STAI ALHIDAYAHSTAI ALHIDAYAH

al-Urwatul Wutsqo : Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikanal-Urwatul Wutsqo : Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan

Perkembangan teknologi digital telah mempengaruhi cara berpikir, berperilaku, dan berinteraksi siswa sebagai generasi digital native. Situasi ini membawa tantangan baru dalam pendidikan akhlak, terutama dalam menjaga integritas moral di tengah derasnya arus informasi dan budaya instan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji indikator-indikator akhlak yang sesuai dengan kebutuhan generasi digital, menganalisis tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran akhlak, serta merumuskan solusi pembelajaran yang adaptif dan kontekstual. Dengan pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur, artikel ini merumuskan tiga kategori utama indikator akhlak: sikap terhadap diri sendiri, sikap terhadap sesama, dan sikap terhadap lingkungan. Tantangan pendidikan akhlak di era teknologi antara lain mencakup rendahnya literasi etika digital, minimnya keteladanan dalam ruang virtual, serta menurunnya sensitivitas sosial. Sebagai respon, solusi yang ditawarkan mencakup pengembangan media pembelajaran berbasis nilai, integrasi kurikulum karakter dengan pendekatan teknologi, serta penguatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Pendidikan akhlak Islam perlu hadir sebagai pedoman yang tidak hanya teoritis, tetapi juga praktis dan menyentuh sisi batiniah kehidupan siswa.Ada sepuluh nilai karakter utama yang penting untuk dikembangkan, yaitu kesadaran diri, kepercayaan diri, manajemen emosi, empati, toleransi, tanggung jawab sosial, etika komunikasi, kesadaran ekologis, disiplin dan ketekunan, serta integritas.Pendidikan akhlak harus adaptif terhadap dinamika zaman, membekali siswa dengan keterampilan untuk memilah informasi, mengelola emosi, dan tetap teguh pada nilai-nilai kebaikan.Kesadaran, keteladanan, dan kedekatan emosional antara pendidik dan peserta didik menjadi kunci keberhasilan pendidikan akhlak.Pendidikan akhlak sejati adalah pendidikan yang membentuk manusia secara utuh, cerdas berpikir, bijak bersikap, dan berperilaku.

Untuk meningkatkan efektivitas pendidikan akhlak di era digital, perlu dikembangkan strategi pembelajaran yang adaptif dan kontekstual. Guru harus menjadi fasilitator yang membimbing siswa untuk menginternalisasi nilai-nilai moral dalam konteks kehidupan mereka sendiri. Model ADDIE dapat digunakan untuk merancang pembelajaran berbasis nilai yang relevan dengan kebutuhan siswa. Pembelajaran akhlak harus diintegrasikan dalam berbagai mata pelajaran, seperti Bahasa Indonesia, PPKn, dan TIK, serta melibatkan orang tua sebagai mitra aktif. Platform digital dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran nilai, dengan menggunakan media sosial sebagai media ekspresi nilai siswa. Strategi pembelajaran akhlak yang adaptif harus dikembangkan secara berkelanjutan melalui inovasi dan kolaborasi, dengan berbagi praktik baik dan riset di antara komunitas guru dan lembaga pendidikan.

  1. Pengembangan suplemen bahan ajar akhlak terhadap diri dan sesama manusia untuk Sekolah Dasar | Tawazun:... doi.org/10.32832/tawazun.v17i3.17574Pengembangan suplemen bahan ajar akhlak terhadap diri dan sesama manusia untuk Sekolah Dasar Tawazun doi 10 32832 tawazun v17i3 17574
Read online
File size589.86 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test