokus pada penelitian perpustakaan karena analisis diarahkan pada buku dan tulisan yang terkait dengan pembahasan.

Penelitian menunjukkan bahwa popularitas aksara Jawi/Pegon mulai berkembang sejak abad ke-13, namun mencapai bentuk baku pada abad ke-18–19 seiring kekuatan politik kesultanan Islam di Nusantara.Selama periode kesultanan dan kolonial, aksara tersebut berasimilasi dengan bahasa lokal dan digunakan pada mata uang, mencerminkan peran pentingnya dalam identitas keislaman serta pengaruh geopolitik.Setelah kemerdekaan, penggunaan aksara Jawi/Pegon berkurang secara resmi pada tahun 1955, digantikan oleh aksara Latin akibat perubahan sistem pendidikan dan dinamika politik.

Penelitian selanjutnya dapat mengajukan pertanyaan tentang bagaimana teknologi pengolahan citra dapat diterapkan untuk merekonstruksi dan membandingkan inskripsi Jawi/Pegon pada berbagai jenis koin kuno, sehingga memungkinkan analisis yang lebih sistematis terhadap variasi bentuk dan gaya tulisan. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki dampak transisi dari aksara Jawi/Pegon ke aksara Latin terhadap komunitas lokal dengan melakukan studi sosiolinguistik berbasis wawancara lisan, guna memahami perubahan identitas budaya dan pemahaman sejarah di antara generasi yang berbeda. Akhirnya, penelitian interdisipliner yang menggabungkan analisis metalurgi dan studi provenance dapat memetakan jaringan perdagangan kuno melalui karakterisasi bahan logam dan asal geografis koin beraksara Arab-Melayu, sehingga memberikan gambaran yang lebih jelas tentang dinamika ekonomi dan hubungan politik di wilayah Nusantara pada masa pra‑kolonial hingga awal kemerdekaan.

Read online
File size1.17 MB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test